Suami Idamanku

Suami Idamanku
Ya Aku Bersedia


__ADS_3

Setelah kerry dan Flitz berfoto bersama, mereka juga berfoto dengan Rutger, tamu undangan yang hadir melihat hal itu semua tak menyangka jika rutger adalah anak mereka, karena sedikit pun tak ada kemiripan diantara mereka, namun siapa yang mau peduli itu adalah kebahagiaan mereka.


Sesi pemotretan pun telah selesai Flittz memengangi bokong kerry dan membalikkan badannya dan menciumnya di depan semua pekerja yang berada disitu


Wajah Kerry pun semakin merona dibuat Flitz, Pengantar pengantin Kerry adalah Rutger sedangkan Flitz diantar oleh ayahnya Tuan Goldwyn.


Tamu Undangan yang melihat semuanya itu begitu tercengang. Ini keluarga yang tidak mempunyai keluarga, namun mereka sungguh merasa bahagia bisa menjadi bagian dalam pernikahan ini.


Pak Pendeta pun bertanya kepada pengantin pria, Flitz Goldwyn apakah kau bersedia untuk hidup bersama Kerry baik dalam susah maupun senang, sehat atau pun sakit, hingga maut yang memisahkan?


"Ya, Saya Bersedia untuk mendampingi Kerry Zuidema seumur hidupku " Jjawab Flitz


Pendeta pun kembali bertanya kepada pengantin wanita, Kerry Zuidema apakah kau bersedia untuk hidup bersama Flitz baik dalam susah maupun senang, sehat atau pun sakit, hingga mau yang memisahkan?


" Ya, Saya Bersedia untuk hidup dan mati saya " Jawab Kerry.


Sekarang saya mengumumkan Flitz dan Kerry adalah Pasangan suami dan istri, Pengantin Pria boleh mencium pengantin wanita.


Tanpa menunggu lama Flitz menarik Kerry dan menciumnya dengan begitu dalam sehingga yang terdengar hanyalah suara tepukan tangan dari tamu undangan.


Setelah itu mereka pun memanggil rutger ke atas panggung untuk berfoto bersama, Kerry pun mengganti gaunnya dengan Gaun malam, Flitz yang melihat Kerry begitu cantik tak henti-hentinya tersenyum.


" Kita telah berkelana di seluruh negeri ini, namun Flitz yang mendapatkan bonus luarbiasa ini, melihat wajahnya Flitz pasti akan liat malam ini " Ucap seorang kolega bisnis Flitz


Flitz dan Kerry pun duduk bersama dan tanpa sadar mereka mengucapkan kak liv ku merindukanmu dan terlihat sebuah bintang berkelip mereka saling memandang dan saling membagikan ciuman mesra, tamu yang melihatnya itu dapat merasakan bahwa mereka sangat berbahagia, dan saling mengasihi satu sama lain.

__ADS_1


Seusai Pesta pernikahan ini adalah malam pertama bagi mereka berdua sehingga rutger di bawah oleh kakeknya agar tidak menggangu waktu Kerry dan Flitz juga kakeknya sudah ingin cepat-cepat memiliki cucu lagi.


Kerry yang baru selesai mandi turun dan mengambil sebotol anggur merah dengan penuh semangat dia meminumnya hingga habis sudah sebotol.


Flitz yang baru selesai mandi itu terkejut melihat tingkah istrinya Kerry


" Aiya istriku ini memang pemabuk " Ucap Flitz.


Mendengar perkataan Flitz, Kerry pun berjalan compang camping ke arah Flitz.


" Suamiku " Ucap Kerry


Flitz yang mendengarnya pun memohon untuk menyebutkannya lagi.


Flitz merasakan sekujur tubuhnya merinding bagaikan dialiri aliran listrik dalam tubuhnya


Suara Kerry yang begitu manja dan juga sedang mabuk, Flitz tahu ini akan menjadi malam yang panjang baginya setelah melewati segalanya.


Melihat Kerry yang semakin hari semakin membuatnya jatuh cinta membuat Flitz ingin menelannya hidup-hidup.


Setelah beronde-ronde, Flitz yang merasa capek dan baru saja ingin menutup mata untuk tidur, tiba-tiba merasa ada desahan nafas ditelinganya yang membuat bulu kuduk sekujur tubuhnya pun berdiri


" Aiya minta lagi istriku? Suamimu masih sanggup kok " Ucap Flitz


Kerry kembali berbisik ditelingannya " Suamiku gendong, ayo kita mandi suamiku " Ucap Kerry dengan suara serak-serak manja

__ADS_1


" Kerry kau benar-benar ingin cari mati seluruh tenagaku akan ku keluarkan di ronde terakhir ini " Balas Flitz dengan senyuman nakal.


Flitz pun bangun dan menggendong kerry ke kamar mandi dan hanya terdengar suara air dan desahan kerry yang tiada hentinya


Setelah mandi Flitz menggendong Kerry ke tempat tidur dan melanjutkan suara desahan Kerry, mendengarkan


" Suamiku kamu sungguh luar biasa " Ucap Kerry dengan senyuman nakal membuat Flitz semakin menggila.


Hingga matahari menyinari pun sepertinya peperangan ini tidak akan habis ucap Flitz.


" Suamiku aku ngantuk banget, ayo tidur " Ucap Kerry


Flitz pun mencium bibirnya kerry dan mengigit telinganya yang memerah


" istriku, masih ada episode selanjutnya kan? " Tanya Flitz.


Kerry pun tersenyum dan tertidur pulas didalam pelukan Flitz.


Flitz yang baru saja bangun dengan segera menghubungi ayahnya


" Ayah aku titip rutger dulu ya ayah, aku masih punya tugas yang belum aku selesaikan " Ucap Flitz


Mendengar ucapan Flitz itu membuat ayahnya tertawa senang.


" Iya lanjutkan saja nak, rutger akan baik-baik saja disini, " Balas Kevin

__ADS_1


__ADS_2