
" Katakan siapa dia Flitz " Ucap Kerry
" Siapa Ker? " Tanya Flitz
" Wanita yang tadi dibilang sama Rutger " Jawab Kerry
" Apa kau percaya pada anakmu itu? " Tanya Flitz kembali
Kerry hanya terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan Flitz
" Makanya istriku, lain kali itu jangan mau dihasut sekalipun itu anakmu, karena yang menjalani hubungan itu kita, bukan mereka, OK! " Ucap Flitz sambil membelai manja rambut Kerry
" Tau ah budu " Seru Kerry dan berjalan keluar meninggalkan ruangan kerja Flitz
Kerry berjalan menuju taman belakang, tempat dimana anak-anak mereka sedang bersantai
" Mama " Seru Kenzo berlarian dan menghamburkan pelukannya kepada Kerry
" Uhhh tayang-tayang anak mama " Ucap Kerry dengan nada gemas
__ADS_1
" Kenzo saja anak mama, kita bukan " Ucap Agnes sambil melirik Rutger
" Iya Ngnes, cuma Kenzo anak mama, kita mah anak pungutan! " Lanjut Rutger
" Astaga Rutger, darimana kau temukan bahasa seperti itu, siapa yang mengajarimu? " Tanya Kerry dengan wajah yang tampak kaget
" Lah kan memang benar ma, buktinya hanya Kenzo yang dipeluk mama " Jawab Rutger
Sementara Agnes, karena merasa takut ia pun bersembunyi di belakang Rutger
" Tidak Rutger, mama ingin tahu kenapa sampai kamu bisa berani berbicara seperti itu? " Tanya Kerry sekali lagi dengan nada tegas
Sedangkan di belakang Kerry, berdiri Flitz yang sedang memperhatikan kejadian yang ada dihadapannya
" Jangan terlalu sering bergaul dengan anak-anak yang tidak tahu menghargai orangtua mereka, bahasamu itu sangat tidak sopan, memangnya Kamu, Agnes dan Kenzo ini siapa? " Tanya Kerry yang semakin emosi
" Agnes, keluar dari belakang kakakmu dan jawab pertanyaan mama " Bentak Kerry
" Maafkan Agnes mama " Seru Agnes
__ADS_1
" Kalian berdua dengar ya, kalau sampai kata-kata kotor seperti itu masih terdengar dari mulut kalian, mama akan urus agar kalian hanya bersekolah di rumah, jika ada teman kalian yang mama ketahui sering membantah dan melawan orangtuanya, akan mama hilangkan, ingat itu kalian berdua " Lanjut Kerry dan ia pun menggendong Kenzo dan ingin berjalan masuk
" Beraninya berbicara seperti i... " Ucapan Kerry terpotong karena melihat Flitz yang berdiri di hadapannya
Rutger dan Agnes berlarian untuk mendekati Flitz, namun Flitz mengangkat tangannya yang mengisyaratkan agar keduanya berhenti
" Rutger dan Agnes! Apa yang mama kalian ucapkan tadi, itu adalah hal yang benar. Jika kalian masih berhubungan atau berteman dengan teman-teman kalian yang akan merusak tata krama dan watak baik yang ada di dalam otak serta hati nurani kalian, maka mama dan papa akan memusnahkan mereka dari muka bumi ini " Ucap Flitz, lalu ia mengandeng jemari Kerry dan berjalan masuk ke ruang keluarga
Sementara Rutger dan Agnes hanya berdiri mematung tanpa bersuara sedikit pun
" Kaka, mati kita! Kakak sih membantah segala, kan jadinya anbyar kak " Ucap Agnes dengan menangis
" Sudah jangan menangis dek, ayo kita pergi dan meminta maaf kepada papa dan mama, juga berjanji untuk tidak mengulangi hal buruk seperti itu lagi " Balas Rutger
" Benaran kan, apa kakak akan berjanji untuk menjadi anak yang baik? " Tanya Agnes dengan wajah cemberut
" Ya kaka janji, jadi sudah hapus air matamu karena kita akan menemui papa dan mama, kita tak boleh terlihat lemah di hadapan mereka, kita harus berani bertanggung jawab atas aoa yang telah kita perbuat " Jawab Rutger
" Baiklah, Ayo kakak " Balas Agnes dengan mengengam tangan Rutger dan mereka pun masuk menyusul Kerry dan Flitz untuk memohon maaf atas kesalahan mereka
__ADS_1
Sudah dulu ya, otaknya Author lagi koslet, mengantuk parah aing mah, oh iya Jangan lupa untuk :
Like, Coment dan Vote 💜