
- **Flitz yang berdiri hanya memandangi tubuh istrinya yang terkapar tak bernyawa, menyesali keadaan yang sedang mereka alami.
* Apa ini Tuhan? Bukan ini yang aku inginkan, yang aku inginkan adalah melangkah maju bersama istriku, membesarkan anak-anak kami bersama, bukan perpisahan yang aku inginkan, Tuhan! Teriak Flitz**.
- Flitz hanya berdiri sambil menangis melihat wajah Kerry yang terlihat cantik tetapi begitu pucat! Terlintas dalam ingatannya tentang pernikahan Flitz dan Kerry 4 tahun yang lalu :
- Visual Pict of Flitz and Kerry Wedding Day.
- Visual Pict of Flitz and Kerry Wedding Day.
- **Visual Pict of Flitz and Kerry Wedding Day.
- Setelah mengenang segalanya, Flitz menangis histeris.
* Mengapa, kau begitu tega istriku, kau tinggalkan aku disaat aku sangat mencintaimu, aku tak mengiginkan wanita lain disisiki selain dirimu, Ahhh Kerry Zuidema Goldwyn, bangunlah katakan bahwa Kau Mencintaiku, Katakan bahwa Kau Tidak Bisa Hidup Tanpaku, Katakan bahwa Kau Tak Akan Pergi Meninggalkanku. Bantu aku Tuhan, Ucap Flitz dalam tangisannya.
- Setelah berbicara demikian Flitz pun berjalan maju untuk duduk disamping Kerry, sambil mengengam erat tangannya**.
__ADS_1
* **Kerry, bangunlah, tunjukkan bahwa aku tak salah menikahimu, bahwa kakaku tak salah memilihmu sebagai istriku, bahwa ayah tak salah memilihmu sebagai menantunya, bahwa rutger tak salah memilihmu jadi mamanya, bahwa anakku tak salah memilih rahimmu sebagai tempatnya bertumbuh, dan kini Putri kita telah lahir dan kau hanya terdiam seperti ini, Kerry Bangunlah, peluklah aku, berikan suamimu ini harapan, berikan Sayangmu ini sukacita, berikan Flitzmu ini Cintamu, Ucap Flitz.
- Flitz yang sedang mengengam tangan kerry pun dikagetkan dengan hadirnya Kevin Goldwyn.
○ Hhhmmm, Flitz, Ucap Kevin
* Ayah, jawab Flitz
- Flitz yang melihat ayahnya pun, bangkit berdiri dan memeluknya dengan sekuat tenaga.
* Ayah, bagaimana ini ayah, Flitz tidak sanggup, baru kali ini Kerry mendiami Flitz, Ayah tolong bangunkan menantumu ayah! Ucap Flitz menangis.
○ Nak, Ayah tahu bagaimana perasaanmu, tetapi kita tidak bisa menolak takdir nak! Ucap Kevin
- Flitz pun terdiam
○ Karena apa? karena melahirkan anakmu? Apa kau tidal waras Flitz?
* Ya ayah! Flitz tidak waras, karena Flitz tidak ingin kehilangan istri Flitz, Flitz tidak ingin anak-anak Flitz kehilangan kasih sayang ibu mereka, Flitz tidak ingin ada wanita lain yang disisi Flitz, Flitz hanya mengiginkan Kerry Zuidema ayah, Ucap Flitz sambil menunjuk ke arah Kerry yang tak bernyawa.
○ Baiklah, maafkan ayah! Tapi Kerry harus segera dimakamkan nak, jika tidak tubuhnya akan hancur di ruangan ini nak, Ucap Kevin
* Ayah sudah berapa kali Flitz katakan, Kerry tidak meninggal, Kerry masih ada.
__ADS_1
○ Baiklah, ayah akan ke ruangan dokter.
- Kevin pun berjalan keluar dan Flitz menarik nafas dan kembali duduk di samping Kerry sambil memegang tangannya. Seminggu telah berlalu Kerry yang tak bernyawa hanya tertinggal seperti itu dan Flitz setiap hari membersihkan tubuhnya.
- Bahkan putri mereka pun diurus oleh perawat, Rutger tak di ijinkan ke Rumah sakit, karena Flitz mengkhawatirkan bahwa jiwa rutger akan terguncang. Perusahaan saat ini diurus oleh Nick, Flitz hanya fokus mengurus tubuh Kerry, Kevin setiap harinya datang untuk mengunjungi Flitz dan juga menantunya.
- Malam ini adalah tepat 2minggu, Kerry tak sadarkan diri dan malam ini dokter memutuskan untuk berbicara pada Flitz
tok..tok..
* Silahkan masuk Jawab Flitz
¤ Permisi Tuan ucap dokter
* Ah pak dokter, apakabar tanya Flitz.
¤ Aku baik, Terimakasih Tuan
* Bagaimana dok apakah ada yang ingin disampaikan atau? tanya Flitz
¤ Begini Tuan, hari ini tepat 2 minggu Jenazah Nyonya berada di ruangan ini, meskipun tubuhnya tak hancur namun Jenazah tetaplah Jenazah Tuam ucap Dokter.
⛔ Dukung Author dengan cara :
\* Like, Coment dan Vote\*
__ADS_1
Agar Author semakin bersemangat untuk menulis 🧡
\* SELAMAT MEMBACA** \*