
Dengan segera Flitz memanggil Kerry dan Rutger untuk segera balik ke apartemen mereka yang letaknya lumayan jauh dari rumahnya ayahnya
Dalam perjalanan kerry menanyakan apa yang telah Flitz dan ayahnya bicarakan, karena tak ingin Kerry mengetahuinya.
" Tadi ayah bilang kita harus lebih memperhatikan rutger lagi " Ucap Flitz
" Kan sudah ku katakan kita jangan terlalu sering menitipkan Rutger di rumah ayah, terkesan kita mengabaikannya Flitz " Ujar Kerry.
" Namun sejauh ini aku tak pernah merasakan bahwa kita mengabaikannya apalagi dirimu ker, kau sangat menyayanginya, aku tahu itu! " Balas Flitz
" hhmmm baiklah suamiku " Sahut Kerry
Mendengar Kerry yang menyebutnya dengan sebutan Suami, seperti tiba-tiba Flitz ingin memakannya saat itu juga, namun dia teringat akan Rutger, sehingga dihilangkan niatnya itu.
" Istriku, besok kita makan di luar ya, atau mau kamu dimana ker? " Tanya Flitz
" Boleh-boleh saja suamiku, makan diluar maupun makan dirumah sama saja rasanya jika engkau dan Rutger ada disampingku " Jawab Kerry sambil mengedipkan matanya kepada Flitz
Melihat Tingkah Kerry membuat Hati Flitz, terasa begitu geli-geli.
" Apa kau menggodaku istriku? " tanya Flitz
" Tidak aku hanya kode " Jawab Kerry.
__ADS_1
Seketika pecah tertawa Flitz yang begitu besar diantara mereka berdua.
" Ssstttt diam, Rutger sedang tidur " Ucap Kerry
Setibanya mereka di rumah, Kerry segera mengantar Rutger ke kamar untuk menidurkannya dan segera kembali menuju kamar mereka.
Karena merasa tubuhnya yang sedikit lagi remuk karena seharian berdiri menemani suaminya di acara perusahaannya itu
" Haruskah kita berolahraga sedikit untuk meregangkan tulang-tulangmu? " Ucap Flitz menggoda Kerry
" Dasar gombal " Balas Kerry sambil tersenyum
Flitz tersenyum lebar dan mulai menatap istrinya itu dengan sangat dalam berencana untuk memulai aksi pemanjatan tebingnya, Kerry yang merasakan kelelahan hanya menyerah dan pasrah dalam kenikmatan yang diberikan oleh Flitz
Pagi harinya matahari pun bersinar mengenai wajah Kerry yang begitu cantik dan terlihat sepasang mata yang sedang memperhatikannya, itulah Flitz yang berdiri sambil memperhatikan Kerry yang sedang tertidur.
" Istriku aku takkan membiarkan kedamaian ini meninggalkan kita, percayalah padaku " Bathin Flitz
Kerry pun terbagun dan menyadari bahwa Flitz yang sudah bersiap dan akan segera menuju perusahaan.
" Selamat pagi sayang " Ucap Flitz sambil mengecup kening Kerry
" Selamat pagi " Balas Kerry sambil tersenyum lepas.
__ADS_1
" Oh iya mana rutger? " Tanya Kerry
" Aku telah memberinya sarapan dan sekarang dia sedang melanjutkan tidurnya " Kata Flitz.
" Manisnya suamiku, aku sangat bangga kepadamu " Balas Kerry
Mendengar hal itu membuat Flitz merasa bahwa dia adalah pria yang paling beruntung dalam dunia ini, karena memiliki istri seperti Kerry.
" Istriku sebentar akan kuberitahu dimana kita akan makan malam, ok? " Ucap Flitz sembari tersenyum tipis
" Oke " Jawab Kerry
Lalu mereka beranjak keluar dari kamar dan Kerry mengantarkan suaminya ke depan untuk meninggalkan rumah menuju tempat dia bekerja.
" Semoga kehangatan ini bukan hanya untuk sesaat, ahhh apa yang aku pikirkan, aku akan segera menyimpan rumah dan menyiram tanamanku, sudah lama tak kusirami tanamanku " Imbuh kerry yang menatap Jauh mobil suaminya.
Mengigat kata suaminya yang akan mengirimkan alamat tempat mereka akan makan, kerry pun mengambil Handphone dan menelpon Flitz.
" Hallo, tolong jangan lupa kirimkan alamatnya ya? " Ucap Kerry
" Apa kamu sudah rindu padaku istriku? " Jawab Flitz
" Dasar modus sekali kau Flitz, jangan lupa lokasinya " Ucap Kerry.
__ADS_1
Lalu Kerry pun mengakhiri panggilannya dari ponselnya