Suami Idamanku

Suami Idamanku
Suami Idaman dan Ayah Idaman.


__ADS_3

- Flitz yang cemas semakin cemas memikirkan janin yang ada di perut Kerry.


* Ya, Tuhan! Apa yang harus ku lakukan jika sesuatu terjadi pada istriku dan bayiku.


- Ambulans pin tiba di rumah sakit, kerry di dorong ke UGD, Dwayne juga ikut ke rumah sakit. Dwayne yang melihat Flitz begitu cemas pun memegang bahunya.


¿ Bro, jangan terlalu cemas, kerry pasti baik.


* Terimakasih bro!


¿ Baiklah, sabarlah.


- Dokter keluar dari UGD dan berjalan ke hadapan Flitz.


¤ Tuan, istrimu dan janinnya baik-baik saja.


- Mendengar hal itu Flitz menarik nafas legah, Dwayne yang mendengar hal itu pun kaget.


¿ Apa, Kerry hamil?


¤ Iya benar tuan, sudah 1bulan umur kandungannya.


¿ Wah Flitz, apakah kau mengejar sebuah tim sepak bola?


* Hehe sepertinya begitu bro!


¿ Wah hehehe tak salah juga sih, mamanya juga pun cantik!


* Iya, sangat cantik!


- Flitz dan dwayne yang sedang berbicara pun harus berhenti karena Rutger.


*** Papaaaaa


* Ya rutger?

__ADS_1


*** Mana mama? adek.


* Hhhmmm mama dan adekmu baik- baik saja rutger.


*** Hahhhhh syukurlah. Jika terjadi sesuatu pada mamaku dan adekku engkau akan ku tuntut papa.


* Apa? yang benar saja kau rutger, bagaimana mungkin kau menuntut papamu sendiri?


*** Tentu bisa, karena paoa menikahi mamaku.


- Flitz yang mendengar pernyataan Rutger pun tertawa hancur.


* Anakku, kau persis seperti mamamu, kepala batu!


*** Jangan menghina mamaku yaa awas kau pap!


* Baiklah Tuan kecil, apapun itu asal jangan kau mengambil mamamu dari papa ya!


*** Selama papa baik ke mama, takkan ku lakukan kok!


* Ah yaa dia anak kami!


¿ Iya wajahnya begitu mirip dengan Kerry.


* Tentu saja, lihatlah perlakuannya padaku karena mamanya.


¿ Dia sangat menyayangi mamanya, hati-hati kau Flitz hehehehhe


* Ya, mamanya adalah bidadarinya.


*** Papa, segera tanyakan pada dokter kapan mama boleh pulang?


* Ya, Tuhan! Anakku, mengapa engkau terlihat lebih dewasa dari umurmu?


*** Kenapa ayah? Apakah salah jika aku mengkhawatirkan mamaku?

__ADS_1


* Anak ini? sini papa peluk.


- Flitz pun memeluk Rutger dab berbicara padanya.


* Rutger kata dokter, jika mamamu dibolehkan untuk pulang maka dokter akan mengabari kita. sampe disini paham!


*** Sangat paham papa!


* Pintar anak papa dan mama. Aiya aku berharap kau terus kecil saja, jangan besar ya!


¿ Kamu benar Flitz, masa terindah menjadi orangtua adalah ketika anak-anak kita masih kecil dan rasanya tak ingin mereka besar.


* Ya, mereka mengubah kehidupan juga kita saat yang bersamaan tentunya. Apakah kau juga telah memiliki anak?


¿ Ya, seorang putra namun istriku telah mengambilnya dariku.


* Ah, pasti ada penyebabnya Dwayne. Kamu harus menghargai istrimu agar apa yang menjadi milikmu tetap menjadi milikmu.


- Dwayne yang mendengar Flitz ,berbicara demikian pun tiba-tiba tertawa


¿ Hahahha, Flitz setahuku, dalam dunia bisnis engkau dikenal sebagai sosok yang sangat arogan, tetapi melihatmu hari ini. Ternyata engkau adalah suami idaman dan juga ayah idaman.


* Ya, begitulah. Namun siapa sangka istriku adalah segalanya bagiku. Melihatnya hatiku yang sekeras batu pun menjadi selembut katamu.


¿ Andaikan istriku seperti istrimu.


* Jangan mengingini apa yang bukan milikmu Dwayne, Dosa!


¿ Hehe iya benar maaf. Oke Flitz aku rasa aku harus pergi.


Terimakasih untuk nasihatnya.


* Baiklah, Hati-hati bro!


- Dwayne yang berjalan pulang membayangkan Flitz yang sikapnya begitu baik.

__ADS_1


¿ Huhhhhh istrinya pasti berhati malaikat, Flitz saja semakin manusiawi dalam bertindak.


__ADS_2