
******
Kerry yang bangun kesiangan merasakan sekujur tubuhnya lelah, seperti membajak satu ladang padi dan mengigat apa yang telah terjadi antara dirinya Flitz semalam suntuk bahkan hingga pagi.
Mengigat kejadian itu, wajah Kerry kembali memerah seakan itu pertama kali baginya.
" Arggghhh, untung Rutger bersama ayah, jika tidak ini akan sangat memalukan " Ucap Kerry yang tidak berani membayangkannya.
Kerry yang berjalan turun dari tangga kamar tangga setelah mandi pun, tiba-tiba terhenti melihat sepasang mata indah yang sedang menatapnya dengan penuh kehangatan itu, dan kerry pun kembali melangkah mendekati Flitz dan rutger,
" Kapan kau menjemputnya Flitz? " Tanya Kerry
" Baru saja kembali balas Flitz.
" Yaka Aku merasa bersalah tak ikut menjemputnya " Tutur Kerry( sambil mengambil Rutger dari dalam gendongan Flitz)
" Aku begitu beruntung dapat memiliki istri sepertimu, yang menyayangi keluargaku seperti keluarganya sendiri " Bathin Flitz lalu berjalan mendekati rutger dan kerry dan sambil memeluk keduanya.
" Aku Sangat Bahagia bersamamu kerry, Terimakasih, tetaplah seperti ini ker " Ungkap Flitz.
Mendengar itu kerry yang hanya terdiam-terdiam berubah tersenyum dan menjawab Flitz dengan sangat manis.
" Tetap Bahagia suamiku" Balas Kerry
Flitz pun hanya tersenyum dan hampir gila mengigat aksinya semalam.
__ADS_1
" Ker apakah kau baik-baik adakah yang terluka? " Tanya Flitz
Kerry hanya memberikan senyuman yang mengartikan jika semua baik.
" Oh iya Ker, malam ini ada makan malam bersama perusahaan partner, bolehkah kau ikut denganku? " Tanya Flitz.
" Memangnya jam berapa? " Tanya Kerry
" Jam 7 " Jawab Flitz.
" Baiklah, Jika seperti itu " Balas Kerry
Malam pun telah tiba, dengan segera Flitz dan Kerry mengantarkan Rutger kembali pada kakeknya, dan mereka pun bergegas mengikuti acara tersebut yang diadakan di hotel milik Keluarga Goldwyn.
Setibanya mereka disana pun Flitz segera menarik kursi dan mempersilahkan Kerry untuk duduk
" Pak anda istrimu sangat cantik " Ucap seorang tamu undangan kepada Flitz
" Terimakasih " Balas Flitz
Setelah selesai dengan acara pertemuan, wajah Flitz terlihat sedikit kesal karena mendengar istrinya terus dipuji orang lain pun menjadi murung, melihat wajahnya yang murung membuat Kerry menjadi penasaran
" Flitz kenapa kamu hanya diam? apa yang kau pikirkan? " Tanya Kerry.
" Istriku jika nanti kau ku ajak seperti ini, tolong jangan terlalu cantik dandannya aku tidak suka orang lain memuji istriku " Jawab Flitz
__ADS_1
Kerry pun terkejut dengan ucapan Flitz dan ia pun tertawa Lepas.
" Sekalipun mereka mengatai ku cantik tapi hanya kau seorang yang memiliki ku, benar begitu Tuan CEO? " Tanya Kerry.
Flitz yang sedari tadi murung tiba-tiba ingin mencekram Kerry, karena mendengar nadanya berbicara begitu manis dengan nada manja padanya.
" Baiklah istriku, kamu memang pintar mengambil hatiku " Ujar Flitz.
" Baiklah, apakah kita harus menjemput rutger dulu suamiku? " Tanya Kerry,
" ah iya benar kita akan menjemputnya " Balas flitz.
Rumah Kevin Goldwyn
" Rutger sayang, anak mama, dimana kau nak? " panggil Kerry
" mama " jawab rutger.
Kerry pun berlari dan segera mendapati Rutger dalam pelukannya, melihat hal itu ayahnya sangat bahagia.
" Flitz tolong jaga kebahagiaan ini untuk ayah dan semuanya " Ucap Kevin
" Baik Ayah " itu pasti jawab Flitz.
Flitz pun dengan segera mengendong rutger dan berjalan menuju mobil mereka.
__ADS_1
Terlihat Kerry yang sedang berpamitan pada Ayah mertuanya.
" Ayah, kami pulang dulu ya " Ucap Kerry