
- Setelah menunggu beberapa saat, Tiba-tiba pintu ruangan rutger terbuka dan dokter serta perawat pun keluar. Dokter tersebut pun datang dan menyalami Kerry.
° Selamat Nyonya, Nyonya boleh membawa pulang anak nyonya malam ini.
** Benarkah dok? Bagaimana bisa? Apakah dia telah sehat?
° Untuk saat ini, kami tak menemukan gejala yang akan membahayakannya sehingga kami menggapnya sehat.
- Flitz yang mendengar hal tersebut semakin penasaran..
* Lalu dok, penyakitnya.
° Ah iya Tuan, untuk saat ini penyakitnya tak menunjukkan tanda-tanda apapun juga, kemungkinan besar untuk bertahan hidup masih ada.
- Mendengar kata-kata tersebut, Kerry dan Flitz menarik nafas legah, Ahhh Terimakasoh Tuhan, sambil Flitz berjalan mendekati rutger..
* Ayo nak, kita akan pulang.
*** Benar begitu papa, apakah mama telah meminta agar aku diijinkan pulang?
** Tentu saja Rutger, mama dan papa telah meminta agar mereka memulangkan anak mama ini.
*** Terimakasih pa, ma, Rutger sangat senang.
* Ayo kita pulang.
- Setelah berbicara demikian pun Flitz menggendong Rutger dan Kerry berjalan di belakang mereka menuju mobil, lalu Kevin Goldwyn memanggil mereka
__ADS_1
○ Kerry, Flitz apakah boleh malam ini ayah nginap di rumah kalian?
** Tentu saja boleh ayah, jawab Kerry.
○ Baiklah Ker.
- Mereka pun kembali dalam keadaan bahagia ke rumah mereka. Setibanya mereka di rumah, para pelayan telah menyambut kepulangan mereka, makan malam pun telah disediakan...
** Rutger ayo kita makan, ajak Kerry
*** Ayoo mama, Papa, Kakek dan paman Nick ayo kita makan! Ajak Rutger
* Haeeee baiklah ayo makan.
- Setelah makan masing-masing berjalan ke kamarnya, Kerry dan Flitz mengantar Rutger ke kamarnya dan menemaninya hingga tidur.
- Kerry yang baru saja melangkah dikejutkan oleh flitz yang sedang berdiri sambil memegang seikat bunga ditanganya.
* Untukmu istriku.
** Apa- apaan ni Flitz? Apakah ada perayaan khusus?
* Tidak ada tetapi mulai sekarang aku akan memberimu bunga setiap saat.
** Benarkah suamiku?
- Kerry pun bertanya pada Flitz sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher Flitz.
__ADS_1
* Tentu benar istriku, aiya mengapa kau selalu menggoda imanku Kerry, mengapa kau selalu mempesona?
Untung saja kau sedang mengandung anakku, jika tidak kau akan ku makan habis malam ini Ucap Flitz.
- Setelah berkata demikian Flitz manaruh kedua tangannya pada leher Kerry dan mulai mencium bibirnya dalam-dalam.
* Ahhhhh, kau selalu menggodaku Ker, apalah daya.
- Kerry hanya membuka bola matanya lebar-lebar melihat tingkah gila Flitz padanya setiap kali ada kesempatan. Setelah menciumnya, Flitz pun mencium keningnya.
* Ayo kita tidur istriku, kau sangat capek pastinya Kata Flitz.
** Yayayaya aku memang capek Flitz, capek mengatur pernapasanku. Mengapa kau selalu liar Flitz?
* Aku liar pun pada istriku seorang?
** Kau selalu gombal Flitz.
* Aku selalu gombal dan kau selalu termakan gombalanku kan?
** Sialan kau Flitz. Jangan-jangan anak ini hanya hasil gombalanmu juga Flitz.
* Anakku tak tahu apapun jangan kaitkan dengannya, aku Mencintaimu dan anak itu adalah buah Cinta Kita Kerry.
** Aku menyukaimu ketika engkau sedang serius.
- Flitz pun menarik Kerry, dan mulai menciumi sekujur tubuhnya dan memegang perut Kerry sambil mencium-menciumnya dan berkata
__ADS_1
* Anakku maafkan Papa, Papa sedang bersemangat malam ini untuk menyenangkan mamamu yang begitu membuat papa selalu terpesona.