
- Flitz yang sedang cemas, akhirnya ingat bahwa dia harus memberitahu ayahnya, Flitz pun segera mengambil handphoenya dan segera menghubungi ayahnya.
- bip bip handphone Kevin Goldwyn pun berbunyi.
○ Hallo Flitz!
* Hallo Ayah!
○ Mengapa suaramu terdengar cemas nak?
* Ayah, aku saat ini sedang berada di rumah sakit yah, Rutger mengalami sesak napas semenjak pagi tadi.
○ Benarkah? kirimkan alamatnya, Ayah akan segera kesana.
- Kevin pun segera menerima alamat lokasinya dan segera menuju rumah sakit tempat dimana rutger dirawat.
○ Flitz panggil Kevin Goldwyn
* Ayah...
- Kevin yang melihat Wajah Flitz, terlihat jelas wajah anaknya cemas.
○ Kau jangan terlalu cemas nak, kau juga harus memikirkan kondisimu saat ini nak.
* Ayah aku begitu cemas, karena aku tak tahu siapa yang akan membantuku untuk menjaga istri dan anakku. Terutama kerry yah.
○ Ada apa dengan Kerry, Tanya Kevin pada Flitz.
* Ah iya, aku lupa memberi tahu ayah, subuh tadi Kerry tubuhnya demam dan menggigil sehingga aku menghubungi dokter keluarga kita, dan kabar baiknya adalah, saat ini kerry sedang mengandung anakku, janinnya telah berumur 1 bulan ayah.
__ADS_1
○ Benarkah Flitz? Wah aku benar-benar bahagia mendengar bahwa putraku akan menjadi seorang ayah dan aku akan menjadi kakek dari anakmu Flitz, tetapi aku juga sedih melihat keadaan Rutger.
* Ayah, oleh sebab itu aku sangat tertekan, aku takut aku tak bisa merawat keduanya dengan baik ayah.
○ Flitz, kata siapa kamu tak bisa? Perusahaan yang begitu besar memiliki cabang dimana-mana saja dapat kau tangani.
* Ayah, Kerry dan Rutger bukanlah Perusahaan, mereka adalah bagian terpenting dari hidupku ayah.
○ Baiklah, maafkan ayah Flitz..
Ahhh, sejak kapan anakku semakin Bijak dalam menanggapi kehidupan ini.
* Ayah, jangan bercanda.
○ Baiklah apa kata dokter tentang rutger.
- Flitz dan ayahnya pun berbicara dan berbicara sehingga mereka tak menyadari seorang perawat akan masuk untuk memeriksa rutger, perawat tersebut pun menyahutkan suaranya.
○ Ah iya nona.
¤ Permisi tuan, aku akan memeriksa keadaan pasien.
○ Silahkan lakukanlah, pastikan dia dalam keadaan yang baik-baik saja.
¤ Baik jawab perawat tersebut.
○ Flitz, apakah kau telah menghubungi Kerry?
* Terimakasih ayah telah mengigatkanku, aku hampir lupa untuk menghubunginya.
__ADS_1
- Kerry yang sedang beristirahat di rumah pun dikagetkan oleh telepon masuk dari Flitz. Dengan cepat Kerry menjawabnya dengan suara parau...
** Hallo Flitz....
* Kerry, bagaimana kabarmu? apa kau baru bangun tidur?
** Aku baik Flitz, ahh iya aku baru bangun ini, maaf aku ketiduran.
* Tak apa kerry, aku senang kau istirahatlah.
** Apa kau membutuhkan sesuatu Flitz?
* Ohh aku takpapa Ker, Ayah ada disini bersamaku, kami akan menjaga rutger.
** Huh... Syukurlah kalau begitu. Flitz jika engkau membutuhkan sesuatu tolong beritahu aku, akan ku siapkan dan meminta pelayan mengantarkannya padamu.
* Baiklah, sekarang kau istirahatlah dan jangan lupa untuk makan, tolong jaga anakku Kerry.
** Baiklah, aku merindukanmu.
- Flitz yang mengakhiri panggilan pun merasa tak tenang karena Kerry mengatakan bahwa dia merindukannya.
○ Sudah kau hubungi Kerry?
* Iya ayah, Kerry bertanya apa kau membutuhkan sesuatu atau ingin memesan makanan? Jika iya, akan kerry buatkan dan menyuruh pelayan mengantarkannya kemari ayah.
○ Kalian sudah memiliki Pelayan?
* Ah mereka adalah petugas hotel yang kemarin membantu di rumah ayah, hanya saja setelah melihat kondisi saat ini Kerry sedang hamil, sehingga aku memutuskan meminta mereka membantu Kerry di rumah ayah.
__ADS_1
○ Kau semakin Bijak Flitz, Ayah bangga padamu.