Suami Idamanku

Suami Idamanku
Istriku Sangat Hebat!


__ADS_3

" Mama " Seru Rutger


" Hhmmm " Sahut Kerry


" Mama, maafkan kami ma " Ucap Rutger sembari mendekati Kerry


" Kau ini semenjak kau pindah ke Belgia, kau semakin lancang nak! " Balas Kerry


" Iya ma, Rutger mengaku salah, tapi jangan menghukum kami seperti ini ma " Lanjut Rutger


" Siapa yang menghukummu kak? " Tanya Kerry


" Bukannya mama sudah menghukum kami dengqn berbicara seperti tadi? " Tanya Rutger kenbali kepada Kerry


" Papa, lihat ini anak tertuamu malah memberikan pertanyaan di atas pertanyaan kepada mama ni papa " Teriak Kerry kepada Flitz


" Apalagi sih ma? " Tanya Flitz yang baru saja keluar dari dapur mengambil secangkir kopi di tangannya


" Ini pa, bukannya meminta maaf, putramu malah memberikan pertanyaan di atas pertanyaan kepada mama " Jawab Kerry kepada Flitz


" Kaka, apa benar yang diucapkan mama? " Tanya Flitz kepada Rutger


Rutger hanya terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Flitz


" Kan papa lihat sendiri, dia malah tak bisa menjawab pertanyaan papa, bukankah itu artinya benar pa? " Ucap Kerry

__ADS_1


" Mama, Agnes mohon maafkan kaka semua ini karena ulah agnes, bukan kaka yang memulainya " Ucap Agnes memeluk Kerry


" Pa, sepertinya papa suruh saja itu aspri papa Om Nick untuk mencari tahu siapa saja teman-teman mereka, biar kita hilangkan saja " Lanjut Kerry sambil mengedipkan matanya kepada Flitz


" Mama, jangan mama sama kaka " Ucap Kenzo memeluk-meluk Kerry


" Kenzo jangan ikut campur, ini urusan antara papa, mama dan kakak-kakak Kenzo " Ucap Flitz langsung menggendong Kenzo dari pangkuan Kerry


" Mama jahat! " Teriak Agnes lalu berlarian menuju ke kamarnya


" Siapa yang mengijinkanmu kembali ke kamar, kembali kesini urusan kita belum selesai! " Ucap Kerry dengan nada tegas, membuat langkah Agnes terhenti


" Tapi ma " Seru Agnes


" Tak ada tapi-tapian " Balas Kerry


Rutger dan Agnes semakin terdiam mendengar ucapan Kerry, mereka semakin ketakutan karena ini adalah kali pertamanya, bagi mereka melihat Kerry bersikap begitu tegas terhadap mereka


" Mama, aku mohon tolong maafkan kami, kami janji takkan mengulang hal yang seperti tadi " Ucap Rutger mencoba meyakinkan Kerry


" Apa katamu kak, kalian berjanji? " Tanya Kerry


" Iya ma, kami janji " Jawab Rutger dan Agnes bersamaan


" Baiklah, apa kopensasi yang akan kalian terima jika suatu hari kalian kedapatan melanggar janji kalian? " Tanya Kerry dengan wajah yang sangat serius

__ADS_1


" Gil@ istriku sangat hebat dalam memainkan perasaan anak-anak kami ini, aku yakin mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menghargai orangtua " Bathin Flitz


" Kami siap untuk bersekolah di rumah dan tidak memiliki teman " Jawab Rutger dan Agnes bersamaan


" Apa kalian yakin? Apa kalian jamin takkan melanggar ucapan kalian itu? " Tanya Kerry kembali kepada Rutger dan Agnes


" Kami janji mama, kami takkan melakukan sesuatu yang akan membuat hati papa dan mama terluka " Jawab Rutger


" Apa kau juga akan memberi jawaban yang sama seperti yang dikatakan kakakmu, atau kau memiliki jawaban yang lain Agnes? " Tanya Kerry kepada Agnes yang kala itu belum memberikan jawabannya kepada Kerry


" Mama, aku tidak bisa berjanji ma! " Jawab Agnes


" Kenapa tidak bisa? " Tanya Kerry


" Karena janji itu akan menyakitkan apabila tidak tepati ma " Jawab Agnes


" Lalu apa Jawabanmu? " Tanya Flitz yang penasaran dengan pemikiran putrinya Agnes


" Aku tidak akan berjanji ma, pa tapi aku akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi yang bisa diandalkan oleh keluargaku, terutama untuk papa dan mama " Jawab Agnes dengan suara yang sangat lantang


Flitz dan Kerry punsaling bertatapan setelah mendengar ucapan Agnes


" Dia sangat persis denganmu Kerry, aku sangat bangga padamu nak " Bathin Flitz


" Jawabanmu tidak buruk nak, baiklah papa dan mama akan memegang ucapan kalian, jika suatu hari kalian kedapatan melanggarnya, maka akibatnya akan sangat fatal dari yang kalian yang pikirkan " Ucap Flitz

__ADS_1


" Baiklah karena kalian sudah berjanji, maka mama dan papa tidak memiliki alasan untuk menghukum kalian lagi, lagipula kalian adalah anak-anak kesayangan kami " Ucap Kerry dengan tersenyum lebar


Dan mereka pun akhirnya berpelukan


__ADS_2