
" Mama " Seru Rutger
" Hhmmm " Sahut Kerry
" Mama, maafkan kami ma " Ucap Rutger sembari mendekati Kerry
" Kau ini semenjak kau pindah ke Belgia, kau semakin lancang nak! " Balas Kerry
" Iya ma, Rutger mengaku salah, tapi jangan menghukum kami seperti ini ma " Lanjut Rutger
" Siapa yang menghukummu kak? " Tanya Kerry
" Bukannya mama sudah menghukum kami dengqn berbicara seperti tadi? " Tanya Rutger kenbali kepada Kerry
" Papa, lihat ini anak tertuamu malah memberikan pertanyaan di atas pertanyaan kepada mama ni papa " Teriak Kerry kepada Flitz
" Apalagi sih ma? " Tanya Flitz yang baru saja keluar dari dapur mengambil secangkir kopi di tangannya
" Ini pa, bukannya meminta maaf, putramu malah memberikan pertanyaan di atas pertanyaan kepada mama " Jawab Kerry kepada Flitz
" Kaka, apa benar yang diucapkan mama? " Tanya Flitz kepada Rutger
Rutger hanya terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Flitz
" Kan papa lihat sendiri, dia malah tak bisa menjawab pertanyaan papa, bukankah itu artinya benar pa? " Ucap Kerry
__ADS_1
" Mama, Agnes mohon maafkan kaka semua ini karena ulah agnes, bukan kaka yang memulainya " Ucap Agnes memeluk Kerry
" Pa, sepertinya papa suruh saja itu aspri papa Om Nick untuk mencari tahu siapa saja teman-teman mereka, biar kita hilangkan saja " Lanjut Kerry sambil mengedipkan matanya kepada Flitz
" Mama, jangan mama sama kaka " Ucap Kenzo memeluk-meluk Kerry
" Kenzo jangan ikut campur, ini urusan antara papa, mama dan kakak-kakak Kenzo " Ucap Flitz langsung menggendong Kenzo dari pangkuan Kerry
" Mama jahat! " Teriak Agnes lalu berlarian menuju ke kamarnya
" Siapa yang mengijinkanmu kembali ke kamar, kembali kesini urusan kita belum selesai! " Ucap Kerry dengan nada tegas, membuat langkah Agnes terhenti
" Tapi ma " Seru Agnes
" Tak ada tapi-tapian " Balas Kerry
Rutger dan Agnes semakin terdiam mendengar ucapan Kerry, mereka semakin ketakutan karena ini adalah kali pertamanya, bagi mereka melihat Kerry bersikap begitu tegas terhadap mereka
" Mama, aku mohon tolong maafkan kami, kami janji takkan mengulang hal yang seperti tadi " Ucap Rutger mencoba meyakinkan Kerry
" Apa katamu kak, kalian berjanji? " Tanya Kerry
" Iya ma, kami janji " Jawab Rutger dan Agnes bersamaan
" Baiklah, apa kopensasi yang akan kalian terima jika suatu hari kalian kedapatan melanggar janji kalian? " Tanya Kerry dengan wajah yang sangat serius
__ADS_1
" Gil@ istriku sangat hebat dalam memainkan perasaan anak-anak kami ini, aku yakin mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menghargai orangtua " Bathin Flitz
" Kami siap untuk bersekolah di rumah dan tidak memiliki teman " Jawab Rutger dan Agnes bersamaan
" Apa kalian yakin? Apa kalian jamin takkan melanggar ucapan kalian itu? " Tanya Kerry kembali kepada Rutger dan Agnes
" Kami janji mama, kami takkan melakukan sesuatu yang akan membuat hati papa dan mama terluka " Jawab Rutger
" Apa kau juga akan memberi jawaban yang sama seperti yang dikatakan kakakmu, atau kau memiliki jawaban yang lain Agnes? " Tanya Kerry kepada Agnes yang kala itu belum memberikan jawabannya kepada Kerry
" Mama, aku tidak bisa berjanji ma! " Jawab Agnes
" Kenapa tidak bisa? " Tanya Kerry
" Karena janji itu akan menyakitkan apabila tidak tepati ma " Jawab Agnes
" Lalu apa Jawabanmu? " Tanya Flitz yang penasaran dengan pemikiran putrinya Agnes
" Aku tidak akan berjanji ma, pa tapi aku akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi yang bisa diandalkan oleh keluargaku, terutama untuk papa dan mama " Jawab Agnes dengan suara yang sangat lantang
Flitz dan Kerry punsaling bertatapan setelah mendengar ucapan Agnes
" Dia sangat persis denganmu Kerry, aku sangat bangga padamu nak " Bathin Flitz
" Jawabanmu tidak buruk nak, baiklah papa dan mama akan memegang ucapan kalian, jika suatu hari kalian kedapatan melanggarnya, maka akibatnya akan sangat fatal dari yang kalian yang pikirkan " Ucap Flitz
__ADS_1
" Baiklah karena kalian sudah berjanji, maka mama dan papa tidak memiliki alasan untuk menghukum kalian lagi, lagipula kalian adalah anak-anak kesayangan kami " Ucap Kerry dengan tersenyum lebar
Dan mereka pun akhirnya berpelukan