
Saat ini Flitz dan Kevin sangat tegang menunggu pesan dari Chris.
📩 +31 654×××××
Saya akan menunggu anda
Di rumah tua, dekat mall pusat kota
Chris.
Kevin yang menerima isi pesan dari Chris pun, segera memberitahu Flitz untuk menginfokan kepada anak buahnya.
" Flitz, kau berhati²lah, jangan lupa menghubungi Polisi " Ucap Kevin lalu berjalan keluar menaiki mobilnya dan melaju pergi.
" Kalian bersiaplah, kita akan segera mengikuti mobil ayah " Ucap Flitz kepada anak buahnya.
Dengan segera mereka meninggalkan rumah dan pergi untuk membawa kembali Rutger.
Kevin telah berada disana dan mulai melihat-lihat di sekitarnya, karena tak ada seorang pun disana.
PLOK PLOK PLOK
Suara tepukan Chris dari Jauh.
" Kau sangatlah pemberani ayah mertua " Ucap Chris yang berjalan mendekatinya.
" Mana cucuku, ini tas ini berisikan semua uang yang kau inginkan, tetapi kembalikan dulu cucuku " bentak Kevin
" Tenang, sabar, jangan terburu-buru, bukankah aku juga pernah menjadi anggota keluargamu " Ucap Chris kecut
" Kau jangan bermain- main denganku " Teriak Kevin
" Kakek " Panggil Rutger.
"Cucuku " Sahut Kevin sembari mencari arah suara milik rutger
" Kau memang adalah kakeknya, Cucumu itu sangat kasar padaku, dia bahkan membetakku, Cihhh kalian keluarga Goldwyn sangatlah buas " Ucap Chris dengan senyuman sinis
Sementara Flitz yang mendengar semua ucapan Chris dari penyadap suara yang ada pada tubuh Kevin, semakin membara emosinya.
" Kau tunggu saja, apa saja bisa ku lakukan untuk menghancurkan mulut bodohmu itu " Gumam Flitz.
" Mana uangnya, berikan kepadaku " Bentak Chris kepada Kevin
" Ambilah ini, dasar mata duitan " Teriak Kevin sambil melemparkan tas ke arah Chris.
" Bawa keluar dia " Sahut Chris
__ADS_1
Terlihat Rutger di bawah keluar dari sudut yang gelap menuju Chris.
" Rutger, cucuku " panggil Kevin ingin berjalan mendekatinya.
" Eitsss berhenti disana atau ku tembak kepalanya " ucap Chris dan mengokang pistol di tangannya dan berjalan mendekati Kevin
" Dasar pria tak waras, beraninya kasar terhadap anak kecil dan kakekku " Teriak Rutger
" Diam kau, atau ku hancurkan mulut kecilmu itu " Bentak Chris
" Lihatlah pria yang mengaku sebagai ayahku ini, jika papaku mengetahui kau menjahatiku dan kakekku, maka bersiaplah! Kehancuranmu telah tiba " Ucap Rutger sembari tersenyum tipis.
Kevin yang mendengar ucapan Rutger hanya terdiam, karena tak ingin membahayakan nyawa cucunya itu.
" Berani sekali kau, tak peduli lagi kau darah dagingku atau bukan, kau akan ku akhiri " Ucap Chris dan mendaratkan ujung pistolnya tepat di dahi Rutger
" Apa yang kau lakukan pada cucuku, lepaskan dia! Dasae keparat! " Teriak Kevin
" Cihhh deama busuk " Sahut Chris dengan memangangi lengan Rutger dan bersiap untuk mengklik pistolnya.
" Kalian bersiaplah kita akan menyerang " Ucap Flitz kepada anak buahnya.
" Kakek, tolong aku, Papa, Mama, Agnes bantu Rutger " Panggil Rutger dengan tangisan yang telah pecah.
" Rutger cucuku, maafkan kakek nak, Kakek tak bisa membantumu, tetapi Papamu pasti bisa " Ucap Kevin
Chris pun berjalan mendekati Kevin dan akan menendangnya.
BUK, sebuah pukulan dari Flitz mendarat di lengan Chris. Chris pun melepaskan pistolnya, Flitz pun mengeluarkan peluru yang berada di dalam pistolnya.
" Berani sekali kau, ingin menyentuhkan tangan kotormu ini pada tubuh ayahku, heeeee " erangan Flitz terdengar mengerikan karena begitu emosi.
" Papa " Panggil Rutger
" Kau tunggulah nak, papa akan membereskan tikus got ini dulu " Sahut Flitz kepada Rutger
Rutger pun dengan segera digendong oleh Kevin dan berjalan menuju mobil, sedangkan flitz dan anak buahnya mengurus Chris dan anak buahnya.
" Lepaskan aku kalian keluarga Goldwyn memang buas " sahut Chris
" Diam kau, atau akan ku hancurkan tenggorokanmu " Bentak Flitz
" Cihh, ternyata benar ucapan Rutger kau akan mematahkan tenggorokanku " balas Chris
Karena emosi, Flitz meremas leher Chris hingga sesak. Rasanya Flitz akan mematahkan kerongkongannya dalam hitungan detik
Chris hanya mengerang kesakitan dan memberontak minta dilepaskan.
__ADS_1
Niuw, Niuw Bunyi sirene mobil polisi yang telah berada di lokasi.
Flitz pun meremas Chris dari lehernya dan membawanya keluar untuk di serahkan kepada polisi.
" tolong tahan dia dan jangan pernah melepaskannya " ucap Flitz lalu berjalan menaiki mobilnya dan pergi.
" keparat kau Goldwyn " Teriak Chris dengan nada kesakitan.
Flitz pun melajukan mobilnya untuk mengejar mobil milik Kevin.
Mereka semua telah tiba di rumah milik Kevin, dengan segera Rutger keluar dari mobil dan berlari menuju dalam rumah karena telah merindukan Kerry dan agnes.
" Mama, Agnes! Aku sudah kembali " Panggil Rutger
Kerry yang posisinya sedang tertidur di kamar Agnes pun terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara rutger
" Apa karena terlalu merindukannya, hingga tidur pun aku dapat mendengar suaranya, Nak dimana kau nak, Mama sangat rindu " gumam Kerry di atas ranjang.
" Aku disini mama " Ucap Rutger dari pintu
" Astaga Anakku kau telah kembali " Ucap Kerry dan bangkit dari ranjang Agnes dan berlari mendapati Rutger.
" Ya Tuhan, mama tak percaya kau telah kembali, maafkan mama nak, mama tidak menjagamu dengan baik, Apa pria itu menyakitimu, apa papamu memberikannya pelajaran yang setimpal " Tanya Kerry Panik
" Mama " Sahut Rutger
" Ah sudah, jangan di ceritakan! Lupakan saja mama tak ingin mendegarnya " Ucap Kerry menahan tangisnya.
" Mama, apakah kau tahu bahwa Ayah dan kakek adalah pria² yang sangat hebat, aku sangat bangga menjadi anak papa dan cucu kakek " Ucap Rutger dengan tersenyum lebar
Flitz dan Nielsen yang melihat kedekatan Kerry dan Rutger hanya dapat tersenyum puas, karena telah mempertemukan anak mama itu.
" Apa kalian melupakan kami " tanya Flitz sambil berjalan mendekati Kerry dan rutger
Rutger pun berlari dan mengantung dirinya di pundak Flitz.
" Papaku adalah yang terhebat, salah pria itu sudah ku katakan jika papa dan kakekku tahu maka kerongkongannya bisa hancur " Sahut Rutger
Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rutger.
" Ah aku harus menemui adikku, aku sudah merindukannya " gumam Rutger melepaskan pundak ayahnya dan berjalan menuju kamar Agnes
Kevin, Kerry dan Flitz hanya saling memandangi dan tersenyum.
Â
" Minta Votenya Kaka "
__ADS_1
Â