Suami Idamanku

Suami Idamanku
Perang Dunia Ke III


__ADS_3

Setiap hari hati Flitz dipenuhi dengan kebahagiaan karena apapun yang dilakukannya mulai dari mengantar Rutger, hingga segala aktifitasnya di perusahaan Kerry selalu berada disana untuk menemaninya


" Sayang.... " Seru Kerry


" Ya..... " Sahut Flitz


" Aku ingin makan pasta carbonara " Ucap Kerry


" Oke ayo kita lakukan sayang " Ajak Flitz


Setelah makan Flitz membawa pulang Kerry untuk beristirat


Saat akan beristirahat, Flitz dikejutkan dengan Kerry yang hanya menggunakan baju tidur dan perut buncitnya terlihat membuatnya tak bisa menahan hasratya.


" Ya, Tuhan! Istriku ini meskipun sedang hamil tetapi sangat menggoda! " Bathin Flitz


Flitz pun berjalan mendekati Kerry yang sedang berdiri di balkon lalu memeluknya dari belakang


" Eh sayang kau disini " Ucap Kerry yang terkejut dari lamunanannya


" Dimana lagi, jika aku menghilang kau akan menangis bukan? " Tutur Flitz.


" Jangan seperti itu sayang, berhentilah menggodaku" Balas Kerry


Kerry yang membelakangi Flitz, telah membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Kerry Flitz


Kerry dan Flitz saling menatap dengan pandangan yang begitu dalam, angin sepoi-sepoi meniup wajah Kerry dan rambutnya yang terurai panjang, membuat Kerry terlihat begitu sexi di mata Flitz.


Flitz yang sejak tadi mencoba untuk menahan hasratnya, kini ia tak mampu lagi untuk menahannya, seperti jiwanya merontak-rontak untuk segera memakan Kerry.


" Sayang " Bisik Flitz di telinga Kerry


Bisikan Flitz itu membuat seluruh bulu kuduk Kerry merinding disko


" Ya sayang " Jawab Kerry


" Bolehkah aku? " Tanya Flitz

__ADS_1


Kerry hanya menatap Flitz dengan debaran di dalam hatinya membuat Kerry tak dapat menolak keinginan Flitz


Tanpa menunggu lama Flitz pun memulai aksinya


Flitz menaruh kedua tangannya tepat di pinggung Kerry lalu menggendongnya menuju kamar.


Mereka pun mulai larut dalam ciuman yang begitu mesra, yang terdengar hanyalah desahan nafas diantara keduanya


" Ker, Sayang, Istriku bolehkah aku? " Tanya Flitz


" Lakukan saja dan tak usah bertanya lagi " Jawab Kerry


" Apa itu tak akan menyakitimu? " Tanya Flitz sekali lagi


" Sudah terlanjur, lakukan saja Flitz " Jawab Kerry kepada Flitz dengan nafas yang sudah terengah-engah


Lalu dengan segera Flitz menggendong Kerry dan meletakkannya di atas ranjang dan dengan perlahan Flitz mulai melepaskan pakaian yang digunakan kerry


Flitz pun mulai mengecup seluruh tubuh kerry dari ujung kaki hingga bagian intimya dan tanganya mulai memainkan irama pada gunung kembar milik kerry


" Sebut namaku? " Bisik Flitz


" Flitz " Ucap Kerry


Flitz yang mendengar namanya disebut itu, semakin bersemangat, rasanya tubuhnya seperti dialiri aliran listrik


Flitz semakin berhasrat dan menggila, apalagi melihat tingkah istrinya. Kerry yang mendesah keenakan pun semakin mendesah dibuat Flitz.


" Sepertinya malam ini Flitz sangat liar " Bathin Kerry


Flitz dan Kerry pun akhirnya selesai dan sekujur tubuh mereka dipenuhi keringat dan terbaring lemas diatas ranjang.


Flitz pun membalikkan tubuhnya dan memandangi jam dinding di kamar mereka yang telah menunjukkan pukul 03.00 pagi


Flitz pun mengusapi perut buncit Kerry dan memeluknya hingga mereka pun tertidur, setelah melakukan perang dunia ke III yang sangat melelahkan itu.


****

__ADS_1


Keesokan harinya, Kerry yang terbangun dan tak mendapati Flitz disisinya pun mulai menangis tersedu-sedu.


Flitz yang sedang mandi pun segera keluar dan mendapati istrinya sedang menangis


" Aiiii, Aigo istriku! masih pagi tahu, jika ada orang mendengar mereka akan berpikir aku menyiksamu sepagi ini, ayo mandi sayang " Ajak Flitz


" Baiklah " Balas kerry


Setelah mandi, Kerry keluar dan mengganti pakaiannya lalu mulau mencari-cari Flitz dan menangis


" Sayang aku disini, aku takkan meninggalkamu, aku hanya mencari udara segar " Ucap Flitz yang sedang berdiri di balkon


" Maafkan aku, aku takut kehilanganmu. Ayo kita turun untuk melihat rutger " Ajak kerry.


" Baiklah, ayo turun " Balas Flitz


Flitz pun mengengam tangan kerry lalu mereka turun


" Kau terlihat sangat cantik pagi ini, istriku " Ucap Flitz


" Benarkah? " Tanya Kerry


" Tentu saja, istriku itu sangat cantik " Jawab Flitz


" Terimakasih Suamiku " Balas Kerry.


⚠️ Jangan Lupa Like, Coment dan Vote ⛔


( Agar Author Semakin Semangat Untuk Menulis)


Terimakasih Readers ⚘


 


"SELAMAT MEMBACA"


 

__ADS_1


__ADS_2