Suami Idamanku

Suami Idamanku
Kurangi Kecemasanmu.


__ADS_3

- Setelah Flitz mengurus segala prosedurnya pun, dengan segera mereka memindahkan Rutger ke ruang inap, Flitz yang melihat Rutger tak menyadarkan diri dan menggunakan selang disekujur tubuhnya tak habis memikirkannya, karena baginya mereka baru saja tertawa bersama-sama dan sekarang Rutger terlihat tak berdaya.


Apa ini Tuhan, tanya Flitz dalam hatinya.


- Beruntung saat ini Flitz sedang libur, sehingga dengan leluasa Flitz akan mengurus Rutger dan juga pulang untuk melihat keadaan Kerry.


- Kerry yang sedang berada di rumah, tak dapat beristirahat pikirannya hanya tertuju pada Rutger.


** Ah entah apa yang mereka lakukan di rumah sakit.


- Tanya Kerry dalam benaknya. Terdengar suara seorang pelayan yang memanggilnya, nyonya kerry Nyonya....


** Ahhh iya ada apa ya?


☆ itu nyonya, kami ingin menjemput tuan kecil.


** Oh begitu, lalu?


☆ Iya nyonya, jadi kami ingin meminta bantuan nyonya untuk menghubungi Tuan besar, apakah sudah diperbolehkan untuk di jenguk atau tidak?


** Ah itu, baiklah tunggu sebentar, aku akan menelponnya.


☆ Terimakasih Nyonya.


- Kerry pun menggunakan kesempatan itu untuk menelpon Flitz, sekalian aku juga bisa mengetahui keadaan Rutger saat ini


** Hallo Flitz...


* Hallo Ker, gimana? apa kamu baik? ada yang sakit?


** Aku tidakpapa Flitz, apa kamu sudah makan? Jika belum aku akan memasak dan meminta pelayan untuk mengantarkannya padamu.

__ADS_1


* Ahhh aku begitu lapar ker. Antarkanlah!


** Oke, btw Rutger sudah dipindahkan? Boleh di jenguk??


* Suaramu terdengar begitu bersemangat.


** Ahh iya, pelayan-pelayan di rumah ingin menjegukinya.


* Baiklah datanglah.


- Setelah menelpon, Kerry pun memadamkan hpnya dan merasa sedikit lega, karena mendengar segala halnya baik.


Lalu kerry pun memanggil seseorang pelayan untuk membantunya masak dan memberi tahu merema untuk menjenguk rutger.


- Setelah memasak, Kerry membungkus makanan untuk dibawakan pada Flitz.


** Kaka, ini nanti tolong berikan pada tuan ya. Oh iya jangan lupa belikan buah juga susu untuk rutger dan supir yang akan mengantar kalian.


** Iya, Hati-hati.


- Setelah kerry menyaksikan kepergian para pelayannya.


Kerry pun berjalan menuju ke kamar Rutger.


** Ah anakku, aku sudah merindukanmu, cepatlah pulang, kau pantasnya tidur dalam kamar ini, bukan di rumah sakit.


- Kerry yang ingin menangis tiba-tiba memegang perutnya dan menguatkan dirinya mengigat apa yang telah dikatakan Flitz hari ini padanya.


** mengapa hariku terasa begitu sunyi, tanya kerry dalam hatinya.


- Kerry pun segera mengambil hpnya sembari ingin menghubungi Flitz untuk menanyakan apakah Flitz telah memakan makanan yang dititipnya.

__ADS_1


** Halo, Flitz apakah kau disana??


* Kerry, iya aku disini.


** Apakah para pelayan itu telah sampai?


* Ah ya mereka baru saja ku suruh kembali ke rumah untuk mememanimu.


** Benarkah Flitz?


* Benar ker.


** Ah iya aku benar-benar merasa kesepian Flitz.


* Kau yang sabar ker, setelah doktet mengatakan bahwa rutger boleh pulang, maka kami akan segera pulang untuk menemanimu.


** Baiklah, aku lega Flitz.


* Istirahatlah kerry, Kau harus banyak istirahat dan kurangi kecemasanmu.


** Baiklah Flitz, aku akan menutup teleponnya.


Sampai Ketemu.


* Baiklah ker.


- Setelah melakukan panggilan, Kerry pun segera menuju ke kamar untuk beristirahat. Sambil memikirkan segalanya di dalam hatinya.


- Aku harus kuat, aku memiliki anak-anak.


- Disisi lain Flitz berpesan pada para pelayan, agar tidak membuat Kerry cemas dengan memberitahukan keadaan rutger yang telah mereka lihat di ruangan perawatannya.

__ADS_1


- Huh.... Mengapa hidup begitu rumit akhir- akhir ini tanya Flitz.


__ADS_2