Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
BERKELILING 2


__ADS_3

Hae Seok masih terheran dengan Bo Ra, dia dapat dengan mudahnya mendapatkan uang memanfaatkan bahan-bahan yang ada.


Mereka bertiga keluar toko dan berkeliling, kemudian Bo Ra menghentikan langkahnya.


"mau kemana kita sekarang?" tanya Bo Ra


"hanya mengajakmu berkeliling seperti ini, aku ingin melihat bagaimana keadaan rakyatku dalam menjalani hidupnya." jawab Hae Seok singkat, yang dibalas anggukan oleh Bo Ra dan memberikan isyarat tangannya kedepan menyuruh Hae Seok berjalan terlebih dahulu


"oiyaa bukankah malam ini kau ada pertemuan dengan putri mahkota dari kerajaan matahari?" tanya Bo Ra yang tidak dijawab oleh Hae Seok


Bo Ra kemudian melanjutkan langkahnya mengikuti Hae Seok dan melihat sekeliling, saat itu dia merasa iba melihat seorang nenek berjalan ngesot, dia bergegas menghampiri nenek itu.


"nenek, nenek mau kemana?" tanya Bo Ra halus


"aku ingin membeli makanan cu, aku belum makan selama dua hari." ucap nenek itu


"kenapa nenek tidak meminta anaknya untuk memasak atau membeli? " tanya Bo Ra


"anakku seorang pedagang, sudah dua hari ini dia belum kembali." jawab nenek


"nenek tunggu disini dulu bersama kedua temanku ya, aku akan membelikan nenek makanan." ucap Bo Ra yang berpamitan dengan Da Eun untuk membeli makanan dan meminta menunggu nenek


Tidak butuh waktu lama, Bo Ra sudah kembali dengan sekantong ubi rebus untuk nenek dan menyuruhnya untuk segera makan, nenek itu sangat lahap memakan ubi itu karena dia sudah sangat kelaparan. Masyarakat disekitar memandangi Bo Ra dan nenek itu.


"bukankah itu wanita yang menolong proses melahirkan kemarin?" gumam mereka


"benar-benar.. dia sungguh baik hati." gumam mereka


Hae Seok mendengar itu semua, dia semakin kagum dengan sikap Bo Ra yang menolong tanpa pamrih dan tidak melihat atau memilih siapa yang ditolongnya.


"kaki nenek kenapa?" tanya Bo Ra


"aku sudah tidak bisa menggerakan kakiku cu." jawab nenek itu yang menghentikan makannya sebentar dan melanjutkannya lagi


"apakah sudah lama?" tanyanya lagi


"belum lama, akhir musim semi aku mengalami seperti ini." jawabnya

__ADS_1


"ini bisa diobati dengan akupunktur." pikirnya dalam hati, tapi dia tidak memiliki alat akupunktur, dia pernah mengobati pasien dengan akupunktur dua kali, itupun dia hanya mempelajari dengan membaca dan melihat video, dan itu sukses semua tanpa gagal.


Bo Ra melihat sekeliling dan mleihat seorang tabib lewat membawa alat akupuntur dipinggangnya.


"tabib..." panggil Bo Ra


"iyaa anda." tambah Bo Ra yang membuat tabib celingukan, semua orang semakin bingung apa yang akan dilakukan Bo Ra


"maukah kamu menyembuhkan nenek ini? dia bisa sembuh jika kamu menggunakan alat akupunktur mu?" tanya Bo Ra


"hahhaah menolongnya, aku tidak sudi menolong wanita miskin seperti itu, apa yang akan kudapat nantinya." jawab tabib sombong


"aku akan membayarmu." jawab Bo Ra


"aku tidak ingin mengotori tanganku dan alatku ini hanya untuk menyentuh wanita tua." jawab tabib


"kenapa kau begitu sombong? bukankah ini sudah tugasmu untuk menolong orang sakit." ucap Bo Ra


"iyaa benar, tapi hanya untuk mereka yang mampu membayarku dan tidak kotor seperti nenek ini." jawabnya ketus


"hahhh apa yang kau bilang mencoreng nama baik." ucap tabib yang mulai mendekati Bo Ra, kini dia memutar otaknya untuk mendapatkan alat itu, dia juga malas berdebat dengan orang serakah macam ini, bisabisa dia terluka atau mendapatkan masalah yang lebih


"baiklahh maafkan aku, kalau begitu pinjamkan aku alat akupunktur mu." ucap Bo Ra


"sudah kubilang aku tidak mau mengotori alatku." jawab tabib ketus


"kalau begitu aku beli alatmu." ucap Bo Ra


"hah.. bagaimana orang sepertimu mampu membeli alat akupunktur ku." ejek tabib


"berapa yang kau inginkan? " tanya Bo Ra


"1 koin emas." semua orang menjadi kaget dengan harga yang diajukannya, sebenarnya alat akupunktur bisa dibeli ke pembuat hanya dengan harga 200 koin perak. tapi Bo Ra sangat membutuhkan itu sekarang, dan yang pasti alat itu akan berguna untuk kedepan, jika dia membeli, dia harus menunggu lama proses pembuatannya


"baiklah, satu koin emas. berikan alat itu padaku." ucap Bo Ra


"hahhaha kau emang gila. hanya demi nenek tak berguna itu kau mengeluarkan uang banyak." ucap tabib yang memberikan alatnya

__ADS_1


"jangan menghinanya." jawab Bo Ra kesal


"Oppa hae seok, bolehkah aku meminjam uangmu terlebih dahulu." bisik Bo Ra pada Hae Seok memohon


Hae Seok menghela nafasnya panjang dan mengernyitkan dahinya, wanita ini sangat ceroboh pikirnua, dia menyetujuinya tanpa memikirkan apakah dia memiliki uang. Hae Seok memberikan satu koin emas karena bo Ra memasang wajah memelas dan memohon. Setelah itu diberikannya pada tabib sombong tadi dan dia pergi dengan tertawa bahagia.


Bo Ra kemudian mendekati nenek tua tadi untuk segera mengobatinya, Bo Ra menyuruh nenek itu untuk tiduran miring, karena Bo Ra akan menusukkan alatnya kearea pinggul nenek.


"kau tidak perlu menolongku cu." ucap nenek itu yang terharu melihat pengorbanan Bo Ra demi menolongnya


"nenek tidak perlu sungkan, aku senang membantu, jangan berfikiran yang lain, sekarang tidurlah nek dengan miring." yang langsung tidur memiringkan badannya


"God, please help me this time, aku sangat kasihan melihat nenek ini hidup sendirian." ucap Bo Ra dalam hati dan langsung menusukkan jarum akupunktur nya pelan kearea pinggul nenek.


Nenek itu mulai merasakan khasiatnya, dia menggerakan kakinya pelan, kemudian Bo Ra menusukkannya lebih dalam lagi, dan nenek itu menggerakkan kakinya lagi serta menahan rasa sakit tusukan alat akupunktur. Beberapa detik kemudian, Bo Ra langsung mencabut jarumnya, dan benar saja nenek itu langsung bisa menggerakkan kakinya dan mulai bisa berjalan walaupun belum bisa berjalan normal seperti biasanya.


Nenek itu begitu senang karena dia bisa berjalan kembali, dan masyarakat yang menonton bertepuk tangan untuk kehebatan Bo Ra.


"wahh diaa sangat hebat." ucap mereka sambil tepuk tangan


Bo Ra tersenyum bahagia, karena usahanya berhasil. Dia sangat senang membantu seseorang dan membuat mereka bahagia. Hae Seok juga terlihat tersenyum bangga pada Bo Ra.


Beberapa saat kemudian, ada anak kecil berlari kearah Bo Ra, meminta pertolongan nya.


"Nn. Nn. tolong selamatkan adikku, badan adikku begitu panas, badannya begitu lemas dan muntah muntah, dia juga merasa susah untuk bernafas, lalu adik keduaku juga tadi pagi seperti tertular penyakit adikku, tolong aku Nn. tolong." ucap anak itu memohon


"baiklah dimana adikmu?" tanya Bo Ra


"dia ada dirumah, tolong ikut denganku Nn." ajak anak itu yang kemudian menunjukkan arah


"Da Eun, oppa emm Hae Seok aku mau menolong adiknya, kalian mau ikut atau tidak?" tanya Bo Ra yang langsung mengikuti anak tadi


"Nn. kau tidak harus begini." jawab Da Eun kawatir dan langsung mengikutinya


"hemmm wanita ini sangat antusias sekali." gumam Hae Seok terheran-heran tapi masih tetap mengikutinya.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2