Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
PENUH AMARAH


__ADS_3

Diangkatnya kepala melihat kearah suara tersebut, gumpalan air bening itu jatuh lagi membasahi pipi Bo Ra, dia merasa sangat bersyukur dibantu oleh dewa langit untuk selalu dekat dengan kekasihnya. Dirasakannya kepiluannya saat ditinggal menjadi manusia dulu, dia seperti merasakan penderitaan kekasihnya yang mana dihukum menjadi seperti ini.


"kenapa kau menangis?" tanya Hae Seok sambil mengusap air matanya


"aku sangat mencintaimu oppa." hanya kata-kata itu yang muncul dari mulut Bo Ra


"aku juga sangat mencintaimu." jawab Hae Seok


"apa kau merasa sedih karena semalam? maafkan aku." imbuhnya lagi, Bo Ra hanya menggelengkan kepalanya


"ayoo kita kembali ke kerajaan besok." ajak Hae Seok yang membuat Bo Ra bingung dengan perkataannya


"kurasa sudah cukup kita mengumpulkan kekuatan beladiri kita, aku yakin bisa melawan semuanya." tambah hae Seok meyakinkan


"apa kau yakin oppa?" tanya Bo Ra dibalas dengan anggukan lalu memeluk Bo Ra dengan kuat.


___________


Keesokan harinya mereka berlima bersiap akan meninggalkan padepokan. Sebelum itu mereka berpamitan pada tetua Cha dan tabib Gong, merekas sangat bersyukur sudah diberikan tempat tinggal selama ini. Karena mereka berlima, tetua Cha memberikan satu kuda untuk mereka, yang mana tidak akan cukup untuk berlima dengan dua kuda, sebenarnya tidak diberi kuda lagi tidak apa-apa, Pengawal Lee bisa terbang dan White juga bisa berubah menjadi harimau putih lagi.


Setelah ijin mereka bertiga berangkat meninggalkan padepokan, beberapa murid disana juga merasa sedih ditinggal mereka berlima, bagaimanapun mereka sudah akrab karena kebaikan mereka berlima. Apalagi Bo Ra terkenal dengan wanita yang selalu sigap mengobati mereka yang sakit.


"jika kalian butuh bantuan, panggil kami." ucap murid-murid itu dan melambaikan tangannya


Pacuan kuda mereka sudah bergerak menjauh dari padepokan, kini memilih melewati jalan yang sama, agar tetap aman sampai dikerajaan.


Dua hari berlalu, mereka melakukan perjalanan dengan aman hingga ke Kerajaan Jangga. Gerbang tinggi kerajaan dibuka, kerajaan menjadi penuh sukacita karena putra mahkota telah kembali, berbeda dengan selir dan putranya, mereka sangat kesal dengan keadaan ini. Mereka langsung menghadap Raja untuk memberi tahu bahwa mereka baik-baik saja. Raja dan Ratu senyum bahagia melihat putranya sekaligus penerus tahta baik-baik saja. Setelah pertemuan singkat ini, Bo Ra, Da Eun, Lee dan White kembali ke kediaman Bo Ra untuk beristirahat. Atas perintah Raja mereka mendapatkan perlakuan yang berbeda kali ini, karena telah menjaga Putranya dalam keadaan utuh dan sehat.


Untuk pertama kalinya bagi White memasuki Istana, walaupun dia sudah hidup beribu-ribu tahun, baru kali inilah dia menginjakkan kakinya didalam istana megah.

__ADS_1


"wahhh ternyata seperti ini keadaan istana." ucap White sambil menoleh keseluruh penjuru


"emang ini baru pertama kalinya buatmu?" tanya Bo Ra yang dibalas anggukan


"lalu dimana kau menghabiskan waktumu selama beribu-ribu tahun?" tanya Da Eun


"berkelana disetiap hutan, namun belum pernah menginjakan kaki ditempat ramai, akan sangat berbahaya untukku." jawab White yang masih kagum dengan situasinya


Saat mereka memasuki kediaman yang sudah disiapkan, White terlihat tambah kagum dengan semua ini.


"benarkah ini tempat tinggal yang disiapkan untuk kita? wahh besar sekali." ucap White


"iyaa ini tempat tinggal kita." jawab Bo Ra tersenyum


White berlarian melihat seluruh ruangan yang sudah disiapkan, dia terlihat sangat bahagia akan hal ini. Sedangkan Bo Ra malah sedikit melamun, berfikir kejadian apa selanjutnya yang menantinya.


Disatu sisi, Putra Mahkota Hae Seok mencoba berbicara dengan Raja dan Ratu bahwa dia ingin menikah. Tentu saja, ini kabar yang sangat bagus, Raja Ratu terlihat antusias dengan ungkapan anaknya.


"apakah ayah bunda ingat dengan kepala koki istana, yang membantuku untuk menolak putri sae yeon. Dialah yang ingin ku nikahi, kami sudah saling mencintai." ucap Hae Seok yang membuat orangtuanya kaget, bagaimana bisa seorang putra mahkota menikah dengan kepala koki pikir mereka


"kalian sudah melihat kemampuannya bukan? dialah yang membuat ekonomi kita naik pesat, dan kini dia sudah menjadi tabib tingkat 10. itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi permaisuri ku." ucap Hae Seok yang membuat kedua orang tua menarik nafas berat, mereka sangat bingung, namun tak dapat dipungkiri jika Bo Ra wanita yang tangguh


"tidakbisakah dia menjadi selirmu saja?" tanya Ratu


"tidakk." tolaknya tegas


"jika ayahanda dan ibunda menolak, aku akan pergi dari istana ini sekarang juga." imbuhnya dengan nada mengancam


"bukan begitu anakku, para menteri tidak akan menyetujuinya." ucap Ratu yang langsung terpotong

__ADS_1


"bilang saja ini untuk kelangsungan kerajaan kita, apa kalian mau kehilangan Bo Ra begitu saja?" tanya Hae Seok yang membuat kedua orangtuanya berfikir lagi


"baiklahh, ayah ijinkan kau menikahi wanita itu." ucap Raja


"Yeobo." panggil Ratu kawatir


Yeobo (panggilan sayang terhadap suami)


"aku akan segera berbicara pada penasihat kerajaan, kapan waktu yang cocok atas resepsinya." tambah Raja yang membuat Hae Seok makin bahagia


___________


#KEESOKAN HARINYA


Penentuan hari pernikahan Hae Seok dan Bo Ra telah ditentukan, Raja juga mengumumkan kepada seluruh masyarakat kerajaan, dan mengundang kerajaan lain untuk menghadiri pernikahan ini. Lebih cepat dari dugaan Hae Seok, mereka akan menikah pekan depan, kini istana mulai sibuk menyiapkan seluruh dekorasi yang sangat megah, apalagi pernikahan ini didukung oleh masyarakat yang mana telah mengenal kebaikan Bo Ra, mereka yakin kerajaan Jangga akan lebih maju, jika yang memimpin Hae seok dan Bo Ra. Meskipun beberapa menteri kerajaan menolak pernikahan ini, namun penasihat kerajaan berkata bahwa ini adalah pernikahan yang penuh berkah, dan di diberkahi oleh Dewa. Maka para menteri itu tidak bisa berkata apaapa.


Disatu sisi Selir dan Pangeran Jang Woo makin tidak suka dengan persiapan pernikahan ini, mereka merencanakan niat jahat sebelum pernikahan ini terjadi.


"apa aku harus membunuh wanita itu ibunda?" tanya Pangeran Jang Woo


"lebih baik begitu, kita culik lalu bunuh dia dihutan." ucap Ibundanya


Mereka berdua sudah sangat bertekat untuk menghabisi nyawa Bo Ra, agar pernikahan ini batal, karena mereka tahu akan sulit untuk membunuh Hae Seok, maka Bo Ra lah yang jadi incarannya.


#KERAJAAN MATAHARI


Sedangkan dikerajaan Matahari, Raja Matahari juga makin murka setelah mendapat kabar bahwa Pangeran Hae Seok akan menikah. Yang mana putrinya dulu telah ditolak secara mentah-mentah.


"segera hubungi pasukan Mata Merah, habisi mereka." ucap Raja matahari pada Putri Sae Yeon

__ADS_1


"iyaa yang Mulia, aku juga sudah sangat benci pada mereka, ini adalah balasan mereka berani macam-macam terhadap kita." Jawab putri Sae Yeon percaya diri


Lalu dia menyuruh pengawal setianya untuk segera memberi kabar pada pasukan Mata merah, Pekan depan mereka akan bersiap untuk menghancurkan pernikahan itu. Terlihat penuh amarah didalam mata Putri Sae Yeon


__ADS_2