Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
PEMBUKTIAN


__ADS_3

"saya sudah selesai memasak yang Mulia, sesuai permintaan Pangeran Hae Seok." Raja langsung menghampirinya dan melihat makanan itu, begitu terkejutnya Raja sampai ingin muntah melihatnya, dan juga Putri Sae Yeon tidak ada rapinya sama sekali dalam memasak.


Hae Seok juga menghampirinya dan melihat masakan Putri Sae Yeon, perasaannya sama seperti ayahnya yang langsung mual.


"pangeran, aku sudah membuatkan resep seperti yang kamu minta sup sosis darah sapi." ucap Putri Sae Yeon dengan tersenyum


"terimakasih putri kamu telah berusaha membuatkan resep makanan yang kuminta. Tapi ingatkah kamu putri, bahwa aku juga mencari wanita yang mandiri, cerdas dan bijaksana?" dibalas anggukan oleh Putri Sae Yeon


"aku sungguh minta maaf, tidak bisa menikahimu karena kamu tidak ada dalam sifat yang kusebutkan tadi." tambah Hae Seok


"apa maksudmu pangeran? aku sudah membuat resep seperti yang kau minta, aku juga sudah memasaknya sendiri." jawab Putri Sae Yeon kesal


"apa menurutmu hewan mau makan makanan seperti ini?" semua orang kaget dengan ucapan pangeran yang lumayan kasar dan menyakitkan


"bagaimana bisa kamu memberiku makanan darah segar seperti ini, apa kamu pikir aku seorang binatang buas?" gertak Pangeran Hae Seok yang membuat Raja Matahari tersulut emosi


"berani-beraninya kau membentak putriku." bentak Raja Matahari


"kalau kau tidak ingin menikahi putriku, tidak perlu mempermalukannya seperti ini, akupun juga tidak yakin ada makanan yang menyegarkan tubuh seperti yang kau minta." tambah Raja matahari


"baiklah, aku akan membuktikannya." Jawab Hae Seok


"pelayan, bawa kesini sup sosis darah sapinya." tambah Hae Seok


Nampan berisi sup sosis darah sapi berada ditangan Bo Ra, yang membuat semua orang terpana, baunya begitu sedap, sehingga mereka berasa ingin segera menyantap makanan itu.


"wahhh.. benar sekali, bau makanan ini pun begitu lezat." gumam para pelayan

__ADS_1


Raja Matahari dan Raja Jangga langsung mendekati Sup Sosis darah yang diletakkannya di atas meja dekat masakan putri Sae Yeon. Melihat makanan yang Bo Ra bawa, Raja Matahari merasa sangat marah dipermainkan oleh Pangeran Hae Seok. Sedangkan Raja Jangga memilih diam untuk mendengarkan penjelasan putranya.


"apa kau sedang mempermainkanku pangeran? apa kau sebut ini makanan sup sosis darah?" ucap Raja Matahari dengan nada tinggi


"maafkan saya Yang Mulia Matahari, inilah alasanku tidak bisa menikahi putri mahkota Matahari dan tidak bisa menganggapmu Ayah mertuaku."


"aku meminta resep makanan sup sosis darah sapi, bukan sup darah segar sapi. Jika putrimu bijak, cerdas dan mandiri dia mampu mengolah darah segar sapi dengan sebaik mungkin dan dibuat masakan yang enak." ucap Pangeran Hae Seok


"kau jelas mempermainkanku, bagaimana mungkin sup ini terbuat dari darah sapi." jawab Raja Matahari masih marah


"sudahlah ayahh, aku tidak apa-apa." ucap Putri Sae Yeon yang sok lugu padahal hatinya penuh dendam dengan Pangeran Hae Seok


"kalau kau tidak percaya, biar pelayanku membuktikannya dengan membuat secara langsung dihadapanmu." yang langsung diangguki oleh Raja Jangga dan Bo Ra langsung memasak didepan banyak orang


Bahan-bahan sosis darah diantar oleh para pelayan ke lapangan tengah, Bo Ra langsung melakukan aksinya. Dia memasak dengan santai, yakin dan tentunya rapi tidak berantakan. Sudah ada jeroan dan daging sapi yang digiling sebelumnya, kemudian dicampurnya dengan darah sapi dan beberapa bumbu lainnya. Lalu bahan yang sudah menggumpal digulungnya dengan daun dan kain berbentuk lonjong seperti sosis, karena saat itu belum Ada plastik. setelah itu ia merebusnya hingga matang. Selagi menunggu sosis matang, Bo Ra membuat bumbu sup nya. Sosis itu sudah mengambang tanda sudah matang, diangkatnya, dibuka dan dipotong. Semua orang terpesona jika darah bisa dimasak seperti itu, dan tidak terlihat menjijikan. Potongan sosis itu dimasukan kedalam sup dan siap disajikan.


"kau boleh mencobanya." tambah Hae Seok yang membuat Raja Matahari malu dan marah


"baiklah, yang mulia Seok Jin (raja jangga) jikalau tidak keberatan cobalah masakan ini, aku yakin kau menyukainya." mempersilahkan ayahnya untuk mencicipi


Mata Raja Seok Jin terbelalak tidak percaya dengan rasa ini, rasanya begitu nikmat dan membuatnya ketagihan. Ratu Hye Jin pun menjadi penasaran dan mencicipinya. Responnya juga sama seperti suaminya, rasa tidak percaya.


"bagaimana bisa?" ucap Ratu Hye Jin menatap Bo Ra tidak percaya


Raja Matahari menjadi tersinggung dan langsung pergi meninggalkan kerajaan Jangga dengan begitu kesal, begitupun Putri Sae Yeon. Didalam hatinya berjanji akan menghancurkan kerajaan Jangga dan seisinya pikirnya. Dia tidak terima dipermalukan seperti ini.


"Ayah bangga padamu." menepuk pundak Hae Seok dengan senyuman lalu pergi meninggalkan lapangan tengah.

__ADS_1


Ratu Hye Jin mengikuti suaminya dari belakang. Sedangkan Bo Ra dan Hae Seok saling tatap bahagia dengan keberhasilan mereka.


#Ruangan Raja Seok Jin


Raja duduk meja kerjanya tidak menyangka jika putranya kini mau menunjukkan kecerdasannya didepan rakyat. Dia begitu bangga pada putranya dan semakin yakin untuk segera menobatkannya menjadi Raja.


"suamiku, bukankah ada yang aneh?" tanya Ratu Hye Jin tiba-tiba


"aneh apanya?" tanya Raja


"kepala koki istana yang baru. semenjak kedatangannya Putra kita berubah, dan putra kita mampu mengeluarkan bahan-bahan makanan yang belum ditemukan oleh kerajaan manapun. kurasa ada hubungannya dengan wanita itu." ucap Ratu


"bukankah itu bagus, berkat itu semua ekonomi kita akan menjadi lebih baik dan tidak perlu menjalin hubungan dengan kerajaan Matahari, aku menjadi semakin yakin untuk memberikan tahtaku pada Putra kita Hae Seok." jawab Raja Seok Jin penuh bangga dan terpancar bahagia diwajahku


"benar suamiku, aku juga sangat bangga pada putraku."


"tapi aku tidak rela, jika ternyata putraku menjalin hubungan dengan kepala koki itu." tambah Ratu


"apa kau tidak ingat istriku kata putra kita, dia membutuhkan pendamping yang cerdas, mandiri dan bijaksana. Jika wanita itu yang sudah merubah putra kita menjadi seperti ini, aku tidak bisa menolaknya, aku tidak bisa begitu saja kehilangan seseorang yang berharga dikerajaan kita. jika itu benar, apa kau mau wanita itu menggunakan kemampuannya dikerajaan lain?" ucap Raja


"tidakk suamiku. Baiklahh, jika menurutmu itu benar dan baik, aku akan menyetujuinya." ucap Ratu tersenyum pasi namun tidak bisa apa-apa jika suaminya sudah berkata iya dan tidak.


"jujur istriku, akupun tidak sebijak itu, saat putra kita menyebutkan sup sosis darah, difikiranku ya kurang lebih seperti putri Sae Yeon. aku masih tidak menyangka putraku begitu cerdas." ucap Raja yang masih terkagum


Saat itu diluar pintu ruangan Raja ada selir Raja yang tidak terima jika Pangeran Hae Seok akan segera dinobatkan menjadi Raja. Seharusnya Pangeran kedua Jang Woo putra nya lah yang menjadi Raja, bukan Pangeran Hae Seok pikirnya.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2