
#BACK TO KERAJAAN JANGGA
Dipanggilnya Da Eun untuk keruangannya, dan mengajaknya untuk bertemu penjahit kerajaan. Kelambu yang diinginkan Bo Ra telah selesai dijahit dan besok pagi akan siap dipasarkan. Bo Ra juga ingin mengunjungi Woo Jin dan adik-adiknya, berharap keadaan mereka sudah lebih baik.
Setelah dari penjahit kerajaan, Bo Ra mengecek ruangan produksi bahan-bahan yang diresepkan Bo Ra untuk diperjualbelikan di toko Hae In, sejauh ini sudah ada pegawai yang siap mengantarkannya, jadi Bo Ra tidak perlu repot membawa barangnya sendiri kepasar.
Di ruangan produksi, semua terlihat lancar, bahan-bahan terlihat aman dan baik untuk dikonsumsi serta diperjualbelikan. Bo Ra tidak menyangka bahwa pengetahuan seperti ini dapat membantu ekonomi kerajaan Jangga. Dia juga berencana untuk membuka rumah sakit, agar semua orang dapat dengan mudah menemui tabib, dan ingin membuka kedai makanan, karena dikota ini banyak pelancong yang datang ataupun sekedar mampir ke kota Jangga.
Dirasa tidak ada masalah, Bo Ra beranjak pergi dari ruangan Produksi menuju kediaman Pangeran Hae Seok, dia kawatir jika Hae Seok belum sembuh total dari racun cobra itu sendiri.
Berjalan menyusuri koridor istana, terlihat di lapangan area pertemuan kerajaan sedang sangat riuh dengan beberapa dekorasi, alat musik, peralatan perang, meja-meja tersusun rapi. Seperti akan diadakan kompetisi.
"kenapa para pelayan sibuk mendekorasi lapangan ini Da Eun?" tanya Bo Ra penasaran
"maafkan aku lupa memberi tahumu Bo Ra, setiap tahun Raja mengadakan kompetisi untuk para pendekar yang akan dijadikan prajurit istana, serta tahun ini dimulai kompetisi untuk wanita seluruh kerajaan Jangga yang akan dipilih menjadi selir putra mahkota." jelas Da Eun
"apaa? Selir? Kenapa kau tidak memberitahuku berita penting seperti ini." ucap Bo Ra kesal
"kapan acara ini diadakan?"
"maafkan aku.. Seharusnya acara ini akan diadakan besok. Karena dirasa putra Mahkota sedang tidak sehat maka diundur 3 hari lagi, " ucap Da Eun menunduk
"ini tidak bisa dibiarkan." ucap Bo Ra yang kemudian berjalan cepat menuju kediaman Hae Seok
Dengan terburu-buru, Bo Ra langsung memasuki ruangan Hae Seok, yang mana sedang duduk bermain dengan Yungsik anjingnya.
"oppa.. Kenapa kau jahat sekali padaku?" ucap Bo Ra dan Yungsik mendekati kaki Bo Ra dan langsung digendongnya
"jahat bagaimana?"
__ADS_1
"kenapa kau mencari selir dengan mengadakan kompetisi seperti ini, kalau putri Sae Yeon mengikuti kompetisi ini bagaimana?" tanya Bo Ra dengan merengek
"mereka cuma akan sebagai selirku, jadi tidak akan mempengaruhi apapun." jelas Hae Seok
"tapii tetap sajaa... Huhuhuhu."
"aghh iya aku lupa, aku kan bukan siapa-siapamu, jadi untuk apa aku merengek seperti ini." kata-kata Bo Ra sungguh menusuk hati Hae Seok yang paling dalam, meskipun mereka baru saja bertemu, tetapi perasaannya tidak bisa dibohongi lagi bahwa dia menyukai Bo Ra. Akan tetapi, dia belum bisa menikahinya, pasti para menteri akan menolak pernikahan mereka berdua, jadi Hae Seok sedang mencari cara agar bisa menikah dengan Bo Ra tanpa ada yang menolak.
"memangnya kompetisi seperti apa yang akan dilakukan para wanita nanti?" tanya Bo Ra
"mereka akan menunjukan bakat mereka, apapun itu. Jika bakat mereka disukai oleh Raja, maka Raja akan memilihnya." ucap Hae Seok
"apa kau ingin mengikuti kompetisi ini dan menjadi selirku?" ejek Hae Seok
"enak saja, aku tidak mau menjadi selir, aku maunya menjadi istrimu yang nomor satu dan hanya satu-satunya didalam hatimu." jelas Bo Ra yang membuat Hae Seok tersenyum
Tiga hari telah berlalu, hari ini adalah hari kompetisi untuk mencari prajurit dan selir untuk Putra Mahkota. Selama 3 hari ini, Bo Ra juga melatih kemampuannya dalam beladiri dimalam hari, sedangkan disiang hari membantu di ruang produksi dan sudah mendapat ijin dari putra mahkota untuk membangun kedai makanan. Bangunannya masih dalam proses, sedangkan untuk rumah sakit belum dirundingkan lagi dengan Tabib lainnya.
"kenapa perasaanku tidak enak ya mengenai acara ini?" gumam Bo Ra
Da Eun telah menjemput Bo Ra untuk diajak ke lapangan melihat kompetisi, semua orang telah disana, termasuk keluarga Raja. Kompetisi pertama diadakan untuk para wanita, peserta pertama dipanggil menuju lapangan tengah, dia adalah putri dari salah satu menteri. Terlihat begitu anggun dan cantik. Putri menteri menunjukan bakatnya dalam menari, tariannya begitu lemah gemulai. Selesai Putri Menteri, dipanggil peserta berikutnya, dan berikutnya, mereka menunjukkan bakat dalam bernyanyi, bermain musik, menyulam, dsb. Tiba di peserta ke 7,ada keributan diluar istana, panah melesat dengan cepat mengarah pada Pangeran Mahkota,
Wussssssssss seperti angin berlalu, panah itu menggores sedikit dileher Pangeran Hae Seok. Melihat hal itu, keadaan menjadi riuh, para prajurit dikerahkan oleh Raja untuk menangkap penyusup itu. Bo Ra langsung berlari secepat yang ia bisa kearah pangeran Hae Seok untuk mengamannkannya.
"Pengawal Luu, Lee, cepat cari penyusup itu."
"Da Eun tolong ambilkan tas ku di ruanganku, bawa keruangan Hae Seok oppa." dengan segala kekuatannya Bo Ra menggandeng Hae Seok keruangannya dibantu pelayan lain, sedangkan anggota kerajaan lain seperti perwakilan para putri bangsawan sedang menyelamatkan diri. Raja Seok Jin merasa murka, kenapa akhir-akhir ini banyak sekali yang ingin melukai Pangeran Hae Seok.
"oppa, apa kau merasa nyeri?" tanya Bo Ra
__ADS_1
"aku tidak apa-apa, ini hanya goresan sedikit. Wajar pangeran mendapat luka seperti ini."
"tapi kau baru saja sembuh dari racun itu, dan sekarang kau mendapat musibah lagi." ucap Bo Ra kawatir
"kenapa oppa ku selalu dekat dengan marabahaya dewa." gumam Bo Ra
"itu efek dari jalan takdir yang sudah kau rubah, jadi kau harus waspada." tiba Dewa Kematian menjawab ucapan Bo Ra
"aku harus bagaimana?" tanya Bo Ra
"haa? Harus bagaimana apanya Bo Ra?" tanya Hae Seok yang bingung
Bo Ra mengobati luka yang berada dileher Hae Seok dengan peralatannya yang dibawa dimasa depan, lukanya di bersihkan dan ditap tap dengan alkohol supaya bersih, tidak terjadi infeksi. untung saja hanya goresan yang didapatnya, jadi tidak perlu dijahit, lalu di plaster dengan perban yang Bo Ra siapkan ditas.
"apa ini? rasanya dingin dan tidak terlalu perih." tanya Hae Seok
"ini alkohol untuk membersihkan luka, supaya tidak terjadi infeksi/luka yang lebih parah. didunia modern bukan hanya dokter saja yang menggunakannya, tapi masyarakat umum bisa membelinya di apotik." ucap Bo Ra
"apotik?"
"semacam toko obat gitu, jadi sudah dipasarkan, kita tidak akan sulit untuk mendapatkannya." jelas Bo Ra
"aku jadi sangat penasaran dengan duniamu." ucap Hae Seok
"andai aku bisa membawamu, aku akan membawamu keduniaku, tapi aku saja tidak tahu bagaimana caranya untuk membawamu kesana." ucap Bo Ra
"itu tandanya kau ditakdirkan untuk tinggal disini." ejek Hae Seok
-BERSAMBUNG-
__ADS_1