Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
BASIC SECTION


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, hari ini adalah hari dimana tes Tabib akan dilakukan, seluruh calon tabib sudah sampai di padepokan Gunung Seribu, termasuk putri Sae Yeon, sehingga Hae Seok dan Bo Ra tidak leluasa untuk keluar masuk dikediamannya. Ketika keluarpun Bo Ra menggunakan cadar, supaya menutupi wajahnya sedangkan Hae Seok menggunakan seragam gunung seribu, agar tidak dicurigai. Bo Ra juga mengahabiskan waktu dua hari terakhir untuk membaca buku.


Para calon Tabib kini berbaris didepan aula untuk mendaftarkan dirinya dan mengambil nomor urut ujian. Bo Ra mendapatka nomor kursi 24, dia duduk diantara calon tabib dari kerajaan Bintang dan Rembulan. Bo Ra mendaftarkan dirinya perwakilan dari Kerajaan Jangga. Namun, tidak hanya dia saja yang menjadi perwakilan, masih ada 6 orang lainnya yang menjadi perwakilan.


Beberapa mata tertuju padanya, karena ia menggunakan cadar atau penutup wajah, sehingga semua orang bertanya-tanya, siapa dia sebenarnya, apakah seorang putri bangsawan dari kerajaan Jangga pikirnya. Hari ini ada 130 peserta yang mengikuti tes, karena banyaknya peserta, akan dilakukan dengan cara sistem gugur, siapapun yang mendapat nilai dibawah 6 akan langsung gagal, tidak diperbolehkan mengikuti section berikutnya. Tes ini dilaksanakan 2 hari, yang mana hari ini akan dilakukan 2 section yakni Basic yang hanya melakukan ujian tertulis tentang ilmu medis dasar dan Intermediate yakni ujian tes tertulis yanh mana soalnya sudah lumayan sulit. Hari kedua yaitu Pre-Advanced yang mana mereka akan melakukan wawancara dan Advanced akan langsung melakukan praktek pada orang yang sudah sakit akut/jika nanti ada seseorang yang membutuhkan pengobatan.


Akhirnya tes pun dimulai, section pertama dimulai, lembar soal di bagikan kepada seluruh peserta, pengawas ujian juga memberi tahu peraturan yang harus ditaati seama ujian, jika melanggar akan langsung di diskualifikasi. Waktu hany diberikan satu jam untuk mengerjakan 100 soal, Bo Ra membaca soal itu, ternyata soalnya begitu sangat dasarr, orang awam di masa modern pun akan tahu jawaban ini pikirnya, namub berbeda dengan jaman abad ini, yang mana mereka masih terbatas dalam ilmu pengetahuan. Tidak memakan waktu lama, 25 menit yang digunakan Bo Ra untuk mengerjakan, itupun dia sudah mengulang-ngulang dalam membaca soalnya takut ada yang keliru. Setelah dirasa cukup, dia mengangkat tangannya apakah sudah boleh keluar dan mengumpulkan soalnya. Semua mata tertuju padanya, bagaimana bisa Bo Ra mengerjakan soal ini dalam waktu singkat, menurut mereka ini butuh ketelitian dan lumayan sulit. Bo Ra mengumpulkan tugasnya dan keluar untuk menunggu diluar aula, dia menunggu dengan belajar, lalu White menghampiri nya untuk memberikan minuman dan makanan.


"heyy kenapa kau kemari?" tanya Bo Ra karena takut dilihat putri Sae Yeon


"aku diminta Hae Seok untuk memberikanmu ini, agar kau bisa berpikir jernih." ucap White


"(tersenyum sumringah dan bahagia) thankyouu white ku, ternyata kalian begitu memperhatikanku." ucap Bo Ra dengan malu-malu


"kau pergilah, aku tidak apa-apa sendiri." ucap Bo Ra


"tidak, aku akan menunggumu disini lagipula tidak ada yang mengenalku, kau tenang saja, fokuslah belajar." ucap White yang hanya duduk disamping Bo Ra


Bo Ra melanjutkan belajarnya dan memakan yang sudah dibawakan White dari Hae seok. Satu persatu peserta ujian sudah mulai keluar, lalu ada seorang laki-laki datang menghampirinya.


"heyy..." ucap lelaki itu yang ternyata Hae In pemilik toko bahan dikerajaan Jangga

__ADS_1


"kau memanggil siapa?" tanya White ketus, yang merasa Nonanya diganggu oleh lelaki yang tak dikenal, hal itu membuat Bo Ra melihat keorang yang diajak bicara oleh White


"tuan Hae In?" ucap Bo Ra terjekut


"kau mengenalku? kau siapa sebenarnya? aku tidak melihatmu kemarin sebagai perwakilan kerajaan Jangga." ucap Hae In


"shtttt (sambil meletakkan jari telunjuk dibibir Bo Ra) ini aku Bo Ra." yang membuat Hae In terkejut juga tidak percaya


"kau menjadi perwakilan juga? kenapa kau menggunakan cadar?" tanya Hae In


"agar tidak ada yang mengenaliku, kau jangan bilang siapa-siapa." ucap Bo Ra yang dibalas anggukan oleh Hae In


"oiyaa gimana hasil penjualan kita sekarang?" tanya Bo Ra


"wahhh syukurlah, aku jadi senang mendengarnya." ucap Bo ra


"tapi aku tidak menyangka kau akan mengikuti ujian ini, setahuku kau tidak terlalu tertarik dengan medis." tambah Bo Ra


"kau benar, tapi setelah aku mengenalmu dan aku mendengar kau menghilang karena ada pembunuh yang menyerang kerajaan, aku jadi makin tertarik untuk mempelajarinya, aku yakin kamu belum mati, dan ada disuatu tempat, maka dari itu aku ingin menjadi tabib." ucap Hae In dengan menatap Bo Ra pekat, hal ini membuat White begitu risih


"Bo Ra, bukankah kau harus belajar." saut White

__ADS_1


"siapa dia Bo Ra?" tanya Hae In


"perkenalkan dia temanku White, dan White ini rekan kerjaku tuan Hae In." ucap Bo Ra memperkenalkan


"senang bertemu dengan mu White." yang hanya dibalas senyuman sinis


"oiyaa jangan bilang siapapun ya, kalau aku disini." ucap Bo Ra yang dibalas anggukan oleh Hae In.


Akhirnya waktu pengumuman section pertama sudah ada, panitia Ujian keluar membawa satu lembar kertas, lalu disebutkannya nomor peserta yang lolos ketahap selanjutnya, ada 98 orang yang lolos dari 130 peserta. Nomor peserta Bo Ra dan Hae In dipanggil, mereka sangat senang bisa masuk ketahap selanjutnya. dan juga nomor peserta dipanggil pertama, itu berarti Bo Ra mendapatkan nilai tertinggi dari seluruh peserta. Semua orang jadi penasaran siapa yang nomor peserta 24 itu.


"wahhh kau keren sekali nona." ucap Hae In


"selamat Bo Ra." ucap white yang ikut senang


Kini mereka diminta mempersiapkan diri untuk melakukan tes selanjutnya yakni Intermediate.


Waktu mempersiapkan diri untuk tes Intermediate telah selesai, seluruh peserta diminta untuk memasuki ruang aula, kini tempat duduknya sesuai dengan pengumuman dari hasil tes BASIC. jadi Bo Ra duduk di kursi pertama, semua orang menjadi menatap Bo Ra kagum, "bukankah dia yang keluar duluan tadi?" "wahh dia hebat sekali, mampu mengalahkan kelompok mata merah", gumam para peserta. Yang mana peserta nomor dua adalah perwakilan Mata Merah, orang yang tidak memiliki ilmu tinggi akan takut dengan kelompok ini, karena terkenal kejam dan tidak pandang bulu. akan tetapi Mata Merah tidak pernah melakukan hal curang, mereka selalu sportif. Sedangkan Hae In berada di posisi nomor 10.


Hal ini tidak membuat takut Bo Ra, ia malah menyapa perwakilan dari mata Merah, seorang lelaki tampan dengan wajah pucat dan tatapan yang begitu dingin. Bo Ra mengayunkan tangannya tanda say hay dan membungkuk pada perwakilan mata merah, namun tidak digubris sama sekali.


"hemm ganteng tapi sombong." gumam Bo Ra yang membuat lelaki itu menoleh, dan Bo Ra hanya menganggukkan kepalanya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2