
"selamat datang Nn, ada yang bisa kami bantu." tanya pelayan/penjual toko tersebut
"bisakah aku menjual susu disini?" tanya Bo Ra
"tentu saja bisa, asalkan susu itu berkualitas. ikutlah denganku." ucap pelayan yang mengarahkannya ke ruangan pemilik toko bahan pangan ini
"tuan, ada seorang Nn yang ingin menjual susu." ucap pelayan dan tuannya menyuruh Bo Ra masuk kedalam ruangan
Tuan pemilik toko ini begitu tampan, tapi Bo Ra tidak memperdulikan itu. yang dia perdulikan hanya uang, lagian dia sudah sering melihat pria tampan di jamannya. Berbeda dengan pemilik toko, dia terperangah melihat kecantikan Bo Ra yang hanya menggunakan riasan polos, berbeda dengan wanita lainnya.
"tuannn... tuann.... aku ingin menjual susu buatanku, apakah bisa?" tanya Bo Ra sambil melambai-lambaikan tangannya karena pemilik toko masih melamun terperangah.
"halloo... heyy... excuse me.. tuann... hello..." panggil Bo Ra dengan melambai-lambaikan tangannya
"oh.. ehhh... iyaa, bagaimana?" tanya pemilik toko
"perkenalkan saya Jung Hae In pemilik toko, siapa namamu cantik?" tambahnya
"aku Bo Ra, bisakah aku menjual susu buatanku disini?" tanya Bo Ra
"tentu saja bisa." jawab Hae In
"ini susu buatanku." memberikan susu dan Hae In terlihat heran kenapa susunya berbentuk seperti ini
"itu namanya susu kental manis, aku mengolahnya menjadi kental, supaya tahan lebih lama, kalau susu segar hanya bertahan 2-3 hari, susu buatanku bisa lebih dari seminggu dan rasanya lebih manis daripada susu biasanya, ini bisa dimakan bersama buah, roti, atau makanan manis lainnya. Kalau ingin meminumnya juga bisa, tinggal tambahkan air hangat secukupnya, ini juga lebih praktis dan hemat tempat. Kamu bisa mencobanya, saya menjamin kualitas susu buatan saya." ungkap Bo Ra
__ADS_1
"sebanyak itukah kegunaannya?" tanya Hae In
"yapss kamu bisa mencobanya. sebenarnya lebih enak dimakan dengan roti, tapi hari ini aku belum membuatnya, kalau aku sudah membuatnya aku bisa menjualnya kemari, kita bisa menjadi mitra. Aku akan menjual bahan pangan yang lain seperti minyak, gula merah, coklat, dll dan tokomu akan untung besar karena menjual makanan yang belum ada sebelumnya. Tapi kalau kamu menolak, tidak apa-apa aku akan membuat toko sendiri." ucap Bo Ra lagi
"sungguh kepercayaan dirimu begitu besar, aku sangat suka itu. walaupun aku tidak mengerti bahan apa yang kau ucapkan dan apakah benar bahan pangan yang akan kau jual menguntungkan bagiku." jawab Hae In
"kamu bisa melihatnya nanti, untuk saat ini aku baru bisa menjual susu ini. Jika aku benar adanya, dan membuat tokomu untung besar, maka beri aku 15% keuntunganmu dan kamu akan membeli bahan dariku juga, aku akan setia menjadi supplier mu." ucap Bo Ra
"supplier?" tanya Hae In
"iyaa supplier, pemasok bahan-bahan yang akan kamu jual ditoko." ucap Bo Ra dengan yakin
"baiklahh, kalau aku bisa untung lebih 50% dari keuntunganku biasanya, aku setuju dengan permintaanmu." ucap Jung Hae
"lalu kau jual berapa susu mu ini?" tanya Hae In
"baiklahh, tidak terlalu mahal, orang bawah masih bisa membelinya." jawab Hae In yang sudah deal dengan harga yang diminta Bo Ra
Saat mereka sudah selesai, dan mengakhiri pertemuan, di toko bawah terdengar keributan yang begitu bising. Hae In segera keluar untuk melihat apa yang terjadi, dan Bo Ra juga mengikutinya.
Seorang ibu hamil yang sudah mengalami kontraksi, dan terlihat air mengaliri kaki ibu yang hamil, ketubannya sudah pecah. Bo Ra melihat itu langsung turun dan menolong ibu ini, yang lain hanya menonton takut untuk menolongnya, kalau asal menolong bisa bahaya, apalagi jika ibu dan bayi tidak selamat penolong bisa dieksekusi oleh raja, karena menurut mereka sama saja dengan membunuh seseorang. Jadi mereka lebih memilih menontonnya dan menunggu tabib datang.
"apa yang kau lakukan?" teriak Hae In pada Bo Ra
"apa kau tidak melihat, ibu ini akan melahirkan, kita harus menolongnya segera, kalau tidak segera ditangani bisa bahaya." ucap Bo Ra
__ADS_1
"apa kau tidak tahu? jika kamu gagal menolongnya kamu akan dieksekusi." ucap Hae In
"aku tidak perduli, tolong siapkan air hangat di bak besar, supaya ibu ini bisa masuk dan tolong rebus peralatan seperti gunting dan pisau, serta beberapa kain." ucap Bo Ra, tapi mereka masih diam saja takut untuk menolong
"kenapa kalian diam saja, cepat siapkan itu semua, jika terjadi apa-apa, aku yang akan menanggungnya, cepat siapkan semuanya." teriak Bo Ra, Hae In meminta pelayannya untuk mempersiapkan semua yang diminta Bo Ra
Orang disekitar meperhatikan Bo Ra menenangkan ibu hamil ini agar rileks. Karena air masih harus direbus dulu.
"Nn. apa yang kau lakukan?" tanya Da eun yang baru saja datang karena dia baru saja berkeliling dipasar mencari buah jeruk yang diminta Bo Ra
"apa kau tidak lihat, aku akan membantu ibu ini melahirkan." jawab Bo Ra
"tapi ini bahaya Nn." jawab Da En dan tidak digubris oleh Bo Ra karena alat yang dibutuhkan Bo Ra sudah siap semuanya.
"semuanya tolong keluar, kecuali yang ingin membantu." ucapnya dan semuanya keluar kecuali Da Eun dan Hae In yang terlihat kawatir karena tokonya akan dipake untuk persalinan
"Da Eun tolong bantu aku mengangkat ibu ini kedalam bak yang berisi air." yang langsung membantu mengangkat
Bo Ra melakukan proses persalinan didalam air, Penggunaan air selama melahirkan ini bertujuan untuk mempermudah prosesnya, sekaligus meredakan rasa sakit dan tidak nyaman yang mungkin Anda alami. Meskipun terbilang jarang, tapi Bo Ra sudah sering membantu ibu melahirkan dengan cara ini atau disebut water birth, meskipun terbilang banyak resikonya.
Ibu hamilnya diminta untuk bersandar dan rileks saat melahirkan, agar bayinya tidak stress atau kaget saat keluar. Ibu itu mulai mengejan, dan tidak memakan waktu lama bayinya langsung keluar dengan mudah, Bo Ra langsung mengangangkatnya saat sudah keluar, dan melepaskan tali pusar yang melekat pada plasenta ibu.
"oee... oeee.... oee...." bayinya sudah keluar dan menangis dengan keras, Da Eun dan Hae In terlihat lega, bahwa bayi dan ibu selamat.
Bo Ra mengelap bayi yang masih basah dan dibalut kain yang sudah disiapkan, diberikannya bayi itu pada Da Eun karena Ia akan membantu ibunya keluar dari dalam air.
__ADS_1
Setelah semua selesai, bayi itu diberikan pada ibunya yang terlihat bahagia melihat anak pertamanya lahir dengan selamat. Semua orang juga merasa lega karena proses persalinan lancar. Saat semua selesai, tabib baru saja datang, kalau saja menunggu tabib bisa saja ibu tadi melahirkan sendiri dan entah apa yang terjadi selanjutnya. Semua orang berterimakasih pada Bo Ra karena telah berani menolong.
-BERSAMBUNG-