Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
JAMUAN UNTUK TAMU ISTIMEWA


__ADS_3

Hae Seok berhenti melangkah karena merasa jantungnya berdetak begitu kencang, dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Rasa apa ini pikirnya.


Melihat dari kejauhan, dipandangi begitu pekat, sepertinya itu tumbuhan serai. Bo Ra menunjuk tumbuhan itu agar Hae Seok berjalan kearah serai dan benar saja ini tumbuhan serai yang ia cari.


"oppa, akhirnya kita menemukannya." ucap Bo Ra senang


"apakah ini tumbuhan yang berguna?" tanya Hae Seok


"tentu saja, tumbuhan ini bisa digunakan untuk penangkal perkembangan nyamuk dan ini juga bisa untuk obat serta memasak." ucap Bo Ra yang begitu senang melihatnya


"padahal kami mengira ini tumbuhan yang tidak berguna, daun yang tajam dan bau nya tidak enak, ternyata memiliki banyak kegunaan." ucap Hae Seok


"apa kau bawa pisau oppa, kita tidak bisa mengambilnya kalau tidak dengan pisau." hae Seok langsung mengeluarkan pedangnya yang membuat Bo Ra kaget


"aghh aku sungguh kaget." ucap Bo Ra yang melihat Hae Seok mengambil tumbuhan serai


"lebih baik Besok kita kembali lagi untuk membawa lebih banyak dan ditanam disetiap rumah warga." tambah Bo Ra


"Besok aku saja yang kemari dengan pelayan lain, nanti kau kelelahan lagi." ucap Hae Seok datar yang membuat Bo Ra memanyunkan bibirnya menjadi semakin imut


Kembalilah mereka ke kediamannya masing-masing. Saat diperjalanan Hae Seok meminta tolong pada Bo Ra untuk menyajikan makanan saat putri Sae Yeon dan rombongan kerajaan matahari datang, maksudku kau yang akan menyajikannya nanti.


"kenapa harus aku? bagaimana kalau mereka mempertanyakan siapa aku." jawab Bo Ra

__ADS_1


"aku akan memberi tahu mereka bahwa kau kepala koki sekarang. aku ingin kau mengambil hati Raja dengan masakanmu yang berbeda dari yang lain, dan lambat laun Raja akan menjadi tahu tentang kecerdasanmu, sehingga kau akan dilindungi Raja." ucap Hae Seok


"kalau aku membuat kesalahan dan dihukum bagaimana?" tanya Bo Ra


"percayalah padaku, aku akan selalu melindungimu." jawab Hae Seok


"baiklah kalau begitu, toh aku sudah berjanji untuk membantumu menjadi Raja dan membubarkan perjodohan kalian, aku bersedia menaruhkan segalanya hanya untukmu. lagipula aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi." ucap Bo Ra


"kau jangan bilang begitu, ada aku disini. Aku akan selalu disampingmu." jawab Hae Seok yang menyentuh hatinya, kini Bo Ra memiliki kekuatan untuk terus hidup pikirnya.


"tapi kita harus segera mencegah wabah penyakit." ucap Bo Ra


"setelah sampai kerajaan aku akan mengumumkan semuanya, dan Besok kita mulai bekerja." membuat Bo Ra mengikuti sarannya. Dirumah Woo Jin juga sudah dibersihkan oleh Da Eun tadi, jadi tidak perlu dikawatirkan, serta tumbuhan serai yang diambilnya diberikan Da Eun untuk ditanam didepan rumah Woo Jin dan dibakar dengan sabut kelapa didepan rumahnya. Sebagiannya dibawa Hae Seok untuk contoh, agar mudah mencarinya lagi.


Pertemuan itu diadakan diruang kerja Raja dan beberapa menteri untuk mendengarkan penjelasan Hae Seok yang sama persis seperti yang Bo Ra katakan. Dia juga menunjukkan tumbuhan serai itu pada Raja. Raja langsung setuju dengan hal itu begitupun para menteri lainnya. menurut mereka ini hal yang baru mereka dengar walaupun tidak paham mereka yakin hal ini dapat mengurangi penyebaran wabah tersebut. Raja tidak ingin hal tahun lalu terulang kembali.


Raja meminta penulis kerajaan untuk segera mengumumkannya keseluruh desa besok pagi, Dan menyuruh beberapa pelayan istana untuk segera ke hutan mencari tumbuhan serai yang ditunjukkan Hae Seok. Pertemuan telah selesai, kini mereka mempersiapkan jamuan dan tempat karena kedatangan tamu dari kerajaan Matahari.


Suasana didapur juga lumayan riweh, Bo Ra mempersiapkan hidangan yang belum pernah dihidangkan sebelumnya di kerajaan ini. Bo Ra membuat ayam goreng crispy, sup iga sapi, ttobboekki, mie instan jajangmyoen yang Bo Ra bawa terpaksa dimasaknya, karena kalo membuat sendiri memakan waktu lama. Serta makanan-makanan kecil untuk penutup dan minuman manis, seperti jus buah-buahan.


Matahari sudah mulai tenggelam, dari kejauhan terdengar suara pacuan kereta dan kuda. Para pengawal berada didepan tandu dan dibelakang tandu untuk mengawal keluarga kerajaan Matahari. Kerajaan Jangga menyambut kedatangan mereka didepan pintu istana. Putri mahkota turun setelah Raja Matahari, dia terlihat sangat anggun dan cantik.


"bagaimana kabarmu Raja Jangga." sapa Raja Matahari

__ADS_1


"aku sangat baik. Mari kita masuk dan cicipi hidangan yang telah kami siapkan dulu." jawab Raja Jangga


Mereka berjalan melewati koridor kerajaan yang begitu luas, hingga sampailah di ruang makan /ruang penjamuan yang sudah tertata sangat rapi dengan makanan yang belum pernah mereka temui. Mereka pun duduk di samping meja makan yang panjang dan begitu besar, tidak lama dari itu Ratu Jangga beserta pangeran dari selir juga ikut duduk dipenjamuan, kemudian disusul oleh Pangeran Hae Seok, yang membuat Putri Sae Yeon tak berhenti menatapnya, sangking gagah dan tampan, Sae Yeon langsung jatuh hati pada nya. Berbeda dengan Hae Seok yang sama sekali tidak menatapanya, walaupun putri mahkota Matahari begitu cantik, Hae Seok hanya memberi senyuman palsu.


"mari dicicipi jamuan kami yang sederhana ini." ajak Raja Jangga


"maaf Raja, masakan ini terlihat berbeda sekali, terlihat menggiurkan, aku belum pernah melihat makanan seperti ini, benarkan ayahanda?" ucap Putri Sae Yeon yang dibalas anggukan dari Ayahnya


"kami akan memanggil koki istana untuk menjelaskan makanan ini." ucap Raja Jangga dan menyuruh pelayan memanggil koki istana. Bo Ra memasuki Ruang penjamuan dengan begitu anggun, auranya menunjukkan dia seperti putri bangsawan, bukan seperti seorang koki. Semua mata tertuju padanya dan bertanya keheranan.


"hormat saya yang mulia Raja, saya Bo Ra kepala koki baru di kerajaan Jangga, sungguh kehormatan bagi hamba diberikan kesempatam untuk memasak tamu istimewa dari Raja dan Ratu Jangga." hormat Bo Ra dengan menundukkan badannya


"maafkan hamba telah lancang menjamu masakan baru temuan hamba yang mulia, tapi sungguh hamba begitu senang ketika diminta memasak untuk tamu penting, maka dari itu hamba memasak ayam goreng crispy, ini terbuat dari ayam yang saya beri tepung kemudian digoreng dengan minyak kelapa hasil buatan kami, sup spesial iga sapi. ttoebboekki, mie jajangmyeon, beserta makanan kecil. Dan minuman ini terbuat dari buah-buahan yang dipanen langsung oleh istana, seperti nanas, jambu dan pisang. Silahkan dicicipi." Selesai Bo Ra menjelaskan mereka mencicipi jus terlebih dahulu, yang membuat mereka terperangah dengan rasanya, bagaimana bisa buah dibuat minuman pikir mereka. Lalu mereka mencicipi makanan yang lainnya. Hae Seok tersenyum puas melihat Bo Ra,setelah ini ia akan menjalankan taktik selanjutnya.


"ini jamuann yang begitu istimewa, terimakasih telah menyambut kami dengan sebaik ini." ucap Raja Matahari pada Raja Jangga yang membuat hatinya senang dan bangga.


"bagaimana dengan diskusi pertemuan kita kali ini." singgung langsung oleh Raja Matahari


"aku sangat menginginkan persaudaraan diantara kita Raja, tapi hal ini kembali lagi pada anak-anak kita." ucap Raja Jangga yang menatap harap Pangeran Hae Seok


"aku tidak masalah dijodohkan dengan siapapun yang mulia, asalkan calon permasuri memiliki sikap yang bijaksana, mandiri dan cerdas. Aku ingin memimpin kerajaan ini dengan wanita yang seperti itu." ucap pangeran Hae Seok


"apa kau pikir putriku tidak memiliki sikap yang kau ucapkan tadi?" tanya Raja Matahari tersinggung

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2