
MENCARI KESIBUKAN
Bergegaslah menuju perkebunan kerajaan dibelakang, ada banyak macam sayuran dan buah-buahan, tapi Bo Ra belum menemukan pohon coklat/kakau, dia berkeliling hingga 3x, tapi belum menemukannya. Saat berjalan kearah luar perkebunan tapi masih daerah kerajaan Jangga, dia melihat buah kakau disana, Bo Ra begitu bahagia.
"Da Eun, aku membutuhkan buah dari pohon itu." tunjuk Bo Ra pada pohon Kakau
"tapii kata pelajar itu sangat tidak berguna Nn. katanya rasanya hambar, pahit" jawab Da Eun
"kata siapa, itu sangat manis kalau sudah matang, mungkin merkea mencoba ketika masih mentah. dan itu sangat berharga bagiku, tolong ambilkan yang sudah berwarna kuning 5 saja." ucap Bo Ra yang terlihat senang karena melihat pohon Coklat yang begitu banyak tapi sama sekali tidak diurus
Saat Da Eun ingin memetik buah itu, ada penjaga yang menghampiri mereka.
"apa yang kalian lakukan disini? " tanya penjaga
"aku hanya ingin memetik buah itu, lagian itu tidak berguna untuk kerajaan ini, aku ingin bereksperimen." jawab Bo Ra
"bereksperimen?" tanya penjaga satunya
"aghh sudahlah, biarkan kami memetiknya." ucap Bo Ra
"memang benar rumor yang ada, wanita yang diselamatkan pangeran gila." bisik penjaga, namun Bo Ra tidak menggubrisnya dan menyuruh Da Eun untuk segera mengambil buah Kakau
Setelah diambil buah itu, mereka menuju ke peternakan sapi untuk meminta susu segar, dan dibawalah mereka ke dapur semua bahan itu.
#kediaman pangeran Hae Seok
__ADS_1
"pangeran, saya sudah mengikuti wanita itu, dia dan pelayannya pergi ke perkebunan, akan tetapi dia malah mengambil buah yang tidak berharga bagi kerajaan dan dia juga meminta susu sapi segar dipeternakan." lapor pengawal setia Hae Seok
"baiklah, biarkan saja. kamu awasi saja dia." ucap Hae Seok dan pengawal setianya pergi mengawasi apa yang dilakukan Bo Ra
"kenapa kamu begitu bodoh." gumam Hae Seok diiringi tawa kecil dari bibirnya
Melakukan hal yang tidak pernah dilakukan pasti akan terlalu sulit, Bo Ra mencoba melakukan yang terbaik walaupun membuat coklat tidak semudah yang dibayangkan, daripada tidak melakukan apapun pikirnya, lebih baik mencari kesibukan selagi mengalihkan pikirannya yang terluka karena perlakuan Hae Seok. Kalau ini berhasil dia juga bisa menjualnya dan mendapatkan uang pikirnya.
"Da Eun, kita buka buah ini terlebih dahulu, kita memfermentasikannya selama lima hari." ucap Bo Ra memberi tahu
"fermentasi?" tanya Da Eun
"iyaa kita akan menyimpannya selama lima hari, tapi kita juga harus mengawasinya setiap hari, dipindahkan kekotak yang lain dalam sehari sekali hingan 5x, proses fermentasi akan membentuk aroma, memberi warna, dan mengurangi rasa sepat." Bo Ra menjelaskan dibalas oleh anggukan dari DaEun
Mereka membuka buah kakao dan menyisihkannya, lalu dimasukkan kedalam kotak yang sudah disiapkan dan disimpannya di gudang makanan dapur.
"aghh aku lupa, kalo membuat coklat membutuhkan waktu yang lama, kenapa aku harus mengambil susu tadi." pikirnya
"Da Eun ayo kita masak susu ini. Tolong ambilkan gula dan panci untuk memasak, oiya tolong buatkan apinya." Da Eun langsung menuruti semua permintaan Bo Ra
Bo Ra menuangkan susu segarnya dan dicampurnya dengan gula. Setelah api siap, Bo Ra merebus dan diaduknya terus menerus sampi mengental, kalau sudah mengental Bo Ra menarik kayu bakarnya agar apinya kecil, juru masak dan Da Eun hanya menatapnya keheranan, sebenarnya apa yang dibuat oleh Bo Ra, tidak menunggu lama Susu segar sudah terlihat menguning dan mengental sempurna, Bo Ra sangat senang uji cobanya berhasil. Lalu dia pindahkan susu itu ke kendi kecil agar cepat dingin.
"apa kalian ingin mencobanya?" tanya Bo Ra pada semua pelayan yang memperhatikan
"jangan terlalu kaku padaku, ambillah piring kecil, dan cobalah susu yang kubuat, kalian bisa memakannya dengan buah juga atau roti." ucap Bo Ra
"Roti? apa itu Nn?" tanya mereka
__ADS_1
"ohiyaa aku lupa kalau disini belum ada roti, besok aku akan mengajari kalian membuat roti, roti itu terbuat dari tepung. sama seperti kue bunga kecil yang sering kalian buat, terasa manis hanya bedanya roti berserat dan mengembang." ungkap Bo Ra dan mengambilkan SKM ke piring untuk pelayan cicipi.
"bagaimana rasanya?" tanya Bo Ra
"wahh ini enak sekali Nn. rasanya lebih manis, beda dengan meminum susu yang langsung diperah dari sapi." ucap pelayan
"syukurlah kalau enak, ini juga bisa diseduh dengan air panas, rasanya akan lebih nikmat."
"ohiya sebentar lagi pangeran akan makan siang yaa, tolong panaskan air, dan seduh susu ini ya airnya jangan terlalu banyak, kalau kebanyakan nanti tidak manis, tolong berikan pada pangeran, aku akan pergi kepasar untuk menjual skm yang kubuat." ucap Bo Ra
para pelayan melakukan apa yang diminta Bo Ra dan segera mempersiapkan makan siang untuk pangeran. Bo Ra juga sudah memberikan resep kepada juru masak untuk memasak makanan yang berbeda dari biasanya, Bo Ra juga menuliskan cara membuat minyak, Bo Ra meminta pelayan untuk membuat minyak yang banyak, dan dia akan menjualnya juga dipasar, Bo Ra sangat ahli mengambil keuntungan. karena di abad 10 ini belum ada minyak, kemarin saja Bo Ra memasak pancake dengan cara dipanggang dan nasi goreng menumis menggunakan air saja.
----
Pasar pada abad 10 masih terlihat sangat sederhana, tapi dipenuhi oleh para pembeli dari kalangan atas, menengah, maupun bawah. Mata pemuda dipasar tertuju pada Bo Ra, wajah Bo Ra yang begitu cantik membuat mereka terpesona, dan mereka jarang menemukan wanita yang pecicilan padahal sudah dewasa lari kesana kesini terlihat seperti anak kecil.
"itu toko bahan pangan terbesar di kota Jangga Nn." ucap Da eun yang diikuti Bo Ra dengan penuh semangat
"selamat datang Nn, ada yang bisa kami bantu." tanya pelayan/penjual toko tersebut
"bisakah aku menjual susu disini?" tanya Bo Ra
"tentu saja bisa, asalkan susu itu berkualitas. ikutlah denganku." ucap pelayan yang mengarahkannya ke ruangan pemilik toko bahan pangan ini
"tuan, ada seorang Nn yang ingin menjual susu." ucap pelayan dan tuannya menyuruh Bo Ra masuk kedalam ruangan
Tuan pemilik toko ini begitu tampan, tapi Bo Ra tidak memperdulikan itu. yang dia perdulikan hanya uang, lagian dia sudah sering melihat pria tampan di jamannya. Berbeda dengan pemilik toko, dia terperangah melihat kecantikan Bo Ra yang hanya menggunakan riasan polos, berbeda dengan wanita lainnya.
__ADS_1
"tuannn... tuann.... aku ingin menjual susu buatanku, apakah bisa?" tanya Bo Ra sambil melambai-lambaikan tangannya karena pemilik toko masih melamun terperangah.
-BERSAMBUNG-