Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
SIUMAN


__ADS_3


Yungsik, anjing kesayangan Putra Mahkota


#Bo Ra POV


Aku terbangun diruangan yang tidak kukenal, interiornya cukup kuno dan antik, bila dijual bisa laku mahal pikirku. Saat ingin menggerakkan badanku, perutku dan dadaku terasa sakit sekali, nyeri dibagian dalam. Aku berfikir ini karena terpukul bagian mobil tadi.


Tapi tunggu sebentar aku ada dimana, ini begitu asing, kalau dirumah sakit tidak mungkin rumah sakit sekuno dan seantik ini. Aku menoleh melihat sekeliling, samar-samar aku melihat Park Hae Seok suamiku berdiri disampingku sedang berbicara dengan seseorang. Tapi kenapa suamiku memakai baju aneh seperti itu, dan mereka semua berpakaian aneh. Apa aku sudah mati, dan bertemu dengan suamiku disini. Kalau aku sudah mati pasti aku tidak merasakan sakit lagi, jadi ini apa, kenapa semua disini aneh. Saat aku melihat badanku, aku merasa kaget dengan baju yang kugunakan, kenapa aku memakai hanbook, apa ini sedang shooting drama dan sebenarnya suamiku masih hidup. Ahh entahlah aku senang melihat suamiku lagi, aku harus memeluknya. Lalu aku memaksakan diri untuk bangkit dan langsung memeluk suamiku park hae seok. Pipiku juga mendadak basah karena Air mataku tiba-tiba mengalir deras. Menangis tersedu-sedu dipelukannya, sebenarnya aku merasakan suamiku seperti kaget dan menolak pelukanku, tapi aku lebih memperat pelukanku dan menangis.


"jangan tinggalkan aku lagi." ucapku sambil menangis


Terasa ada tangan yang membalas pelukanku dan menepuk-nepuk punggungku pelan, supaya aku tidak menangis kencang. Ada seseorang yang berusaha melepaskan pelukanku pada suamiku, aku begitu marah dan berteriak padanya.


"kenapa kamu berani sekali ingin memisahkanku dengan suamiku Park Hae Seok, kalian siapa? kenapa kalian semua disini." ucapku marah-marah pada mereka


"maaf Nn. tapi anda tidak sopan memeluk putra mahkota kami seperti itu." ucap Kasim


"putra mahkota bagaimana, dia suamiku Park Hae Seok, bukan putra mahkota. Pergi kalian dari sini, jangan pisahkan kami lagi." ucapku sambil terduduk menangis tersedu-sedu sambil memegang dadaku yang sakit


"maaf pangeran, sepertinya wanita ini butuh istirahat, dia masih terlihat kesakitan." ucap tabib


"baiklah, tolong jaga dia, aku akan kembali keruanganku." ucap suamiku yang disebut mereka putra mahkota


"sayang, kamu mau kemana, jangan tinggalkan aku, aku takut sendiri, aku takut kamu meninggalkan ku lagi. uhukk.. uhukkk.." ucapku lagi sambil menangis dan terbatuk-batuk


Park Hae Seok terlihat sangat bingung, dan kemudian dia menyuruh semua orang pergi, hanya aku dan suamiku didalam ruangan. Dia membantuku berdiri, untuk kembali ketempat tidur. Aku merasa bahagia, Park hae Seok suamiku ada berada disisiku lagi, aku tidak akan kesepian.


"syukurlah, kamu masih hidup Hae seok oppa, tapi kita sekarang ada dimana? jangan tinggalkan aku lagi, aku tidak ingin sendiri lagi. Ohiya bagaimana penyakitmu oppa, apa kamu sudah sehat, kenapa kamu bisa disini, atau jangan-jangan aku sudah mati dan menyusulmu ke surga." ucapku yang sangat banyak


"apa maksudmu? kamu siapa. bagaimana kamu bisa tahu namaku." ucap Park Hae Seok yang tiba-tiba menjadi ketus


"kenapa kamu marah padaku oppa? aku sangat rindu padamu." ucapku menangis lagi


"baiklahh maafkan aku. sekarang kamu istirahatlah, lukamu masih belum membaik." ucap suamiku

__ADS_1


"kamu tetap disini kan? jangan tinggalkan aku." ucapku sambil memegang tangannya


Suamiku terlihat kaget lagi aku memegang tangannya.


"kamu kenapa suamiku, tidurlah disampingku, temani aku." ucapku memohon dan malah membuat nya cegukan.


Suamiku tiba-tiba berdiri seperti akan meninggalkanku, jadi kutarik tangannya supaya dia tidur disampingku. Tarikanku cukup kuat disaat dia sedang bingung, tubuhnya langsung menindih tubuhku, aku merasa kesakitan sebenarnya, tapi aku begitu senang ada suamiku disini. Mata suamiku melotot kaget dengan semua yang kulakukan, seperti akan marah tapi aku memeluknya erat.


"aku sangat mencintaimu suamiku. jangan tinggalkan aku." bisikku ditelinganya yang masih menindihku


"wajah wanita ini begitu cantik dan manis, kenapa jantungku terasa berdebar-debar dan kenapa aku malah menurutinya hingga aku tidur disampingnya. Aku harus pergi dari sini, aku seorang putra mahkota bagaimana bisa menjadi penurut begini." pikir Park Hae Seok sambil memandangi Bo Ra


Hae seok juga berfikir, kenapa wanita ini menyebut dirinya sebagai suaminya dan juga Bo Ra mengetahui namanya, karena sejak kecil dia jarang dipanggil nama hanya dipanggil pangeran pertama atau putra mahkota, hingga semua pelayan, rakyat, semua orang dikerajaan jangga tidak mengetahui namanya kecuali orangtuanya. Hae Seok juga malah senang karena tidak ada yang tahu namanya, ini salah satu bentuk kebebasan. Tapi dia masih berfikir, seorang wanita aneh yang entah asalnya dari mana mengetahui namanya dan memanggilnya suami. Apa Bo Ra seseorang dari masa lalu, masa depan atau dunia lain, atau Bo Ra seorang mata-mata dari Kerajaan Senja, Hae Seok berpikir kemana-mana.


Hae Seok bangun pelan-pelan agar Bo Ra tidak bangun, akhirnya dia bisa pergi dari Kim Bo Ra pikirnya.


"pelayan, jaga wanita ini jangan sampai kabur." ucap Hae Seok dan kembali ke kediamannya untuk bertemu Yungsik dan beristirahat


Baru saja, Hae Seok akan terlelap, kasim memanggil-manggil dirinya.


"maaf pangeran, wanita itu menangis mencarimu dan memaksa akan keluar mencarimu." ucap kasim


"kenapa kalian mengurus wanita satu saja tidak becus sekali." ucap Hae Seok yang memakai bajunya untuk kembali ke kediaman Bo Ra


"aghh kenapa wanita ini menyusahkanku dan kenapa aku begitu kawatir padanya, inginku hukum mati saja dia karena mengganggu ku." gumam Hae Seok sambil berjalan cepat dan diikuti kasim dan pelayan


"maaf pangeran, apa aku harus menyiapkan peralatannya? " tanya kasim


"peralatan apa? " teriak Hae Seok


"saya dengar putra mahkota ingin menghukum mati wanita itu." jawab kasim yang membuat Hae Seok berhenti berjalan


"bukan begitu maksudku." jawabnya sambil meraup wajahnya dan berjalan kearah kediaman Bo Ra


#Kediaman Bo Ra

__ADS_1


"dimana suamiku, tolong panggilkan dia aku ingin menemuinya, aku tidak ingin ditinggalnya." ucap Bo Ra sambil menangis


"maaf Nn. putra mahkota sudah tidur." jawab pelayan


"aku harus kesana, aku harus menemuinya kenapa dia tidak tidur disini saja." ucap Bo Ra dan beranjak dari kasurnya untuk mencari Hae Seok yang dicegah oleh para pelayan yang kebingungan harus berbuat apa


Duag... pintu kamar Bo Ra terbuka keras. Hae seok sudah berada disana.


"ada apa ini? kenapa kamu membuat masalah?" ucap Hae Seok yang di beri hormat pelayan dengan menunduk sedangkan Bo Ra berlari memeluknya


"suamiku kamu dari mana? kenapa meninggalkanku, aku takut disini." ucap Bo Ra


"aku bukan suamimu, lancang sekali kamu begitu padaku putra mahkota. " ucap Hae Seok marah dengan melepaskan pelukan Bo Ra


"kenapa kamu berubah oppa, apa salahku? apa karena kita disurga jadi kamu tidak mau mengenalku lagi. " ucap Bo Ra


"aku tidak perduli denganmu, jika kamu membuat kesalahan lagi, akan kuhukum mati bila perlu, ini adalah kerajaanku, kerajaan Jangga." ucap Hae Seok lantang


"kerajaan jangga? bagaimana mungkin, kamu jangan membodohiku." jawab Bo Ra mundur dan menangis


"pelayan jaga dia, jangan sampai membuat keributan seperti ini lagi, awas saja kalau hal ini sampai terdengar ke telinga Raja dan Ratu." ucap Hae Seok lantang dan langsung meninggalkan mereka.


Sedangkan Bo Ra masih menangis tidak percaya suaminya bisa sekasar ini padanya, pelayan mencoba menenangkannya.


Bo Ra teringat dengan kata-kata kerajaan Jangga, mana mungkin dia ada dikerajaan Jangga abad ke-10, berarti ini jaman kuno, bagaimana mungkin, dia masih tidak percaya.


"maaf aku ingin bertanya, sekarang tahun berapa?" tanya Bo Ra pada pelayan


"maksud anda tahun bagaimana Nn?" tanya balik pelayan


"maksudku abad." jawab Bo Ra


"saat ini abad ke-10 Nn." jawab pelayan bingung dan Bo Ra juga semakin bingung


"apa sekarang kita sedang dipimpin oleh Raja Seok Jin?" tanya Bo Ra lagi dan dijawab dengan anggukan dari pelayan. Bo Ra merasa tidak percaya bahwa dirinya berada dijaman kuno abad ke 10,lalu tadi suaminya agh maksudnya tadi emang benar putra mahkota raja kerajaan Jangga selanjutnya Park Hae Seok.

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2