Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
CUPLIKAN SEJARAH+DIANGGAP GILA


__ADS_3

CUPLIKAN SEJARAH+DIANGGAP GILA


Hae Seok masih duduk terdiam setelah Ibu Ratu pergi, dia benar-benar tidak ingin dijodohkan seperti ini, kerajaan tidak akan bisa maju kalau mengambil permaisuri yang hanya bisa alakadarnya/ didukung dari kerajaannya saja. Dia merasa ingin mencari perempuan yang benar-benar jenius, yang bisa mengubah pandangan orang menjadi lebih realistis.


"keluarlah." ucap Hae seok pada Bo Ra yang masih bersembunyi didalam lemari


"ahhh akhirnya aku menghirup udara segar." sambil menggerakkan badannya seperti abis keluar dari penjara


"kamu kembalilah ke kediamanmu, aku ingin sendiri." ucap Hae Seok seraya berdiri kembali kekasurnya


"tunggu oppa, aku mendengar semua ucapan ibu ratu. Aku bisa membantumu membatalkannya, jika kamu tidak menginginkam perjodohan ini." direspon dengan tatapan dingin oleh Hae Seok


"lancang sekali kau, apa kau tau aku disini pangeran, jangan mentang-mentang kau kuijinkan tinggal disini, seenaknya saja." jawab Hae Seok dengan nada tinggi


"maafkan aku yang begitu lancang, aku hanya ingin menolongmu, aku tidak ingin kau terpuruk, dan menutupi semua keistimewaanmu, aku sudah memberi tahumu bahwa aku istrimu dari masa depan, aku hampir tahu semua tentang sejarah abad ini. " ucap Bo Ra menunduk menahan air matanya, dia baru sadar dihadapannya ini bukan suaminya tapi orang lain yang begitu kasar dan memiliki kuasa penuh atas negeri ini.


"aku hanya ingin memberi tahumu satu hal, dalam sejarah kamu memang akan menikah dengan putri Sae Yeon, dia akan menjadi permaisuri yang jahat dan mengambil alih kerajaan ditangannya dengan segala cara, dan dalam sejarah kamu akan meninggal diusia 35 tahun, karena mengalami kelumpuhan saraf. Terserah pangeran mau percaya atau tidak, aku hanya tidak ingin suamiku di abad ini mengalami hal sama di masa depan, meninggal di usia muda 35 tahun." ucap Bo Ra dan langsung meninggalkan kediaman Hae Seok.


Hae Seok merenungi semua yang dikatakan Bo Ra, dia bingung apakah harus percaya atau tidak, bisa saja Bo Ra hanya membodohinya. Akan tetapi, yang dikatakan Bo Ra sebelum ini memiliki banyak bukti yang kuat, kalau Bo Ra memang dari masa depan. Hae Seok ingin menyelidiki Bo Ra lebih dalam lagi supaya bisa mempercayainya atau tidak.


#Bo Ra POV saat Ratu datang


Bo Ra begitu kesal mendengar ibu Ratu menyuruh suaminya Hae Seok menikahi putri mahkota dari kerajaan Matahari. Mendengar kata matahari dia ingat, belum lama ini dia membaca sejarah tentang kerajaan matahari yang terkenal licik dalam menguasai kerajaan lain demi kesejahteraan kerajaan matahari.


Bo Ra mencari ponselnya, dia memang sengaja mengunduh aplikasi offline guna mendalami sejarah, selain ilmu kedokteran, dia sangat tertarik dengan sejarah dan apapun yang menurutnya menarik. Kerajaan matahari mulanya kerajaan yang sangat kecil dan miskin, namun dia mampu merangkul para pedagang dan mengelabuhi kerajaan lain menjadi dibawah kekuasaan mereka, sehingga di abad 10 ini kerajaan matahari memiliki keunggulan dalam perekonomian, namun kemiliteran mereka masih dibawah rata-rata, jadi mereka sangat kawatir jika sewaktu-waktu diserang oleh kerajaan lain. Maka dari itu, kerajaan matahari memutuskan untuk melakukan perjodohan dengan kerajaan Jangga, dengan niatan mengambil alih kemiliteran. Kerajaan Jangga terkenal memiliki kemiliteran yang begitu kuat dibanding kerajaan lain, sedangkan perekonomian sedang-sedang saja, tidak dibawah dan juga tidak diatas. Perjodohan ini dilakukan raja untuk mengambil keuntungan masing-masing, tapi kerajaan matahari lebih serakah dan pada akhirnya kerajaan jangga menjadi dibawah naungan mereka.


Bo Ra semakin terkejut ketika membaca Hae Seok akan meninggal diusia 35 tahun, ini berarti nasibnya sama dengan suaminya dimasa depan, dia menjadi sangat sedih membaca itu semua, makanya dia ingin membantu Hae Seok keluar dari semua ini, dia ingin mengubah semuanya. Akan tetapi, respon Hae Seok membuatnya hatika makin terluka, tidak pernah ia di bentak oleh suaminya seperti ini, walaupun Hae Seok yang ini bukan suaminya, tapi wajah mereka sama persis, ini yang Bo Ra sedih.


Duduk termenung dikasurnya, air mata terus mengalir membasahi pipinya, Bo Ra merasa sangat kesal kenapa harus terlempar pada abad ini dimana dia melihat suaminya lagi, membuat dirinya perlu berada didekat Hae seok terus menerus, kenapa Hae Seok diabad ini begitu kasar, tidak memahami keadaan sekitarnya, dia kesal dengan ini semua.


"aghh aku butuh coklat, dimana ranselku, dimanaa... huhuhuhu." teriak Bo Ra yang membuat pelayannya Da Eun masuk kekamarnya

__ADS_1


"ada apa Nn. kenapa Nn. menangis? " tanya Da Eun yang kawatir


"dimana ranselku, bawakan ranselku. aku ingin makan coklat. " sambil mengusap mata nya yang terus dialiri air mata


"ransel? coklat? aghh barang yang kemarin." yang langsung lari mengambil barang yang diminta Bo Ra


Dimakannya begitu lahap permen coklat yang Bo Ra bawa, dia membawa cukup banyak ada 3 pack, karena Bo Ra sangat menyukai coklat apalagi keadaannya yang masih terpuruk membuatnya ingin selalu makan coklat.


"aghh aku tidak boleh menghabiskan coklat ini sekarang, disini tidak ada coklat. huhuhu." teriak Bo Ra sambil menangis seperti anak kecil


"sebenarnya coklat itu apa Nn. kalau coklatmu habis akan kucarikan." balas Da Eun yang duduk dibawah Bo Ra memegang lutut Bo Ra


"huhu kamu kenapa polos sekali sii, aku jad tidak sanggup menangis, huhuhu... cobalah ini." satu bungkus coklat diberikannya pada Da Eun


"wahhh ini enakk sekali Nn." terukir senyum sumringah diwajah Da Eun


Melihat senyuman Da Eun, Bo Ra menjadi terinspirasi untuk membuat coklat, karena coklat disukai oleh semua kalangan, lalu Bo Ra berfikir dimana ia bisa menemukan bahan untuk membuat coklat.


"Da Eun." direspon dengan tatapan untuk siap segala apapun


"apa kerajaan ini punya ternak sapi yang menghasilkan susu?"


"ada Nn. dibelakang kerajaan tempat peternakan kerajaan." jawab Da Eun


"bisakah kamu minta satu teko penuh?"


"teko? "


"ehmm kendi kecil, iyaa kendi kecil." ucap Bo Ra


"apa kamu ingin minum susu segar Nn?" tanya Da eun

__ADS_1


"tolong ambilkan saja. nanti kuberi tahu." ucap Bo Ra yang akan segera dilaksanakan Da eun


"ehh tunggu sebentar, dimana perkebunan kerajaan?" tanya Bo Ra


"dibelakang juga Nn." jawabnya


"bisakah temani aku kesana dulu?" dibalas anggukan oleh Da Eun


Bergegaslah menuju perkebunan kerajaan dibelakang, ada banyak macam sayuran dan buah-buahan, tapi Bo Ra belum menemukan pohon coklat/kakau, dia berkeliling hingga 3x, tapi belum menemukannya. Saat berjalan kearah luar perkebunan tapi masih daerah kerajaan Jangga, dia melihat buah kakau disana, Bo Ra begitu bahagia.


"Da Eun, aku membutuhkan buah dari pohon itu." tunjuk Bo Ra pada pohon Kakau


"tapii kata pelajar itu sangat tidak berguna Nn. katanya rasanya hambar, pahit" jawab Da Eun


"kata siapa, itu sangat manis kalau sudah matang, mungkin merkea mencoba ketika masih mentah. dan itu sangat berharga bagiku, tolong ambilkan yang sudah berwarna kuning 5 saja." ucap Bo Ra yang terlihat senang karena melihat pohon Coklat yang begitu banyak tapi sama sekali tidak diurus


Saat Da Eun ingin memetik buah itu, ada penjaga yang menghampiri mereka.


"apa yang kalian lakukan disini? " tanya penjaga


"aku hanya ingin memetik buah itu, lagian itu tidak berguna untuk kerajaan ini, aku ingin bereksperimen." jawab Bo Ra


"bereksperimen?" tanya penjaga satunya


"aghh sudahlah, biarkan kami memetiknya." ucap Bo Ra


"memang benar rumor yang ada, wanita yang diselamatkan pangeran gila." bisik penjaga, namun Bo Ra tidak menggubrisnya dan menyuruh Da Eun untuk segera mengambil buah Kakau


Setelah diambil buah itu, mereka menuju ke peternakan sapi untuk meminta susu segar, dan dibawalah mereka ke dapur semua bahan itu.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2