Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
CARA PENCEGAHAN


__ADS_3

"baiklaahh maafkan aku, aku tahu kamu sangat kawatir dengan keadaan rakyatmu." ucap Bo Ra yang kemudian Da Eun datang membawa jambu biji yang dimintanya dan memberikannya pada Bo Ra


"sekarang tumbuk jambu biji ini, kemudian peras sari airnya, kamu bisa langsung meremasnya dikain tipis, setelah itu sarinya berikan pada kedua anak tadi." ucap Bo Ra yang langsung dituruti


"Da Eun tolong sambil dengarkan aku saat menjelaskan untuk mengurangi penyebaran penyakit ini."


"untuk yang pertama yang sangat penting tolong sampaikan kepada semua orang, mereka harus meminum air rebusan, jangan meminum air mentah, karena nyamuk berkembang biak didalam air, saat kita merebusnya air menjadi higenis atau bersih. jika ada yang sudah terjangkit virus ini, berikan mereka air dan sari jambu ini, jangan biarkan mereka dehidrasi atau kelaparan." mereka berdua menganggukan kepalannya


"selanjutnya adalah......." terpotong


"apa tidak lebih baik kamu menjelaskan didepan tabib juga." saut Hae Seok


"tidak perlu oppa, aku mempercayaimu, sudah kubilangkan aku akan membantumu menjadi raja, tolong mulai rebahkan sayapmu, buat agar kau terlihat cerdas dan berharga dimata rakyatmu, buat dirimu tidak direndahkan orang lain, aku tahu kamu cukup cerdas dan kamu lebih menyebunyikan bakatmu, tapi kumohon kamu harus menunjukkannya, ini agar kamu tidak ditinda oleh siapapun." ucap Bo Ra dengan menatap Hae Seok serius


"lagipula aku belum bisa menunjukkan diriku kesemua orang, ini bisa membahayakanmu." tambah Bo Ra, dan Hae Seok makin terpesona dengan Bo Ra, dia mengetahui semua tentang yang dirasakan dan dipikirkan oleh Hae Seok


"baiklah aku akan melanjutkan, selanjutnya ajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan dalam 7 malam, alat pengasapan ini menggunakan sabut kelapa, tanaman serai, batok kelapa dan bambu. Kita harus segera mencari tumbuhan serai itu, mungkin saja sudah tumbuh ditengah hutan, dan kalian menganggap tumbuhan itu tidak berharga. untuk cara pembuatannya, buat seperti dayung yang ada didapur itu menggunakan batok kelapa dan bambu, lalu kita bakar sabut kelapa dan tanaman serai didalamnya, kita harus berkeliling desa dan rumah-rumah, agar nyamuk tidak berkembang banyak. apa kalian paham?" tanya Bo Ra di akhir, mereka berdua mengangguk serius


"lalu minta semua orang untuk menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, atau genangan air yang berada di sekitar rumah, itu bisa menimbulkan perkembang biakan nyamuk. Menutup rapat tempat penampungan air. Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti sampah sampah ini, kita harus menguburnya atau membakarnya, inilah penyebab DBD."


"masih ada lagi minta semua orang untuk mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, menggunakan kelambu saat tidur, kalau belum ada kelambu, aku akan meminta penjahit kerajaan untuk membuatnya dan disebar luaskan, lalu menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti tumbuhan serai"


"dann menghentikan kebiasaan menggantung pakaian, ataupun menumpuk barang yang tidak berguna didalam, seperti ruangan Woo Jin ini sangat penuh dan sumpek, seperti tidak ada udara masuk, nyamuk menjadi suka dengan lingkungan seperti itu."


"aku rasa itu pencegahan untuk DBD yang bisa kita lakukan saat ini." ucap Bo Ra


Hae Seok dan Da Eun tertegun takjub dengan penjelasan Bo Ra, bagaimana ia bisa memikirkan semua itu, padahal orang lain tidak terpikirkan, padahal emang hal ini sudah banyak orang tahu dimasanya.


"wahhh kau sangat keren Nn." ucap Da Eun dengan menepuk telapak tangannya berkali-kali


"aghh tidak begitu, berikan sari jambu itu pada mereka" ucap Bo Ra


"dann oppa, mungkin kita harus segera mencari tumbuhan serai itu, ini sudah memasuki musim hujan, kita harus segera melakukan pencegahannya." ucap Bo Ra

__ADS_1


"terimakasih." ucap Hae Seok sebelum pergi


"tidak perlu berterimakasih, aku kan sudah bilang kamu suamiku jadi aku harus membantumu bagaiamanapun caranya." Bo Ra memberikan senyuman termanisnya pada Hae Seok, berharap sarannya ini bisa berguna.


Bo Ra memasuki rumah Woo Jin untuk berpamitan mencari tumbuhan serai.


"Woo Jin, kamu harus menjaga adikmu ya, kamu juga jangan sampai kelelahan supaya tidak sakit. Kakak akan mencari tumbuhan serai dulu. dan kamu Da Eun tolong temani Woo Jin menjaga adiknya." ucap Bo Ra yang dibalas anggukan oleh Woo Jin


"tapi Bo Ra, tidakkah aku ikut saja?" tanya Da Eun kawatir


"aku pergi bersama Hae Seok oppa, aku akan baik-baik saja dan segera kembali."


"ohiyaa tolong sekalian bereskan ruangan ini, supaya tidak pengap, bisa saja kamu dan woo Jin nanti tertular, aku akan segera kembali." ucap Bo Ra


"Baiklahh." jawab Da Eun


Hae Seok dan Bo Ra meninggalkan rumah Woo Jin, lalu pergi menuju hutan ditemani pengawal setia pangeran juga. Didalam hutan juga banyak hewan buas dan preman.


Berjalan mereka menyusuri hutan untuk mencari tumbuhan serai, Bo Ra melihat banyak tumbuhan kunyit disana.


"iyaa, ini tumbuhan untuk pewarna makanan." jawab Hae Seok


"apa hanya itu yang kau ketahui kegunaan tumbuhan ini?" dibalas dengan anggukan oleh Hae Seok


"kau harus segera membudidayakannya oppa, tumbuhan ini juga bisa untuk obat, untuk memasak makanan yang lezat juga, biasanya juga digunakan untuk luluran." tambah Bo Ra


"luluran?"


"iyaa luluran, agar kulit kita menjadi bersih dan lebih putih." ucap Bo Ra


Kurang lebih 30 menit sudah mereka masih berjalan berdua menyusuri hutan yang memiliki pohon tinggi-tinggi, hingga daunnya menutupi celah sinar matahari, jadi terlihat redup di hutan. Kaki Bo Ra sudah terasa pegal, karena ia tidak pernah berjalan sejauh ini.


"ada apa dengan kakimu?" tanya Hae Seok

__ADS_1


"hanya pegal saja, aku tidak terbiasa berjalan sejauh ini." jawab Bo Ra dengan memijat kakinya pelan


"kalau begitu kita istirahat dulu." ucap Hae Seok


"tidak usah, nanti keburu gelap kita tidak bisa pulang." jawab Bo Ra yang kemudian Hae Seok berjongkok didepannya


"naiklah kepunggungku, aku akan menggendongmu." ucap Hae Seok dengan menengok ke Bo Ra


"aghh,, oppa pasti juga lelah, aku tidak ingin membuatmu lelah." ucap Bo Ra yang tidak enak


"cepatlah, keburu gelap." jawab Hae Seok, dan Bo Ra langsung naik kepunggungnya untuk digendong, berjalan pelan ia menggendong Bo Ra. Bo Ra merasa sedang flashback bermesraan dengan suaminya, dia sering digendong oleh Hae Seok suaminya sebelum meninggal, walaupun suaminya dulu hanya bisa menggendong sebentar dan tidak kuat lelah, itulah sebabnya Bo Ra tadi sempat berfikir tentang itu.


"sebenarnya alat apa yang kau gunakan untuk mengobati anak tadi?" tanya Hae Seok yang membuat lamunan Bo Ra buyar seketika


"aghh ituu, alat medis di masa depan, alat itu mudah ditemukan diduniaku, apalagi aku seorang dokter." jawab Bo Ra


"Dokter?"


"dokter itu seperti tabib, dimasa depan kami mendirikan rumah sakit dimana para dokter/tabib bekerja, jadi masyarakat tidak perlu bingung ketika berobat. Dan alat-alat yang digunakan sudah canggih semua. Sebenarnya aku sedikit kesulitan disini, karena masih serba alami dan traditional." ucap Bo Ra


"sehebat itukah duniamu?" tanya Hae Seok


"tidak jugaa sihh, kota kami begitu ramai, banyak polusi dari pabrik, mobil dan motor. pohon-pohon juga sudah jarang, kecuali di desa masih asri, tapi tidak se asri disini, disini udara nya begitu sejuk, membuatku merasa tenang." ucap Bo Ra


"apa kau menyukai disini?" tanya Hae Seok.


"tentu saja, yang lebih membuatku senang karena ada kau oppa disini bersamaku, aku menjadi tidak kesepian lagi." jawab Bo Ra senang


"emang kemana suamimu? kenapa kau terlihat begitu merindukannya." ucap Hae Seok yang membuat Bo Ra terdiam, Hae Seok menoleh kearah Bo Ra yang menahan Air matanya.


"baiklahh, kau tidak perlu meningatnya, aku akan menggantikan suamimu, aku akan menjagamu." ucap Hae Seok tiba-tiba yang tanpa sadar dengan mengucapkan itu


"benarkah itu oppa? aku senang sekali." jawab Bo Ra yang langsung memeluk erat Hae Seok dan membenamkan wajahnya dibahu Hae Seok, sehingga wajah mereka dekat satu sama lain

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2