
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, istana sudah terlihat megah dengan berbagai dekorasi ala pernikahan, Bo Ra juga membantu mendesign dengan konsepnya yang diketahui dimasa modern, campuran tradisional dan modern design. Namun, dia tidak bisa mengganti pakaiannya karena pakaian itu sudah disiapkan dari kerajaan untuk calon permaisuri. Gaun berwarna merah, rasanya ada setengah kg beratnya+accessories yang digunakan juga sangat berat. Hingga untuk berjalanpun begitu susah, butuh banyak pelayan juga yang membantu untuk mengenakan pakaiannya.
"apakah belum selesai? banyak sekali lapisannya." rengek Bo Ra pada Da Eun dan pelayan lainnya
"sebentar lagi, bersabarlah." jawab Da Eun
"sanggulku begitu berat, ditambah pakaian ini, badanku terasa tidak kuat menopangnya." rengek Bo Ra lagi
"kau pasti bisa, kapan lagi kau akan merasakan upacara pernikahan seperti ini." hibur Da Eun
"aku sudah tidak sabar ingin bertemu Hae Seok oppa, kami sudah dipisahkab selama satu pekan ini.. huhuhuhu." ucap Bo Ra yang merengek lagi
___________
Disatu sisi pasukan mata merah sudah siap disegala penjuru, ramainya resepsi pernikahan kali ini memudahkan mereka untuk berbaur diri dengan yang lain. Apalagi Raja mengundang seluruh kalangan, jadi semua orang dapat mengikuti acara ini secara bebas, meskipun hanya beberapa yang diperbolehkan masuk istana, yang lain menunggu diluar gerbang istana, jika semua masuk istana tidak akan muat, hanya perwakilan Kerajaan, bangsawan dan beberapa masyarakat yang terpilih, serta para prajurit yang sudah siap mengamankan situasi kerajaan. Diluar dugaan, para prajurit sudah dimanipulasi oleh pasukan mata merah, kini istana dipenuhi pasukan mata merah.
Saat semua orang sudah berkumpul, Raja Ratu segenap keluarga sudah menempati posisi masing-masing, Suara Gong dipukul dua kali menggema diseluruh istana dan diluar istana juga dapat mendengarnya, ini saatnya acara akan dimulai. Pengantin dipersilahkan untuk memasuki area upacara pernikahan. Bo Ra dituntun untuk berjalan saat memasuki area upacara. Hae Seok menarik kedua lekuk bibirnya dan muncul lubang manis dipipinya, Bo Ra membalas senyuman itu, mereka berdua tampak bahagia. Hae Seok terlihat sangat tampan menggunakan hanbook pengantin ala pria, baju berwarna merah dengan melihatkan celana sedikit dengan menggunakan sepatu hitam merah, seperti ada ikat pinggang yang melingkari pinggangnya, Hae Seok juga menggunakan kupluk tinggi berwarna hitam yang makin membuatnya terlihat begitu tampan.
Pemandu upacara pernikahan mengucapkan kata-kata sakral untuk kedua pengantin, pengantin wanita diminta untuk memberi hormat terlebih dahulu, dengan mengangkat kedua tangannya hingga menutupi mulut dan hidungnya, membungkuk, lalu bersujud, dia melakukannya dua kali.
Saat Bo Ra mengangkat tangannya menutupi wajahnya yang hanya terlihat matanya, disudut istana pasukan mata merah, yapp tepatnya Lee dong wook rekan tes ketabiban saat itu, dia ikut bertugas kali ini untuk menjalankan tugas dari Putri Sae Yeon.
__ADS_1
"(matanya terbelalak kaget) bukankah wanita itu yang ikut tes tabib kemarin." gumam Dong Wook dalam hatinya
"aku harus membawanya pergi dari sini, sebelum pasukan mata merah membunuhnya." gumam Dong Wook lagi
Tugas dari Putri Sae Yeon adalah menghabisi calon mempelai wanita dan menculik Pangeran Hae Seok untuk dipaksa menikahinya. Pasukan mata merah akan beraksi saat Hae Seok melakukan penghormatan. Pasukan mata merah sangat rapi sekali, hingga seluruh orang diruangan itu tidak menyadari nya, apalagi Bo Ra yang sedang fokus dalam kebahagiaannya dia tidak memperdulikan sekitarnya. Namun, White sudah merasakan hal yang tidak enak dari awal acara ini dimulai, dia juga sudah memberi tahu Pengawal Lee untuk bersikap siaga.
Untuk menjauhi kecurigaan, putri Sae Yeon dan Raja matahari juga menghadiri upacara pernikahan ini, saat giliran Hae Seok memberi Hormat, Putri Sae Yeon memberi aba-aba untuk segera menjalankan misinya, mereka tidak peduli meskipun keadaan ramai, mereka cukup percaya diri karena para prajurit sudah diganti sejak malam. Mereka bekerja sama dengan Selir dan Pangeran Jang Woo, yang mana Selir dan anaknya telah dibodohi oleh pihak kerajaan Matahari, karena tawarannya adalah untuk membunuh Pangeran Hae Seok agar tidak menjadi penerus tahta, padahal rencana Kerajaan Matahari adalah untuk memaksa Hae Seok agar menikahi Sae Yeon dan segera bertahta menjadi Raja.
Aba-aba sudah diberikan, para pasukan Mata Merah segera bergerak dan menghabisi semua orang yang menghalanginya, berbeda dengan Dong Wook yang terbang kearah Bo Ra lalu membawanya pergi. Hae Seok yang melihat itu mencoba terbang untuk mengejarnya, namun dia dihadang oleh seluruh pasukan mata merah. White yang melihat Nonanya dibawa pasukan Mata Merah langsung keluar istana dan mengejarnya, karena dia tidak bisa terbang dia mencari jalan pintas untuk segera menuju hutan dan merubah dirinya, agar bisa melacak Bo Ra dengan benar.
"apa yang kalian lakukan?" teriak Hae Seok pada prajurit yang ternyata pasukan Mata Merah, keluarga kerajaan masih belum mengerti bahwa mereka semua bukanlah prajurit kerajaan, sedangkan Selir dan Pangeran Jang Woo melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya, semua orang yang berada didalam istana mencoba menyelamatkan dirinya masing-masing, karea kini tidak ada yang melindungi Pihak Istana, semua prajurit menyerangnya.
"Luu segera amankan Raja dan Ratu, bawa mereka masuk." teriak Hae Seok dan Luu langsung mengamankan Raja Ratu
"tidak pangeran, aku akan membantu mu disini, White sudah mengejarnya." jawab Lee
Mereka berdua memasang kuda-kuda waspada, lawannya kini bukanlah orang biasa melainkan Pasukan Mata Merah, pasukan ini tidak hanya satu atau dua orang, melainkan puluhan orang. Lalu ada satu orang pasukan mata merah maju kedepan.
"kalian menyerah saja dan ikut dengan kami, jika kalian terus menyerang maka wanita yang dibawa rekanku tadi tidak akan selamat." ancam orang itu
"bedebahhh kaliann semua." teriak Hae Seok dengan nada marah
__ADS_1
"siapa kalian sebenarnya?" tanya Hae Seok
"kami? kau tidak perlu tahu siapa kami. jangan banyak bicara, ikutlah dengan kami kalau tidak ingin terluka. hahhaahha." jawab pasukan Merah dengan tegas Membuat Hae Seok makin marah, lalu mengayunkan pedangnya hingga mengenai lengan pasukan mata merah itu.
"kurang ajar." teriak orang mata merah yang terkena sayatan pedang Hae Seok, saat pasukan lain ingin menyerang namun masih ditahannya, karena mereka tidak boleh membuat luka sedikit pun pada Hae Seok
"pangerann... hentikan... mereka adalah pasukan mata merah." teriak Lee saat melihat tanda Mata Merah dilengan yang terkena sayatan, lalu Lee mendekati Hae Seok
"(berbisik) kita tidak akan bisa melawan mereka jika hanya berdua, lebih baik kita ikut dengannya saja, dan mencari cara agar bisa menyelamatkan Nona Bo Ra." bisik Lee pada Hae Seok
"baiklahh, kami akan ikut dengan kalian, tapi kalian harus melepaskan istriku." teriak Hae Seok
"istrimu? hahhaha bahkan kalian belum selesai melakukan upacara pernikahan." jawab orang Mata Merah, yang membuat Hae Seok naik darah, namun ditenangkan oleh Lee. Memang Bo Ra dan Hae Seok belum resmi menjadi suami istri karena mereka belum menyelesaikan upacaranya.
________
"dewaa.. aku harus membantu mereka." ucap Dewa Kematian yang diikat oleh Dewa Langit karena tidak boleh turun kebumi
"jika kau turun kebumi, bisa saja takdir menjemput nyawa Hae Seok terjadi hari ini. Kau tidak bisa membantunya, biarkan Dewi Obat yang membereskan semuanya." ucap Dewa Langit dengan tegas
Raut wajah Dewa Kematian terlihat sangat kawatir, dan bergerak ingin melepaskan ikatan itu dengan ilmunya, namun ilmunya tidak ada tandingannya dengan dewa Langit, dia hanya bisa menghela nafas kawatir melihat ini semua.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-