
Waktu mempersiapkan diri untuk tes Intermediate telah selesai, seluruh peserta diminta untuk memasuki ruang aula, kini tempat duduknya sesuai dengan pengumuman dari hasil tes BASIC. jadi Bo Ra duduk di kursi pertama, semua orang menjadi menatap Bo Ra kagum, "bukankah dia yang keluar duluan tadi?" "wahh dia hebat sekali, mampu mengalahkan kelompok mata merah", gumam para peserta. Yang mana peserta nomor dua adalah perwakilan Mata Merah, orang yang tidak memiliki ilmu tinggi akan takut dengan kelompok ini, karena terkenal kejam dan tidak pandang bulu. akan tetapi Mata Merah tidak pernah melakukan hal curang, mereka selalu sportif. Sedangkan Hae In berada di posisi nomor 10.
Hal ini tidak membuat takut Bo Ra, ia malah menyapa perwakilan dari mata Merah, seorang lelaki tampan dengan wajah pucat dan tatapan yang begitu dingin. Bo Ra mengayunkan tangannya tanda say hay dan membungkuk pada perwakilan mata merah, namun tidak digubris sama sekali.
"hemm ganteng tapi sombong." gumam Bo Ra yang membuat lelaki itu menoleh, dan Bo Ra hanya menganggukkan kepalanya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Pengawas ujian sudah memasuki ruangan, dan memberi tahu peraturannya lagi selama ujian berlangsung, kini pertanyaannya sudah mulai susah katanya, entah menurut Bo Ra bagaimana. Disebarkan lembar ujian kepada peserta, Bo Ra membaca soal-soal tersebut dengan teliti, dia menghela nafas lega, ternyata soalnya begitu basic kalau untuk dokter jaman modern, dengan sekali baca Bo Ra mengetahui jawabannya dengan tepat.
Pertanyaan untuk Intermediate hanya ada 65 soal, mungkin dirasa ini sudah cukup sulit, makanya di kurangi jumlah soalnya. Seperti diawal Bo Ra hanya memerlukan waktu kurang lebih 25 menit dalam mengerjakan, ia pun juga sudah mengulangi jawabannya, tapi dia sudah yakin, saat ia berdiri mata masih tertuju padanya, bertatap kagum, bagaimana bisa menjawab soal sesulit ini dengan cepat pikir mereka. Berjalan keluar menunggu didepan aula untuk hasilnya, apakah dia akan lolos ke section berikutnya. Kini ada Da Eun yang sudah menunggu didepan aula dengan memakai cadar juga, saat mereka sedang berbincang, Putri Sae Yeon datang, dilihat dari gelagatnya dia seperti mencari seseorang. Bo Ra hanya melihatnya dari jauh dan sekilah, dia tidak ingin Putri Sae Yeon melihatnya.
Perwakilan dari Mata Merah sudah keluar dari aula, disatu sisi pelayan Putri Sae Yeon langsung berbisik padanya, mereka langsung berjalan mengejar perwakilan dari mata merah.
"apakah lelaki itu kekasih barunya? yahh cocok sih samasama dingin, apalagi mata merah juga terkenal kejam." pikir Bo Ra, lalu terlintas dipikirannya lagi
"tungguu.. kejam? apa jangan-jangan putri sae yeon meminta bantuan pasukan mata merah. aku harus mengikutinya." gumam BoRa seketika berjalan pelan mengikuti Putri Sae Yeon
"Bo Ra kau mau kemana?" teriak Da Eun yang langsung berlari mengikutinya
Putri Sae Yeon masih tetap mengikuti perwakilan mata merah hingga di tempat peristirahatan yang sudah disiapkan. Bo Ra dan Da Eun bersembunyi dibalik semak untuk melihatnya.
"Bo Ra, kenapa kita mengikuti mereka? " tanya Da Eun dengan berisik, Bo Ra hanya meletakan jari telunjuknya dibibirnya tanda untuk diam
"senang bertemu denganmu perwakilan mata merah, aku Putri Sae Yeon dari kerajaan matahari." ucap Putri Sae Yeon pada lelaki yang sedang duduk itu, tapi tidak digubrisnya, dia sedang sibuk membaca buku
__ADS_1
"aku datang menemuimu karena ingin meminta bantuan pada Pasukan Mata Merah." ucapan itu membuat lelaki itu menatapnya dan diajaknya masuk kedalam
"haisshh mereka malah masuk kedalam." pikir Bo Ra, tapi dia sangat penasaran dan mulai berdiri untuk mendekati kediaman itu, tibatiba lelaki berwajah dingin tadi ternyata sudah dibelakangnya, Bo Ra begitu terkejut dengan cengengesan dia melambaikan tangannya "hehhe haiiii." ucap Bo Ra
Lelaki itu masih menatap Bo Ra dengan begitu dingin, mengeluarkan hawa yang sangat menakutkan.
"heheh kami permisi dulu." ucap Bo Ra ingin meninggalkan nya tapi dihadangnya
"ada apa kau kemari?" akhirnya lelaki itu mengeluarkan suara seraknya
"emm... tidak apa-apa, aku hanya penasaran denganmu, soalnya kau be..gitu dinginnn." ucap Bo Ra gelagapan dengan mata yang melihat kemanapun, mikir apa yang akan dilakukan selanjutnya.
"kalau begitu kami permisi." ucap Bo Ra diikuti oleh Da Eun dan langsung pergi tanpa dicegah lagi
"(menghela nafas lega) aghh akhirnya kita bisa pergi." ucap Bo Ra pada Da Eun
"iyaa Bo Ra untung saja. tapi kenapa putri sae yeon ada disana ya? apa dia perwakilan kerajaan matahari?" tanya Da Eun
"bukann... lelaki itu perwakilan dari mata merah, karena itu aku mengikutinya tadi." ucap Bo Ra
"apaa? mata merah? bukannya mata merah adalah sekelompok orang-orang yang keji, bisa dibilang pembunuh bayaran." ucap Da Eun
"ada apa dengan mata merah?" saut Hae Seok yang mendengar obrolan Bo Ra dan Da Eun
__ADS_1
"tadi aku mengikuti Sae Yeon, dia mengikuti anggota mata merah ke tempat peristirahatannya." ucap Bo Ra
"sepertinya ada yang sedang direncakan oleh Putri Sae Yeon. kita harus waspada." ucap Hae Seok
Lalu Bo Ra teringat harus kembali ke aula, sepertinya pengumuman sudah disampaikan, dia berlari menuju arah aula. Untung saja hasilnya belum keluar dan disampaikan. Didepan aula ternyata sudah ada lelaki dari Mata Merah tadi juga, dia duduk sendiri dengan wajah datar dan dingin. Orang pun menjadi enggan untuk menyapa atau duduk disampingnya, Bo Ra juga rada takut karena ketahuan tadi, jadi dia berjalan menunduk saat melewati. Tidak diduga lelaki itu malah menyapa Bo Ra duluan.
"heyy nomor 24." panggil lelaki itu dengan suara dingin yang membuat Bo Ra berhenti seketika dan menoleh kearahnya
"ada apa?" tanya Bo Ra ragu, tapi malah tidak dijawabnya lagi dan diam dengan wajah datarnya kembali
"(mendengus kesal) hisss apasih maunya, bikin kesel aja." gumam Bo Ra
Panitia ujian keluar dan membacakan hasil INTERMEDIATE SECTION kali ini, dari 98 peserta yang mengikuti ujian, ada 30 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. Panitia itu membacanya, dimulai dari urutan pertama, dan iyaaa urutan pertama masih dipegang oleh Bo Ra, lelaki mata merah masih diurutan kedua. Lelaki itu menjadi menatap Bo Ra, merasa jika Bo Ra bukanlah wanita biasa, hingga membuatnya kagum dan sedikit kesal.
"nona, selamat kau urutan pertama lagi." teriak Hae In lalu mendekati Bo Ra
"heheh iyaa, terimakasih." jawab Bo Ra
"ohiyaa kau lolos kan?" tanya Bo Ra
"iyaa nona, aku tidak menyangka aku lolos, walaupun ada diurutan 15." ucap Hae In
"tidak masalah, kita harus tetap semangat dan berusaha." ucap Bo Ra
__ADS_1
-BERSAMBUNG-