
Seminggu telah berlalu, di daerah kerajaan Jangga sudah melakukan pengasapan tigakali dalam 7 hari. Dan akan dilakukan lagi dalam seminggu ini, untuk memastikan keadaan baik-baik dan terhindar dari serangan Nyamuk. Namun ada rasa kawatir dari dalam diri Bo Ra, jika pengasapan ini tidak berjalan dengan lancar, apalagi hanya mengandalkan tumbuhan serai. Sebenarnya fogging tidak bisa dilakukan secara sembarangan jika menggunakan alat yang disediakan pemerintah, ada aturannya sendiri dalam seminggu harus berapa kali. Bo Ra berfikir ini tidak akan apa-apa melakukan selama 2 minggu 6x pengasapan, karena bahannya hanya menggunakan sabut kelapa dan tumbuhan serai, toh itu tidak bahaya pikirnya, yang terpenting diselang waktu untuk melakukannya. Dan yang terpenting masyarakat harus mulai untuk hidup bersih, supaya nyamuk tidak berkembang biak dengan cepat.
Hari ini waktunya Bo Ra melihat hasil fermentasi biji kakau, untuk diolah menjadi coklat. Jujur saja ini pertama kalinya Bo Ra akan membuat coklat, semoga saja berhasil pikirnya. Apalagi dia ditemani oleh Putra Mahkota Hae Seok, yang selalu penasaran apa yang Bo Ra lakukan dan bagaimana bisa Bo Ra menemukan bahan pangan yang menarik, berkat Bo Ra dalam waktu 7 hari ini sudah terdengar desas desus baik ditujukan untuk kerajaan Jangga, yang mampu mengeluarkan aneka bahan pangan baru. Hae Seok sangat senang dan kagum pada Bo Ra, apalagi Bo Ra mengumumkan bahwa semua ini dibawah kendali Pangeran Hae Seok dan dia hanya membantunya/ sebagai kaki tangannya.
Da Eun pelayannya sudah mengambil semua biji kakau yang sudah difermentasi diatas tampah (wadah besar yang dianyam dari bambu), lalu Bo Ra meminta Da Eun untuk menyangrai biji itu. Tak memakan waktu lama untuk menyangrai, karena bijinya tidak terlalu banyak. Setelah itu mulai memisahkan kulit luar biji kakau untuk mengambil bagian dalamnya, karena itu yang akan digunakan. Langkah selanjutnya yang sulit yaitu harus menggilingnya hingga berubah/meleleh seperti pasta, penggilingannya masih traditional dan dilakukan oleh pelayan laki-laki, lalu Bo Ra memasukkan gula dan susu kental manis yang sudah ia buat dan disebar luaskan.
Kebahagiaan itu terpancar dalam wajah Bo Ra kalau coklatnya berhasil dibuat, kini tinggal proses pencetakan saja pikirnya. Rasanya juga tidak kalah enak dengan coklat yang biasa ia makan dan beli..
"oppa, cobalah." diberikan sesendok coklat yang masih cair untuk Hae Seok
Mata Hae Seok terbelalak tidak percaya dengan rasa yang ada didalam mulutnya, rasanya begitu manis dan meleleh dimulut.
"ini sangatt enak." ucap Hae Seok
"syukurlah, kalau enak, kita langsung mencetaknya saja ya." pinta Bo Ra pada pelayan dibawah arahannya
Selama seharian fokus dengan percobaan pengolahan biji kakau ini sukses, tidak ada rasa penyesalan, Besok dia bisa memproduksinya lebih banyak lagi pikirnya.
"terimakasih kalian sudah bekerja keras membantuku hari ini. Sekarang kalian cobalah coklat buatan kalian." ucap Bo Ra
"terimakasih Nn." jawab semua pelayan yang membantu dan mengambil coklat untuk dinikmatinya
"wahhhh... ini enak sekali Nn." ucap mereka satu persatu
Bo Ra tersenyum dan menatap Hae Seok disampingnya, dibalas senyuman juga oleh Hae Seok.
__ADS_1
"coklat ini juga bisa dinikmati seperti minum teh, kalian hanya perlu merebus air lalu masukan coklat ini sampai meleleh. Itu sangat enak sekali." ucap Bo Ra
"baiklahh, kalian sudah bekerja keras hari ini, terimakasih banyak." tambah Hae Seok
"kalian harus berjanji untuk merahasiakan resep coklat ini kepada siapapun. Jika ada yang berani membongkar kalian akan tahu akibatnya." tambah Hae Seok yang dibalas anggukan para pelayan yang sudah ketakutan digertak oleh Hae Seok
"besok aku akan menambah pekerja lagi yang akan aku percayakan untuk membuat coklat ini lagi, dan segera diperjual belikan. Untuk sekarang kepala koki yang akan membimbing kalian semua."
"aku percayakan dan serahkan ini semua kepada kalian. Kuharap kalian tidak melukai kepercayaanku." ucap Hae Seok
"terimakasih pangeran telah memberikan kepercayaan penuh, kami semua berjanji akan menjaga amanah ini sebaik mungkin." jawab kepala koki dengan membungkukkan badannya dan diikuti pelayan lainnya.
Kini coklat hasil olahan kerajaan telah diperjual belikan, tentu saja melalui perantara toko Hae In. Penghasilannya kini bertambah 2 kali lipat dari sebelumnya, dia sangat untung berkat Bo Ra tokonya terkenal dimana-mana dan dapat membuka cabang diberbagai kota.
Malam ini adalah malam yang sangat menegangkan bagi Bo Ra, dia sangat takut jika Putri Sae Yeon mampu membawa resep yang masuk akal untuk sup sosis darah yang dia minta. Jika itu terjadi, Bo Ra akan semakin jauh dengan Hae Seok. Beberapa hari ini Bo Ra selalu datang ke kuil untuk berdoa, agar Putri Sae Yeon gagal, bagaimanapun juga putri Sae Yeon sangat cerdas akan kelicikannya, dia mempunyai banyak cara supaya dia berhasil.
Raja dan Ratu Jangga juga merasa panik dengan permintaan Putra Mahkota, permintaan yang sungguh aneh dan tidak masuk akal. Tapi Raja percaya dan yakin pasti ada sesuatu dibaliknya kenapa Pangeran sampai meminta resep seperti ini. Pangeran bukanlah putra yang bodoh pikir Raja, mungkin ada motif tersembunyi dibaliknya, Raja harus percaya akan hal ini, ditambah seminggu ini Putra Mahkota mulai merebahkan sayapnya dengan menunjukan kemampuannya dalam memimpin.
"Yang Mulia, aku sangat kawatir jika putri Sae Yeon tidak bisa membawa resep permintaan Putra Mahkota." ucap Ratu
"tenanglah Ratuku, aku yakin Putra kita sedang merencanakan sesuatu dan ada suatu hal yang tidak kita ketahui. Percayakan saja padanya, semoga tindakannya benar." jawab Raja
"jika kita tidak berhasil menikahkan mereka, bagaimana dengan perekonomian kerajaan kita Yang Mulia. Kita melakukan ini semua, demi kemakmuran rakyat." ucap Ratu lagi
"jangan panik, aku percaya pada putraku. Dia tidak akan melakukan kesalahan." Jawaban Raja masih sama
__ADS_1
Pintu diketuk oleh kasim dari luar, memberi tahu jika rombongan kerajaan Matahari sudah sampai perbatasan. Raja dan Ratu segera keluar dan mempersiapkan diri.
Sedangkan pangeran Hae Seok masih dikediamannya dengan Bo Ra yang terlihat kawatir.
"kau tidak perlu kawatir, aku yakin dia tidak bisa menemukan resep yang kita minta." ucap Hae Seok..
"aku takut.. takutt kau akan meninggalkanku lagi oppa." ucap Bo Ra dengan menunduk
Hae Seok memegang pundak Bo Ra "aku akan selalu disisimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi." Lalu berjalan pergi meninggalkan Bo Ra
Semua sudah berkumpul dihalaman tengah yang disiapkan tungku untuk Putri Sae Yeon memasak. Dia terlihat begitu yakin saat ini, seperti permintaan Hae Seok telah dipenuhinya. Bahan-bahan yang akan dia gunakan sudah dipersiapkan.
"Yang mulia, saya mohon ijin untuk menunjukan resep yang sudah saya punya." Ijin Putri Sae Yeon.
"lakukanlah." jawab Raja dan semua mata tertuju pada Putri Sae Yeon yang memasak sendiri tanpa bantuan pelayannya, terlihat disudut halaman, Bo Ra mengamati bagaimana cara Putri Sae Yeon memasak.
Perasaannya kini makin lega saat melihat Putri Sae Yeon memasak, terlihat sangat tidak mandiri, dan bahan-bahannya hanya menurut logikanya saja sesuai nama makananannya, terlihat sekali bahwa Putri Mahkota Matahari sangat tidak bijak.
"siapa yang mau makan makanan seperti itu." gumam Bo Ra dengan menyeringaikan bibirnya
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG