Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
TAKTIK


__ADS_3

Bo Ra langsung menghampiri White yang bersandar lemas merasakan sakit pada kakinya.


"ada apa denganmu white? kenapa kakimu penuh luka begini?." tanya Bo Ra kawatir


"ini gara-gara anak sialan tadi dihutan." jawabnya yang tidak terlalu kuat berbicara tapi masih kuat untuk mengumpat


Melihat hal itu, Bo Ra tidak menanyainya lagi, dan langsung mengobatinya, dibersihkannya luka itu dengan kapas yang sudah diberi alkohol, lalu diberi jahitan pada luka sobekan dikakinya yang lumayan lebar. White terlihat meringis menahan sakit dari jahitan Bo Ra.


"maafkan aku tidak memberimu suntikan mati rasa, jadi kau merasakan sakitnya." ucap Bo Ra


"tahanlah sebentar lagi." tambahnya


Setelah selesai, Bo Ra meracikkan obat agar White pulih kembali dan diminta untuk segera istirahat.


"segera bersihkan dirimu dan istirahatlah, kau juga terlihat begitu lelah." ucap Hae Seok yang terlihat kawatir melihat Bo Ra belum ada istirahat sejak pagi


Bo Ra menurutinya dan membersihkan diri kemudian merebahkan badannya didekat White, yang berbaring diruang tengah. meskipun mereka tidak dekat, berjarak satu meter, mereka ada di tikar yang berbeda.


"kenapa kau tiduran disini, istirahatlah didalam." ucap Hae Seok cemburu


"aku ingin mengawasi White, takut terjadi apa-apa. "


"pindahlah kedalam Nn, aku tidak apa-apa, hanya letih saja, sebentar lagi kekuatanku akan pulih, apa kau lupa bahwa aku harimau putih yang hebat." ucap White


"hebat apanya, kalau hebat harusnya kau tidak terluka seperti ini." ucap Bo Ra marah yang membuat White terdiam, ternyata tuannya begitu perduli dengannya, walaupun mereka baru bertemu kemarin.


"sebenarnya apa yang terjadi padamu?" tanya Bo Ra dengan nada kesal


"emmm... akuu tadi hanya ingin keluar kehutan mencari makanan dan merubah wujudku menjadi harimau putih, lalu aku bertemu seorang anak laki-laki, sepertinya dia juga murid gunung seribu dari pakaiannya." belum selesai bicara dipotong Bo Ra


"jadii kau yang membuat anak tadi jatuh dari tebing." ucap Bo Ra kesal lalu bangun dari tidurnya untuk duduk

__ADS_1


"tunggu dengarkan penjelasanku."


"aku sedang mencari hewan yang bisa kumakan, tiba-tiba dia datang dan melihatku, dia tahu kalau aku hewan langka, maka dari itu dia mencoba untuk mendapatkanku, yang pastinya aku melawan karena marah, dia melukaiku dengan ramuan yang emang dikhususkan untuk menangkap hewan sakral yang membuat tenagaku melemah, dengan tenagaku yang tersisa, aku terus melawannya hingga ia terjatuh dari jurang." jelas White pada Bo Ra


"haishh... lain kali kalau mau keluar ajaklah aku, dan jangan berubah menjadi harimau diarea dekat pemukiman, sepertinya banyak murid gunung seribu memiliki ramuan yang kau bilang tadi. aku tidak ingin kau terluka, bagaimanapun kau sudah menjadi bagian hidupku sekarang." ucap Bo Ra kasihan dan menyesal telah memarahi White


"iyaa aku mengerti." jawab White menunduk merasa bersalah


"sudahkah kalian berdebatnya?" tanya Hae Seok yang kesal


"sekarang kalian istirahatlah, dan kau Bo Ra istirahat didalam saja. atau mau kugendong sampai kedalam." ucap Hae Seok


"beneran oppa? aku mau digendong." ucap Bo Ra malah senang dengan manja dan memajukan kedua tangannya minta digendong


"(menghela nafas) sepertinya aku salah bicara." ucap Hae Seok, kemudian menggendong Bo Ra dari depan dibawanya kedalam kamar


"hemzz nonaku memang sungguh manja dan unik." gumam White yang tersenyum melihat tingkah Bo Ra


#KERAJAAN JANGGA


__Hormatku untuk Ayahku dari Raja Kerajaan Jangga


Mohon maaf ayah, aku tidak melindungimu saat itu dan langsung pergi tanpa pamit. Ketahuilah ayah, aku baik-baik saja, kini aku bersembunyi di Padepokan Gunung Seribu, kuharap ayah tidak memberitahu siapapun, disinipun tidak ada yang mengenaliku kecuali tetua Cha. Aku sedang memikirkan cara dan mengumpulkan strategi untuk musuh yang diamdiam membayar pembunuh untuk membunuhku. Semoga Ayah memaklumi. Hormatku pada ayah,


dari Putra mu


-PARK HAE SEOK-.___


Raja Seok Jin menghela nafas lega, dan meminta pengawal Lee untuk segera kembali kepadepokan untuk menjaga putranya Hae Seok. Pengawal Lee juga memohon ijin untuk membawa Yungsik dan Da eun pelayannya Bo Ra ke padepokan, dan langsung dituruti oleh Raja.


"berhati-hatilah, jangan sampai ada yang tahu keberadaan kalian, dan jaga putraku dengan baik." ucap Raja Seok Jin

__ADS_1


"baik yang mulia." membungkukkan badannya lalu pergi menemui Da Eun


Melihat pengawal Lee dari kejauhan, membuat Da Eun tersenyum lega, akhirnya ada informasi tentang Nonanya. Dia juga begitu kawatir dengan Bo Ra karena sudah meninggalkan kerajaan.


"heyy, bagaimana kabar nonaku?" tanya Da Eun


"bersiap-siaplah." setelah didepan Da Eun, Lee langsung berkata seperti itu


"untuk apa?" tanya Da Eun bingung


"Nona Bo Ra ingin aku menjeputmu, kutunggu disini, jangan lama-lama, jangan bawa barang yang banyak, kita juga akan membawa Yungsik." ucap Lee tanpa basa-basi


Da Eun hanya menggerutu kesal karena Lee hanya mengucapkan kata yang penting dan tidak menjawab pertanyaannya. Namun dia hanya bisa menurut, Da Eun juga merasa senang karena dijemput untuk menemui nonanya. Dia sudah menyiapkan pakaian seadanya, tetapi bukan pakaiannya melainkan pakaian Bo Ra. Da Eun sangat memperhatikan Bo Ra daripada dirinya, lalu Yungsik digendongnya dengan kain. Setelah semua siap, tiba-tiba pengawal Lee memeluknya dan dibawanya berlari begitu kencang, membuat jantungnya berdegub kencang, karena baru kali ini dia merasakan pelukan seorang lelaki.


#KERAJAAN MATAHARI


Putri Mahkota Sae Yeon membanting semua barang dikamarnya, lagi-lagi dia gagal membunuh Putra Mahkota Kerajaan Jangga Hae Seok yang sudah menolak dan mempermalukannya. Bara api didalam hatinya semakin membara, dia semakin bertekat untuk membunuh Putra Mahkota bagaimanapun caranya.


Padahal sudah di kerahkan seluruh pembunuh bayaran terhebat, tetapi masih saja gagal melawan Putra Mahkota. Difikirannya kini hanya penuh dengan kata kata "BUNUH PUTRA MAHKOTA... BUNUHH... BUNUHHH... " hanya itu yang terlintas dalam pikirannya, dia sudah merasa sangat sakit hati dengan penolakan yang begitu keji ini. bagaimana mungkin seorang dirinya ditolak lelaki, padahal diluar sana banyak yang menginginkan dirinya pikir Putri Sae Yeon.


Putri Sae Yeon lalu menghadap ayahnya Raja Matahari, meminta saran bagaimana cara yang terbaik. Ayahnya juga sama saja, memiliki sifat yang keras dan keji, hanya penuh dendam dalam dirinya, memang kerajaan Matahari terkenal dengan perekonomian yang begitu tinggi, namun masyarakat nya begitu menderita, Raja Matahari tidak layak untuk disebut sebagai raja, karena hanya memikirkan dirinya sendiri.


"ayahanda, rencanaku gagal lagi." ucap Putri Sae Yeon mengadu


"apa kau tidak mempunyai tata krama putri, aku ini Raja Matahari, walaupun aku ayahmu, posisikan dirimu sebagai putri Mahkota yang menghormati Rajanya." ucap Raja Matahari marah


"maafkan aku Yang mulia, aku hanya begitu kesal karena usahaku gagal lagi untuk membunuh Putra Mahkota." ucap Putri Sae Yeon menunduk


"apa yang harus kulakukan yang mulia?" tanyanya


"minta bantuanlah pada pasukan Mata Merah, kudengar mereka begitu hebat dalam hal membunuh." ucap Raja Matahari, walaupun dia kesal dengan putrinya yang tidak sopan, tapi dia juga sangat menyayangi putrinya, apalagi sampai putrinya dihina, dia akan menjadi sangat murka

__ADS_1


"baiklahh ayah, aku akan mencari keberadaan mereka segera." ucap Putri Sae Yeon


-BERSAMBUNG-


__ADS_2