Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
HARUS MELINDUNGINYA


__ADS_3

Bo Ra masih dibawa terbang oleh lelaki yang tidak dikenalnya, karena Lee Dong Wook memakai penutup wajah saat membawanya.


"siapa kau, lepaskan aku!!! kenapa kau membawaku? dimana suamiku?" teriak Bo Ra yang tidak direspon sama sekali, Bo Ra selalu menggerakan badannya untuk melepaskan diri dari pelukan Dong Wook


"jangan banyak bergerak, kita bisa jatuh. kau sangat berat." ucap Dong Wook lalu Bo Ra terdiam, memikirkan kalau dia jatuh bagaimana apalagi ini sangat tinggi, kadang Bo Ra menjadi lupa bahwa dirinya adalah seorang Dewi yang bisa melakukan apa saja hingga membuatnya terlihat tidak bisa apa-apa.


"aghh kenapa aku manut aja sii, kenapa aku sering lupa dengan kekuatanku." lalu Bo Ra memfokuskan diri untuk melihat apa yang terjadi.


"(menghela nafas lega) syukurlah mereka tidak membunuh oppa, tapi aku harus segera menemukan keberadaannya, supaya oppa tidak dincam lagi oleh Sae Yeon. memang biadab keluarga kerajaan Matahari." gumam Bo Ra begitu kesal,


"heyy dong wook, aku lelah diatas terus, ayok turun, apa kau tidak lelah membawaku, bajuku berat sekali." ucap Bo Ra merengek dengan santai, karena dia sudah tahu siapa yang membawanya, dia merasa terimakasih dan tidak menyangka Dong Wook mau membantunya


Mendengar namanya dipanggil, Dong Wook merasa kaget. bagaimana Bo Ra tahu, padahal barusaja dia menanyakan dirinya siapa. Menoleh kearah bawah dan sekeliling, sepertinya hutan dibawah sangat aman untuk menyembunyikan Bo Ra dari pasukan mata merah pikirnya, dia segera turun kehutan itu. Sesampainya dibawah, tanpa pikir panjang Bo Ra langsung duduk menyender dipohon dengan meluruskan kakinya.


"akhirnyaa aku bisa duduk." ucap Bo Ra


"ohiya terimakasih sudah membantuku." imbuh Bo Ra lagi


"bagaimana kau bisa tahu ini aku?" tanya Dong Wook lalu melepaskan penutup kain hitamnya, belum sempat dijawab tiba-tiba Dong Wook diterkam oleh White


"Whitee... jangann.... dia adalah temanku, dia sudah menyelamatkan ku, lepaskan dia...!!!!" teriak Bo Ra yang membuat White melepaskan cengkramannya


Tangan Dong Wook sudah mendapatkan cakaran dari kuku tajamnya White. Melihat itu, Bo Ra langsung mencari dedaunan herbal untuk mengobatinya lalu menyobek bajunya untuk diikatkan pada tangan Dong Wook.


"kenapa kau langsung mencengkramnya?" ucap Bo Ra sedikit marah, dia tahu niat White untuk melindunginya


"karena dia menculikmu, aku pikir kau terluka karena duduk mengulai dibawah pohon." ucap White

__ADS_1


"apa aku baik-baik saja?" imbuh White


"aku baik-baik saja." jawab Bo Ra


Dong Wook makin bingung, bagaimana bisa Bo Ra berbicara dengan Harimau Putih, hewan sakral yang sangat langka didunia ini.


"kau jangan kawatir dong wook dia temanku White." ucap Bo Ra memperkenalkan White


"bagaimana bisa kau mendapatkannya?" tanya Dongwook, yang sudah lama mencari hewan sakral tapi tidak mendapatkan apa-apa


"aghhh dia datang begitu saja padaku, katanya aku orang hebat, benar begitu bukan white? ahahhahha." jawab Bo Ra dengan mengejek White


"haishh kau menyebalkan sekali, aku jadi menyesal membantumu." ucap White sambil memalingkan wajah harimaunya, dia belum berubah menjadi manusia, karena belum yakin dengan Dongwook


Dongwook hanya menyaksikan itu dengan penuh kagum, tidak salah dia membantu Bo Ra dan menyukainya. Namun, diluar dugaan ternyata Bo Ra akan menikah, walaupun pernikahan itu belum sah. Ini kesempatan untuk mendekati Bo Ra pikirnya.


"kalau begitu ayo bergegas menyelamatkan Hae Seok." ajak White, lalu Bo Ra menoleh pada Dongwook


"kenapa kau harus menolongnya, kau bisa saja dibunuh oleh pasukanku yang lain, aku membawamu kemari agar kau tidak dibunuh oleh mereka." ucap Dongwook dengan nada tegas


"aku tahu kau orang baik dan berbeda dari mereka. Tapi tujuanku untuk hidup didunia ini hanyalah untuk menemuinya dan melindunginya, jika aku tidak bisa melindunginya apa gunanya aku disini?" ucap Bo Ra dengan tegas juga namun terlihat lesu


"(hanya menghela nafas berat)." Dongwook


Bo Ra mengetahui semuanya kenapa Dongwook menjadi pasukan Mata merah, niatnya adalah untuk menghancurkan pasukan itu sendiri, yang mana Mata Merah sudah merenggut nyawa seluruh keluarganya, sebenarnya Dongwook adalah seorang pangeran diujung utara, kerajaannya diserang pasukan Mata Merah dan tidak ada yang tersisa, hanya dirinya yang berhasil kabur karena diminta ibundanya. Dengan kejadian ini, dia ingin sekali membalas dendam dan menghancurkan pasukan ini hingga tiada sisa.


"tolong bantulah aku Wook-ssi, jika kau membantuku, aku akan membantumu untuk menghancurkan Pasukan Mata Merah." ucap Bo Ra

__ADS_1


"bagaimana kau tahu aku punya niat buruk pada mereka?" tanya Dong Wook


"kau tidak perli memikirkan itu, yang penting sekarang adalah pergi menyelamatkan Hae Seok oppa." ucap Bo Ra dengan tegas,


Dongwook menjelaskan semua tentang pasukan merah, mereka tidak tinggal disatu tempat namun dibagi menjadi beberapa kelompok dan berpindah-pindah tinggal hanya menggunakan tenda. Pasukan Mata Merah sudah menguasai negeri ini, mereka ada dimana-mana, sedangkan Hae Seok akan dibawa ke markas yang sudah disiapkan Raja Matahari dihutan belakang Kerajaannya.


"kalau begitu. ayo kita segera kesana." ucap Bo Ra lalu melepaskan sanggulnya, membuat rambutnya terurai lepas terhempas angin, Bo Ra terlihat begitu manis dan cantik hingga Dongwook tercengang, lalu dia merobek beberapa lapisan pakaiannya agar tidak berat dan mudah digunakan.


"wahhh kau sangat menakjubkan." ucap White yang melihat aksi Bo Ra merobek pakaiannya


"aghh jangan banyak bicara, bawa kami kehutan belakang kerajaan matahari segera, gak pake lama. dan saat disana kau harus segera merubah dirimu, aku takut kau akan terkena ramuan pelumpuh lagi." ucap Bo Ra lalu mengajak Dongwook untuk menunggangi White. White mampu berlari dengan kencang dan cepat, langkahnya begitu besar berbeda dengan hewan lainnya


_______________


#Kerajaan Jangga


"Yeobo... bagaimana keadaan putra kita? kenapa ini selalu terjadi pada putra kita, kenapaa banyak sekali orang yang ingin merenggut nyawanya." ucap Ratu dengan menangis tersedu-sedu


"memang keparat merekaaa." teriak Raja Seok Jin dengan mendobrak mejanya


"Luu,, cepat cari Hae Seok segera." titah Raja dengan nada marah


"maaf Yang mulia, keadaan istana sedang tidak baik, aku harus menjagamu disini." jawab Luu dengan membungkukkan badannya


"kau lancang sekali menentang perintahku." teriak Raja yang sudah tersulut emosi


"ampunn yang mulia, Pangeran Hae Seok tidak ingin kau terluka, aku yakin rekanku akan membebaskannya." ucap Pengawal Luu

__ADS_1


Raja Seok Jin terlihat kawatir dan penuh emosi dengan ini semua, bagaimana bisa ini terulang lagi, nyawa anaknya selalu dalam penuh ancaman. Sedangkan Ratunya tak henti-hentinya menangis memikirkan Hae Seok putranya.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2