
"disana.... ada banyak pasukan mata merah menuju kemari, sepertinya mereka mengerahkan sisa pasukan mata merah, dan ada petarung master ikut lima-limanya. itu sudah termasuk pendiri pasukan mata merah." ucap Dong Wook
"baiklah segera persiapkan diri kalian, pakai semua peralatan dan pakaian yang sudah kusiapkan, segera, cepatt!!!" teriak Bo Ra
"kau juga harus memakainya." teriak Hae Seok
Lalu Bo Ra segera mengambil pakaiannya dan dikenanakannya segera. Mereka semua sudah siap menunggu kedatangan para pasukan mata merah.
Terdengar suara hentakan kaki mereka bergerombol, dan suara kuda, sepertinya mereka sedang membawa Raja juga, apa Raja matahari ikut dalam pertempuran ini pikirnya. Kini seluruh gerombolan pasukan mata merah sudah berada didepannya, sekitar ada 50 orang dengan kekuatan dibawah mereka, ada 20 tingkat menengah, dan 5 tingkat master, lalu seorang lelaki gagah turun dari tandu, benar sekali itu adalah Raja Matahari.
"senang bertemu denganmu putra mahkota Jangga." ucap Raja Matahari secara senyum sinis
"aku tidak tahu bagaimana kelanjutan ini, kuharap oppa akan baik-baik saja, aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku." gumam Bo Ra
"Orabeoni, jika kau mendengarku, tolong restui kami dan tolong berilah kami keberkahan, semoga kami bisa mengalahkan mereka semua tanpa ada yang terluka." gumam Bo Ra lagi
Tanpa basa-basi lagi mereka mengerahkan 50 pasukan yang masih pada tingkat rata-rata, kini yang maju Lee, Dong Wook, Da Eun dan White yang sudah berubah menjadi harimau putih.
__ADS_1
"wahhh ternyata kalian mempunyai hewan sakral." ucap orang dengan kekuatan tingkat master
Dengan sekali sergapan White 5 orang langsung tak bernyawa. Lee juga mampu menyerang mereka tanpa hambatan, dengan pedangnya dan menggunakan kekuatan kilatnya dia bisa menghbisi mereka semua. Da eun juga ternyata sudah lebih meningkat kekuatannya, bisa menyerang mereka tanpa hambatan, apalagi Dong Wook yang sudah tau cara menyerang Mereka semua, dengan mudahnya menghunuskan pedangnya pada pasukan itu. 50 orang dengan kekuatan dibawah rata-rata ini mampu mereka kalahkan berempat dalam sekejap mata.
"ternyata kalian hebat juga." ucap petinggi itu lagi, lalu mengerahkan 20 orang dengan kekuatan menengah, kini Hae Seok akan ikut bergabung namun di halangi oleh Bo Ra, karena dia tidak ingin Hae Seok terluka, biarkan Hae Seok menjaga tenaganya untuk melawan kelima master itu, namun Hae Seok tetap ingin membantu, apalagi mereka berempat sudah terlihat lelah.
"oppa.. kau disini saja, biarkan aku yang maju." ucap Bo Ra lalu ia ikut menyerang 20 orang tingkat menengah itu, tujuannya adalah mendekati Da Eun karena ia sudah terlihat kewalahan menghadapi 5 orang tingkat menengah yang setara dengannya, dengan kekuatan bumi Bo Ra mampu membelah tanah dan mengendalikan akar, ini adalah ilmu tingkat master, dia tidak ingin menghabiskan tenaganya untuk melawan ke 20 orang ini, jadi dia menggunakan ilmu itu. Akar langsung bermunculan dari tanah lalu mengikat erat sisa 20 orang yang belum terbunuh, akar itu mengikat begitu erat, hingga tubuh mereka hancur, dan dimasukannya kedalam tanah yang sudah dibelahnya tadi lalu ditutup kembali.
"tidak kusangka wanita ini begitu hebat, pantas saja kau ingin menikahinya." tawaa Raja Matahari
Kini saatnya pertarungan sengit antara 5 tingkat master, Da Eun dilarang Bo Ra untuk menyerang mereka semua, Dong Wook juga dilarang namun dia tetap nekat, karena ini sebenarnya adalah masalahnya, bagaimanapun dia akan tetap membantu.
Yang bertarung terlebih dahulu adalah Lee, White, Dong Wook dan Hae Seok, Bo Ra masih megamati bagaimana teknik yang digunakan oleh kelima tingkat master itu, meskipun kekuatannya lebih besar daripada kelima orang itu, namun ia tetap harus berhati-hati.
Lee menyerang salah satu petinggi itu, mereka memiliki kekuatan yang sama, namun yang disayangkan Lee sudah terlihat begitu lemas karena sudah menghadapi orang banyak, kekuatannya menjadi menurun, dia juga sudah mendapatkan sayatan pada punggungnya. Da Eun melihat itu berteriak keras, melihat Lee terkena sayatan, namun Lee tidak menyerah begitu saja. Da Eun berlari ikut membantunya, namun dengan sekali dorongan dia sudah terjatuh dan terkulai lemas.
Dong Wook sekali menyerang langsung terlempar begitu keras, hingga memuncratkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
"haahhahahha kekuatannmu begitu lemah, tapi ingin menghancurkan pasukan mata merah? berani-beraninyaa kau berkhianat." teriak petinggi itu dan ingin melakukan serangan beruntun, namun Bo Ra langsung menghalanginya, hingga petinggi itu terpental.
"hahahha sudah kuduga, kau bukan manusia biasa, kekuatanmu sudah ditingkat dewa." ucap petinggi itu dengan tertawa
Tidak ingin menghilangkan kesmepatan, Bo Ra menyerangnya kembali petinggi itu yang terkapar, namun ia bisa menghindar dari serangan Bo Ra. Mumpung dia hanya melawan satu orang dan sedang sedikit lemas, Bo Ra menggunakan jurus angin, tiba-tiba angin topan muncul namun hanya mengarah pada lawan Bo Ra, dia terseret kedalam angin topan itu, karena sudah terlihat lemas, Bo Ra menurunkan kembali lawannya.
"(berteriak) Wook-ssi bangkitlah, bunuhlah orang ini." perintah Bo Ra lalu Dong wook berdiri mengambil pedangnya, lalu menhunuskan pedangnya tepat dijantung petinggi itu.
Raja Matahari yang melihat pertarungan ini menjadi ketakutan dan mundur perlahan, namun Bo Ra melihatnya, lalu ia mengeluarkan jurus Bumi dan akar mulai muncul lalu meraih Raja Matahari mengikatnya tidak begitu erat namun dia diikat seperti digantung tinggi.
"turunkann akuuu." teriak Raja Matahari
White melawan dua orang sekaligus, dengan melawan dua orang kekuatan mereka menjadi seimbang. White mengeluarkan jurus purung, yang mana ia mengunci kedua orang itu dalam lingkaran purung seperti bola, dia meraung begitu keras, hingga membuat kedua petarung itu penging, jika tidak kuat bisa saja mereka langsung meledak. Raungan White bisa bertahan hingga lima menit, biasanya dalam waktu dua menit manusia tidak akan kuat mendengar raungannya. Satu diantaranya meledak karena tidak kuat mendegar raungan itu, bulu putih halus White menjadi terciprat darah. Dia tidak suka menggunakan ilmu ini karena tidak ingin mengotori bulu nya.
Disatu sisi Hae Seok mampu menghindari serangan dari lawannya, begitupun lawannya juga. Ketika ada celah, Hae Seok mampu memukul lawannya begitu keras hingga membuatnya jatuh dan tanahnya menjadi retak. Kini lawannya mulai murka dan mengeluarkan seluruh kekuatannya, digunakan jurus mata apii, jurus itu tidak dapat dihindari oleh Hae Seok, dan terena mata api itu, Hae Seok terjatuh dan terkulai lemas, bajunya hitam terbakar, dia juga memuntahkan darah. Melihat itu Bo Ra berlari kearah Hae Seok, untuk menolongnya.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1