
"dia hanya kehabisan energinya, semoga dengan racikan obat ini, energinya segera pulih kembali. dan aku ingin memberi tahumu sesuatu. " ucap tabib Gong dengan meminumkan
"sebenarnya apa yang terjadi?" tanya tetua Cha lalu mengajak Hae Seok dan White duduk
"(menunduk lesu lalu mengangkat kepalanya) ini semua salahku, salahku tidak bisa menjaganya." ucap Hae Seok dengan nada lesu
"apa maksudmu?" tanya tetua Gon
"kami ada berenam telah menghabisi Pasukan Mata Merah hingga petingginya yang sudah berada ditingkat master. Aku dan yang lainnya terluka parah saat bertarung dengan master itu, lalu Bo Ra-ssi lah yang mengambil alih pertarungan, hingga dia mampu membunuh para master itu sendiri." ucap Hae Seok
"berarti rumor tentang lenyapnya pasukan mata merah benar adanya. dan kalianlah yang menghabisinya." ucap Tetua Cha
"bagaimana bisa Bo Ra-ssi mengalahkan petinggi master itu sendirian? dia masih pada tingkat master sepertimu, jika kau kalah, aku tidak yakin Bo Ra bisa menang juga." tanya Tetua Cha
"aku juga tidak melihat dengan jelas bagaimana dia melawannya, yang kulihat sebelum pingsan seperti ada kilatan petir yang menyambar." jawab Hae Seok
"(berbicara dalam hati) benar sekali, aku juga melihat tiba-tiba ada seorang lelaki yang membantunya untuk membunuh satu master itu, lelaki itu memanggil agasshi "Dewi" bukan namanya. lalu kedua master lainnya dihabisi oleh Bo Ra-ssi. Mereka menggunakan teknik yang sama yaitu teknik petir. benarkah agasshi adalah Dewi?" gumam White
"mungkin White melihat sesuatu saat itu." imbuh Hae Seok
"tidak.. aku tidak melihat." jawab White bohong, karena dia tidak ingin memberi tahu apapun tentang Bo Ra, itu adalah rahasia pikirnya.
"kekuatan Bo Ra-ssi lebih besar dari yang kita kira, walaupun energinya menurun, tapi masih terasa bahwa dirinya begitu kuat, dan hal ini bukanlah apa-apa. Dia hanya terlihat seperti kelelahan." ucap Tabib Gong
"dan aku ingin memberitahumu, jika Bo Ra-ssi sedang mengandung, kurang lebih sudah berjalan 5 bulan." tambah Tabib Gong membuat Hae Seok terkejut dan White juga begitu terkejut, bagaimana mungkin agasshinya hamil pikirnya
"benarkah? lalu bagaimana keadaan kandungannya?" tanya Hae Seok kawatir
"seperti yang kukatakan tadi, fisiknya begitu kuat dari yang kita kira, dia mampu bertarung dengan keadaan hamil dan tanpa luka sedikitpun. Dia hanya lelah karena telah menggunakan tenaga dalamnya dan ini efek mengandung." jawab Tabib Gong
"ini semua salahku, harusnya aku tahu dari awal dan mencegahnya untuk melakukan ini semua." ucap hae Seok menunduk
"bagaimana mungkin Bo Ra-ssi hamil?" tanya White masih tidak percaya
"anak didalam kandungan Bo Ra adalah anakku." jawab Hae Seok
"uwaaahhh.. uwahhhh... aku tidak menyangka kau sepicik ini, kau berani seperti itu padahal kalian belum resmi. uwaahhh... aku tidak percaya ini." ucap White dengan memegang kepala mengusap rambutnya dan stress mendengar ini semua
"tidak salahkah aku mendengar? benarkah aku hamil?" saut Bo Ra dengan beberapa pertanyaan dan suara yang begitu lemah
Mendengar itu, Hae Seok langsung berdiri dan mendekati Bo Ra dengan cepat. Dipegangnya erat tangan Bo Ra, hingga ia meneteskan air matanya.
"oppaa... kenapa kau menangis? aku tidak apa-apa." ucap Bo Ra lembut
"ini semua salahku, maafkan aku tidak tahu lebih awal." ucap Hae Seok menunduk
"kau jangan menyalahkan dirimu oppa, akupun tidak tahu jika aku hamil. tidak apa-apa." jawab Bo Ra dengan mengelus rambut Hae Seok pelan
"syukurlah kau baik-baik saja Bo Ra-ssi." ucap White dengan kekuatan batin mereka yang terhubung
"aku baik-baik saja. terimakasih sudah membantuku dan menjaga rahasiaku." jawab Bo Ra dalam hati, sebenarnya saat White bergumam Bo Ra sudah sadar dan mendengarkan semuanya
"apa maksud agasshi?" tanya White
"aku akan memberitahumu lebih jelas suatu hari nanti." jawab Bo Ra
#9 Tahun telah berlalu
Terdengar suara riuh didalam kediaman Hae Seok dikerajaan Jangga, dia sedang bercanda gurau dengan anaknya, yang sudah berumur 9 tahun. Yapp Hae Seok dan Bo Ra kini sudah menikah, dan sudah melahirkan seorang lelaki tampan dan manis, mereka menamai anaknya Park Sung Jae. Selama sembilan tahun ini hidup mereka harmonis, tentram dan bahagia, tentu saja masyarakat juga makin maju dan makmur atas bimbingan Raja Hae Seok.
"ayahandaaaa... Sung Jae ingin makan es krim buatan mama lagi." pinta Sung Jae dengan merengek
__ADS_1
"mama lagi mengajar anak rakyat diluar istana, nanti kalau sudah pulang ayah akan sampaikan, tapi...... anak ayahanda harus berlatih memanah lagi. okk..." jawab Hae Seok yang sudah menjadi seorang ayah
"(pasang wajah cemberut) sung jae capekk yahhh." gerutunya dengan manja
"bukankah sungjae ingin menjadi penerus Ayahanda nantinya, jadi kita harus berlatih lagi. meskipun sungjae sudah berada ditingkat menengah tapi tetap saja Sungjae harus terus berlatih." jelas Hae Seok
Anak yang dilahirkan Bo Ra memiliki kemampuan yang begitu hebat dan cerdas, yang mirip seperti ayah dan ibundanya. Secara tidak langsung, SungJae memiliki darah Dewa, yaitu kekuatan Dewa, oleh sebab itu Sungjae memiliki kemampuan dan kecerdasan melebihi anak seusianya. namun sampai sekarang Hae Seok belum menyadarinya, karena memang harus dirahasiakan sampai saatnya Hae Seok kembali di negeri atas awan.
______
Selesai mengajar, Bo Ra akan langsung kembali ke istana, saat diperjalanan suara Dewa Kematian terdengar ditelinganya.
"dewi obat, segeralah kemari, Dewa Langit ingin menemuimu." mendengar ucapan dewa Kematian, dewi obat mencari tempat agar dia bisa menghilang dan pergi ke negeri atas awan
#negeri atas awan
Melihat sekeliling istana langit, tidak seperti biasanya kali ini istana langit didekorasi dengan bunga-bunga surga, dewa langit juga terlihat membantu proses pemasangan bunga.
"salam sejahtera orabeoni." sambil membungkuk
"ikut aku kedalam." ajak dewa langit
"ada apa orabeoni memanggilku dan kenapa istana ini didekorasi seperti ini?" tanya Bo Ra
"apa kau lupa dewi, sebentar lagi umur Hae Seok tepat 35 tahun, kalian akan kembali ke negeri atas awan, maka kami menyiapkan ini semua, dan kalian akan segera menikah lagi sesuai aturan dewa." ucap Dewa Langit dengan tersenyum
"aku tidak pernah lupa akan hal itu orabeoni, tapi aku belum siap meninggalkan putraku sendirian memimpin kerajaan Jangga, dan Hae Seok oppa akan sangat kaget jika tibatiba mendengar kabar ini." jawab Bo Ra yang masih berat meninggalkan anaknya, meskipun anaknya sudah berfikir dewasa
"aku sudah mengkaruniai begitu banyak keberkahan dan keberuntungan kepada putramu, aku juga sudah beberapa kali muncul kedalam mimpinya, bahwa sebentar lagi kau akan kuambil. " ucap Dewa Langit
"kenapa kau setega itu pada anak yang baru berusia 9 tahun orabeoni." jawabnya kesal
"tidak ada alasan lagi untuk kau menolak, malam ini aku akan menemui Hae Seok dan mengembalikan semua ingatannya." imbuh Dewa Langit
Setelah itu Bo Ra pamit kembali kebumi dan langsung didepan istana, dia berjalan pelan memikirkan apa yang dibicarakan Dewa Langit, sebenarnya dia tidak tega meninggalkan anaknya Sung Jae, tapi bagaimana lagi.
_______
Malam harinya, saat Bo Ra dan Hae Seok sedang didalam ruangan, muncul kilatan putih didepan mereka, Dewa Langit kini didepan mereka berdua.
"siapa kau?" teriak Hae Seok
"aku Dewa langit." jawab Dewa Langit lalu menatap mata Hae Seok pekat dan mengembalikan semua ingatannya, kepalanya terasa begitu sakit, bayangan hal yang dilakukannya dulu sebagai dewa kebenaran, sebagai Hae Seok suami Bo Ra dimasa depan, kesalahan yang dia lakukan hingga dia diturunkan kebumi, semua muncul dalam pikirannya.
"apaa ini?" teriak Hae Seok kesakitan, tidak lama dari itu kepalanya sudah tidak sakit lagi dan diam mematung, tibatiba dia mengeluarkan air mata, lalu memeluk Bo Ra erat
"maafkan aku dewi." ucap Hae Seok memeluk Bo Ra, dan dibalas pelukan itu begitu erat
"ini sudah saatnya kalian kembali ke negeri atas awan." ucap Dewa Langit
"tapi bagaimana dengan negeri ini? anakku? bagaimana kami tega meninggalkannya." ucap Hae Seok
"masuklah." ucap Dewa Langit lalu dewa kematian memasuki kamar Hae Seok dan Bo Ra membawa putra kesayangannya
"sung jaee, sini sayang." panggil Bo Ra lalu Sungjae mendekatinya dan memeluknya
"jika ayahanda dan mama ingin kembali ke negeri atas awan, SungJae mengijinkan, sungjae tidak apa-apa. kembalilah mengemban tugas kalian untuk umat manusia. aku akan menggantikan Ayahanda dan Mama di negeri ini, aku tidak akan mengecewakan kalian." ucap SungJae menahan air matanya
"sungjae putraku, kau sungguh memiliki kepribadian yang mama banggakan, mama bangga bisa melahirkan putra sepertimu." ucap Bo Ra dengan mata berkaca kaca
"maafkan ayahanda, ini semua salah ayahanda." ucap Hae Seok juga
__ADS_1
"tidak ayah, justru aku bersyukur dilahirkan oleh Dewa yang begitu bijaksana, aku akan meniru kebajikan Ayahanda dan Mama." jawabnya dengan tersenyum
"orabeoni, bolehkah kami berpamitan pada Da Eun, Lee, White dan Dong Wook?" tanya Bo Ra
"tentu saja." jawab Dewa Langit, kemudian dengan jentikan jarinya mereka berempat sudah berada didepan mata mereka
"kenapa kami bisa disini?" tanya Dong Wook terheran, Lee dan daeun pun sama herannya, kecuali White yang sudah tahu jika majikannya adalah seorang Dewa
"kami yang membawa kalian kemari." ucap Bo Ra
"aku dan Bo Ra akan segera meninggalkan negeri ini, dan memantau kalian dari jauh." ucap Hae Seok
"maksud Raja apa?" tanya Dong Wook
"(tersenyum) intinya kami menitipkan semua ini kepada kalian, tolong bimbinglah putraku SungJae untuk memimpin kerajaan ini." jawab Bo Ra
"dan kau White, tolong kau jaga putraku Sungjae, kini majikanmu adalah Putraku." imbuh Bo Ra
"baik Bo Ra-ssi aku akan selalu menjaga Putramu dengan baik, seperti aku disisimu." jawab White
"apa maksud ini semua Bo Ra-ah? tolong jelaskan kepada kami." saut Da Eun yang terlihat bingung
"aku dan oppa akan segera kembali ke asal kami." ucap Bo Ra
"apa maksud dari asal kami?"
"kami sebenarnya dari masadepan." jawab Bo Ra sedikit berbohong, dia tidak mau jika mereka tahu bahwa dia dan hae seok adalah dewa,
"lalu siapa kedua pria ini?" tanya Da Eun lagi
"mereka yang akan membawa kami kembali ke masa depan." jawab Bo Ra
"tidakk.. tidak mungkin.. kau pasti berbohong." jawab Da Eun
"noonaa, tolong percayalah mama dan ayahanda, mereka harus segera pergi, mereka tidak bisa berlama-lama disini. waktu mereka akan segera habis." saut SungJae
"kami berdua mintamaaf jika ini begitu mengejutkan untuk kalian semua, tapi kumohon tolong gantikann kami." ucap Hae Seok
"baiklahh Raja, jika ini titahmu kami akan melakukannya dengan sebaik-baiknya." jawab Lee membungkuk
Lalu Bo Ra memeluk Daeun, begitupun Hae Seok memeluk Lee, White dan Dongwook. Lalu mereka memeluk putra kesayangann mereka dengan erat.
"jaga dirimu baik-baik ya sayang. mama akan selalu menemuimu." ucap Bo Ra mengecup kening Sungjae begitupun Hae Seok
Lalu mereka berdua mendekat pada Dewa Langit dan Dewa kematian, terlihat mereka semua menahan tangis, dan kaget dengan situasi yang tiba tiba ini. Kilatan cahaya pun muncul dan mereka menghilang. SungJae langsung terjatuh lemah, masih tidak percaya dan meluapkan tangisannya walaupun tidak bersuara.
Kini Kerajaan Jangga dipimpin oleh Raja Park Sung Jae putra dari Dewa Kebenaran dan Dewi Obat. Kerajaan Jangga menjadi semakin maju dan bisa mengikuti jaman dengan baik, seluruh masyarakat hidup tentram, begitupun suasana istana. Bo Ra juga sering mengundang anaknya ke Negeri Atas Awan, bagaimanapun SungJae adalah keturunan Dewa. Mungkin suatu saat dia bisa menjadi Dewa.
-TAMAT-
THANKYOU SO MUCHHH, TERIMAKASIH READERS YANG SUDAH MENGIKUTI CERITA INI SAMPAI AKHIR. MAAF KALAU CERITA NYA RANCU DAN KURANG BISA DITERIMA, KUBERHARAP KALIAN TETAP MENIKMATINYA DAN MENYUKAINYA. LOVE YOU READERS πππ
JANGAN LUPA BUAT MAMPIR BACA DI CERITAKU YANG LAIN YAA βΊ
DARA PULANG KAMPUNG
KEMBALI MUDA
OH MY JUNGKOOK
SIAPA TAHU COCOK πππ
__ADS_1