
Bo Ra mengobati luka yang berada dileher Hae Seok dengan peralatannya yang dibawa dimasa depan, lukanya di bersihkan dan ditap tap dengan alkohol supaya bersih, tidak terjadi infeksi. untung saja hanya goresan yang didapatnya, jadi tidak perlu dijahit, lalu di plaster dengan perban yang Bo Ra siapkan ditas.
"apa ini? rasanya dingin dan tidak terlalu perih." tanya Hae Seok
"ini alkohol untuk membersihkan luka, supaya tidak terjadi infeksi/luka yang lebih parah. didunia modern bukan hanya dokter saja yang menggunakannya, tapi masyarakat umum bisa membelinya di apotik." ucap Bo Ra
"apotik?"
"semacam toko obat gitu, jadi sudah dipasarkan, kita tidak akan sulit untuk mendapatkannya." jelas Bo Ra
"aku jadi sangat penasaran dengan duniamu." ucap Hae Seok
"andai aku bisa membawamu, aku akan membawamu keduniaku, tapi aku saja tidak tahu bagaimana caranya untuk membawamu kesana." ucap Bo Ra
"itu tandanya kau ditakdirkan untuk tinggal disini." ejek Hae Seok
"aghh oppa bisa saja."
suara Dewa kematian mulai terdengar lagi ditelinga Bo Ra
"heyy Bo Ra, lebih baik kalian berdua pergi lah dulu dari kerajaan ini sekarang, situasi sedang tidak aman untuk Hae Seok, gelangku sudah berkedip-kedip hitam, tanda siaga untuk mencabut nyawa seseorang, sepertinya ini Hae Seok." ucap Dewa Kematian
"apa? bagaimana mungkin?" teriak Bo Ra yang membuat Hae Seok kaget dan kebingungan
"kau kenapa?" tanya Hae Seok
"oppa, kita harus pergi dari sini segera, keadaan kerajaan sedang tidak baik untukmu, mereka masih mengincarmu." ucap Bo Ra panik sambil menarik tangan Hae Seok
"apa maksudmu?"
__ADS_1
"tidak ada waktu untuk menjelaskan, lebih baik ayok kita keluar sekarang." ajak Bo Ra dan kemudian memanggil Da Eun, dengan terburu-buru pengawal Lee dan Luu juga memasuki ruangan Hae Seok
"maaf pangeran, pangeran harus segera pergi dari kerajaan sekarang, keadaan sedang tidak aman." ucap pengawal Lee
"baiklahh.. Lee kau ikut kami keluar dari kerajaan, dan kau Luu tolong jaga Raja dan Ratu." ucap Hae Seok
"bagaimana denganku Bo Ra? " tanya Da Eun
"kau jaga Yungsik disini." ucap Hae Seok yang dibalas pasrah oleh Da Eun karena sudah perintah Pangeran
"berhati-hatilah Da Eun, aku pergi dulu." ucap Bo Ra
Lalu mereka bertiga melewati pintu rahasia yang sudah dibuat oleh Pangeran Hae Seok untuk berjaga-jaga jika ada keadaan genting seperti ini. Lorong itu langsung menuju hutan belakang istana. Dihutan juga sudah disiapkan kandang Kuda yang sengaja dibuat oleh Hae Seok, mereka langsung menunggangi kuda tersebut, Hae Seok satu kuda bersama Bo Ra, dan pengawal Lee dibelakang sendiri sambil menjaga.
Hentakan kuda semakin terdengar cepat, mereka secepat mungkin melajukan kudanya untuk meninggalkan kerajaan, agar para pembunuh tidak mengikuti mereka. Ternyata para pembunuh itu lebih cepat dari yang dibayangkan, mereka sudah mengepung.
"kau tetap disisiku, supaya aku bisa melindungimu." ucap Hae Seok yang tanpa ia sadari bahwa Bo Ra telah mempelajari ilmu beladiri bahkan tenaga dalam dari Dewa Kematian, bagaimanapun Bo Ra reinkarnasi dewa, jadi dia mampu menguasai teknik beladiri dengan cepat, begitupun Hae Seok, sebenarnya dia sangat ahli dalam berpedang, memanah dan ilmu beladiri lainnya, hanya saja dia lebih menutupi itu.
Pengawal Lee langsung menarik kudanya dengan cepat, gerakannya sangat lihai dan hampir tidak terlihat oleh mata para pembunuh itu, tidak memakan waktu hingga bermenit menit, beberapa pembunuh bayaran itu sudah tergelatak penuh darah terkena hunusan pedangnya pengawal Lee, Bo Ra sangat takjub dengan kemampuan pengawal Lee. Para pembunuh lainnya makin membabi buta karena beberapa kawanannya mati dengan cepat, kini Hae Seok tidak tinggal diam, dia menarik pedangnya dan menghunuskan pedang pada pembunuh yang coba mendekatinya.
Tanpa disadari, Bo Ra ditarik oleh salah satu pembunuh itu, di cengkramnya Bo Ra begitu kuat, dan diletakkannya pisau itu dileher Bo Ra. Karena kaget Bo Ra berteriak yang membuat Hae Seok menoleh dan Bo Ra sudah tidak berada disisinya, Hae Seok menjadi sangat kawatir dan tanpa pikir panjang berjalan mendekati Bo Ra sambil menggerakkan pedangnya untuk membunuh para pembunuh yang menghalanginya, jika dilihat secara langsung yang dilakukan Hae Seok seperti tidak mungkin, begitu mudahnya ia membunuh pembunuh yang menyerangnya meskipun tatapannya hanya tertuju pada Bo Ra.
"lepaskan dia." teriak Hae Seok
"akan kulepaskan, asal kau ikut dengan kami." ucap pembunuh bayaran itu
"oppa, jangan dengarkan dia, tenanglah, aku bisa tangani ini." teriak Bo Ra yang membuat pembunuh itu menggoreskan pisaunya keleher Bo Ra, itu membuat Hae Seok terlihat murka begitupun Bo Ra, dia terpaksa mencoba menggunakan ilmunya sekarang.
"teknik seribu bayangan." yang tanpa disadari pembunuh itu, Bo Ra sudah disamping Hae Seok
__ADS_1
"bagaimana mungkin?" tanya Hae Seok terlihat tidak percaya, karena menguasai ilmu itu sangatlah susah untuk wanita, hanya beberapa pria yang berilmu tinggi dapat menguasai itu, Hae Seok pun merasa beruntung bisa menguasainya
"keparatt... bunuh mereka." ucap pembunuh yang mencengkram Bo Ra tadi, lalu Bo Ra dan Hae Seok dikepung, sedangkan Pengawal Lee masih mengurus 3 pembunuh lagi yang menghadangnya
"oppa, jangan kawatirkan aku, mari kita habisi mereka semua." ucap Bo Ra yang dibalas anggukan oleh Hae Seok, dan memberikan pedangnya pada Bo Ra
Mereka memasang kuda-kuda siaga, untuk menyerang. Para pembunuh itu menyerang duluan, Hae Seok dan Bo Ra mampu menghindarinya, serta Hae Seok hanya menggunakan pisau kecil sekarang.
"gerakan angin." kemudian 5 pisau kecil Hae Seok bergerak cepat, tepat menusuk leher para pembunuh itu
Sedangkan Bo Ra melawan satu pembunuh yang mencengkramnya tadi, tidak perlu waktu lama Bo Ra mampu menendangnya hingga terlempar jauh dan memuntahkan darah. Tidak menghilangkan kesempatan itu, Bo Ra langsung menusukkan pedangnya pada dada pembunuh itu.
"aishh ternyata begini rasa membunuh. tidak enak sekali, aku tidak suka situasi ini." ucap Bo Ra dengan menutup matanya lalu menarik pedangnya
Kini para pembunuh bayaran itu sudah tergeletak mati semua.
"aku tidak nyaman dengan ini semua, banyak sekali darah." ucap Bo Ra ,tapi Hae Seok hanya memperhatikan goresan kecil yang ada dileher Bo Ra
"ayo kita segera pergi." ucap Bo Ra
"obati dulu lukamu." ucap Hae Seok
Bo Ra menuruti itu dan membuka ransel miliknya, yang sengaja ia bawa karena mereka akan keluar jauh dari kerajaan. Kini Hae Seok membantu membersihkan luka Bo Ra, seperti yang dilakukannya tadi pagi.
"wahh. kau cepat sekali memahaminya oppa." ucap Bo Ra yang sudah selesai diperban lukanya
"mari kita segera pergi pangeran." ajak pengawal Lee, lalu mereka menaiki kuda meninggalkan para pembunuh bayaran yang sudah mati dibantai.
"apa kau baru ini menghadapi situasi seperti ini?" tanya Hae Seok
__ADS_1
-BERSAMBUNG-