
#NEGERI DIATAS AWAN
"dewaa, aku harus membantu dewi obat, dia pasti akan kewalahan melawan ketiga penjahat itu." ucap Dewa Kematian
"baiklah, turunlah, kau harus berhati-hati, kendalikan dirimu." ucap Dewa Langit merestui, bagaimanapun takdir dimana pasukan mata merah lenyap memang ada, meskipun mereka musnah karena dilawan oleh jaman.
Lalu Dewa Kematian turun kebumi untuk membantu Bo Ra membunuh ketiga petinggi itu.
______________
"oppa... mundurlahh, biarlah aku yang melawannya." ucap Bo Ra
"tidakk, aku harus menyerangnya." jawab Hae Seok
"oppa.. tolong dengarkan aku kali ini saja, aku tidak ingin kau kehilangan nyawamu sekarang, jika kau sampai mati aku akan ikut mati bersamamu, kumohon mundurlah, jangan membuat perjuangan kita selama ini menjadi sia-sia." mohon Bo Ra dengan meneteskan air matanya, lalu Hae Seok menurut dan mundur didekat pohon
Kini Bo Ra semakin murka, melihat Lee dan Da Eun sudah terkulai lemas. Begiputun White yang diberikan ramuan pelumpuh oleh lawannya, Dong Wook juga sudah tidak bisa apa-apa, kini tinggal dirinya dan sisa 3 petinggi mata merah.
"kalian bertiga, lawan aku. biarkan mereka." teriak Bo Ra yang begitu kesal
"wahhh.... wanita itu ingin cari mati." ucap salah satu petinggi itu
"tinggalkan mereka, kita bunuh dulu wanita ini." imbuhnya lagi, lalu mereka mendekati Bo Ra, semua terlihat kawatir terhadap Bo Ra namun mereka tidak bisa apa-apa, tidak bisa bergerak sama sekali.
Tiba-tiba ada kilatan yang begitu terang, muncullah dewa kematian disamping Bo Ra. Kini ia menunjukkan jati dirinya kepada semua orang yang disitu.
"haiii dewii.. aku akan membantumu." ucap Dewa Kematian cengengesan
__ADS_1
"(menghela nafas lega) aghh syukurlah terimakasih." jawab Bo Ra
"sepertinya kau memanggil bantuan." saut salah satu petinggi itu
"jangan banyak bicara, rasakan ini. " ucap Dewa Kematian lalu mengeluarkan ilmu petir, padahal langit terlihat begitu cerah saat itu, Tiba-tiba menjadi gelap namun hanya diatas mereka, dan banyak petir menggelegar, hingga petir itu mengarah pada orang menyaut ucapannya tadi, sekali sambaran petir petinggi itu langsung menjadi gosong dan kaku sudah tidak bernyawa lagi.
"sepertinya aku berlebihan hahhaah ternyata kekuatan mereka masih dibawah rata-rata." ucap Dewa Kematian dengan tertawa cengegesan
"kurasa kau mampu menghadapi mereka berdua, aku akan mengawasimu disini." imbuh dewa Kematian, mereka berdua masih sempat mengobrol namun berbeda pada petinggi itu yang sudah sedikit ketakutan, karena lawannya sudah diatas rata-rata, mereka tahu bahwa kedua orang didepannya bukan tandingan mereka.
Tidak ingin menghabiskan tenaganya juga, Bo Ra juga menggunakan jurus petir saat itu juga, kini ada dua petir mengkilap begitu terang lalu menyambar kedua petinggi itu dan langsung terkapar. Sebenarnya Bo Ra mampu menghabisi mereka semua dalam sekejap, namun dia masih berpikir panjang untuk menggunakan ilmunya, dan juga Dewa Kematian serta dewa Langit terlalu kawatir dengan Bo Ra, hingga mereka turun tangan.
"akan kau apakan lelaki yang diatas itu?" tanya dewa kematian
"bawalah kealam baka bersamamu." jawab Bo Ra ketus dan lugas
"lebih baik kau segera kembali, dan bawa Raja itu, supaya segera bertemu dengan putrinya. dan terimakasih atas bantuannya." ucap Bo Ra
"kau langsung mengusirku begitu saja dewi? biarkan aku menyapa teman-temanmu, dan aku akan membantu menyembuhkan mereka." ucap Dewa Kematian
"tidak usahh dewa, aku takut kau nanti salah membawa oppaku." jawab Bo Ra
"baiklahh, kalau begitu aku permisi." ucap Dewa Kematian lalu menghilang dan langsung menarik jiwa Raja Matahari, sedangkan Jasadnya langsung terjatuh ketanah tanpa nyawa
Bo Ra kemudian berlari mendekati Hae Seok, dan membantu yang lain untuk didekatkan, agar dia mampu menyembuhkan mereka semua. Kini dia tidak memperdulikan dirinya, dia hanya memikirkan keselamatan teman-temannya, meskipun dia tahu, dia akan kehabisan banyak tenaga jika menyembuhkan mereka semua, apalagi luka mereka sudah begitu parah. Bo Ra menyembuhkan mereka dengan tenaga dalamnya, karena mereka sudah sangat parah, jika ditinggal terlalu lama.
Difokuskan dirinya, mengerahkan seluruh tenaga dalamnya, pertama dia menyembuhkan Hae Seok terlebih dahulu, disalurkan kekuatan dalamnya kepada Hae Seok membutuhkan waktu yang lumayan lama, akhirnya Hae Seok sudah membaik. Lalu ia mneyembuhkan White, karena dia terkena ramuan pelumpuh begitu banyak, hingga membuatnya tak bisa bergerak sama sekali, disentuhnya badan Harimaunya, disalurkannya tenaga dalamnya, dan akhirnya White bisa langsung bangkit kembali. Lalu ia menyembuhkan luka Lee, Da Eun dan Dong Wook. Sempat dicegah oleh White karena wajahnya sudah terlihat pucat, namun ia tidak bisa membiarkan mereka mati begitu saja. Dikerahkan seluruh kekuatannya, hingga Kekuatannya makin melemah. wajah Bo Ra menjadi begitu pucat, dan dia tergeletak tak sadarkan diri.
__ADS_1
"agasshii, bangunn agashii." teriak White
"Bo Ra... sayaanggg.. bangunn sayangg... banguuunnn." teriak Hae Seok walaupun dirinya juga masih lemah.
Dengan badan yang terasa begitu lemah, Hae Seok sangat mengkawatirkan Bo Ra yang tidak sadarkan diri, karena sudah mengobati mereka semua.
"White, aku hanya bisa mengandalkan ku, tolong bawa kami ke padepokan gunung seribu, kita harus segera menemui tabib Gong, hutan ini dengan padepokan tidak jauh." ucap Hae Seok memohon, karena stamina yang sudah stabil hanyalah White, mereka semua masih terlihat lemah walaupun sudah di sembuhkan Bo Ra
"kau tidak perlu memohon, aku akan melakukan apapun untuk agasshiku, angkatlah dia kepunggungku." jawab White
"kalian bertiga, susul lah kami jika kalian sudah lebih baik." ucap Hae Seok pada Lee, Daeun dan Dong Wook
"baik pangeran, hati-hati. maaf kami belum bisa ikut sekarang." ucap Lee menunduk
White langsung berlari begitu kencang, membawa Bo Ra dan Hae Seok dipunggungnya. Dia tidak memikirkan apakah ada tumbuhan tajam mengenai kakinya, dia hanya memikirkan agar cepat sampai dipadepokan.
Tidak membutuhkan waktu lama, kurang lebih 5 jam perjalanan, White langsung mengubah dirinya menjadi manusia saat sudah dekat dengan Padepokan. Dengan sekuat tenaga, Hae Seok menggendong Bo Ra didepannya dengan berlari kearah padepokan. Murid-murid yang mengenalinya langsung memanggil tetua Cha dan tabib Gong, bahwa Bo Ra, Hae Seok dan White telah kembali.
"tabib gong, tolong selamatkan Bo Ra-ssi." ucap Hae Seok terengah-engah
"bawa dia kedalam." ucap Tabib Gong megarahkan kedalam, lalu direbahkan diatas kasur pengobatan
Tabib Gong memeriksa daya tahan tubuh Bo Ra, terasa begitu lemah pikirnya, lalu ia meracikkan ramuan obat, agar stamina pulih kembali.
"bagaimana keadaannya?" tanya Hae Seok kawatir, White juga terlihat kawatir menunggu diujung ruangan.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1