
#NEGERI DI ATAS AWAN
Dewa Kematian kembali ke negeri atas awan untuk memberi informasi bahwa Bo Ra menerima lamaran Pangeran Hae Seok. Dia datang dengan raut wajah yang sedih, lalu membungkukkan badannya memberi hormat pada dewa Langit.
"iyaa... aku sudah melihatnya tadi." ucap Dewa Langit yang sedang duduk disinggah sananya
"aku sebenarnya ingin sekali bertemu adikku Bo Ra." tambah Dewa Langit
"jika kau ingin, akan kupertemukan Dewa." jawab Dewa Kematian
"aku hanya takut, dia mengingat semua hal tentang menjadi dewi Obat jika menemuiku." ucap Dewa Langit lagi
"apakah itu mungkin? buktinya aku sudah bertemu dengannya berulang kali, tapi dia tidak mengingat apapun." ucap Dewa Kematian
"kuharap begitu." jawab Dewa Langit sambil menghela nafas, bagaimanapun Dewa Langit tahu tentang aturan yang dia buat, tapi dia sangat ingin menemui adiknya, ingin sekali dia bilang "pulanglahh, jangan lanjutkan kehidupan manusiamu ini."
"kalau begitu, ajak adikku kemari setelah dia melakukan tes menjadi tabib." tambah Dewa Langit yang dibalas anggukan oleh dewa kematian.
Dan Dewa Langit juga memberikan sebuah buku milik Dewi Obat/Bo Ra yang ditulisnya sendiri. Dia ingin Bo Ra mempelajarinya.
______________
#KERAJAAN MATAHARI
Putri Sae Yeon menghampiri ayahnya yang sedang berlatih memanah di lapangan, dia membungkukkan badannya, lalu para pelayan menyingkir, karena tidak ingin mendengar pembicaraan Raja dan putrinya.
"hormat yang mulia." ucap Putri Sae Yeon yang hanya dibalas senyuman
"sebentar lagi akan diadakan tes menjadi Tabib di padepokan Gunung Seribu, tes ini mengundang seluruh perwakilan calon tabib dari seluruh negeri ini, tidak mengenal kalangan atas atau bawah, aku dengar murid dari Kelompok Mata Merah akan menjadi salah satu peserta nantinya, aku akan datang kesana untuk memastikannya. dan berbicara dengannya." ucap Putri Sae Yeon
__ADS_1
"baiklahh jika itu rencanamu, kau harus berhasil ucap Raja Matahari
Lalu Putri Sae Yeon undur diri untuk mempersiapkan dirinya agar segera berangkat ke padepokan dengan salah perwakilan Calon Tabib dari kerajaannya, mereka membawa 6 calon tabib yang akan di teskan.
_______________
#PADEPOKAN GUNUNG SERIBU
Situasi sudah mulai riweh, para murid Gunung seribu mempersiapkan acara ini dengan begitu matang, mereka juga sudah menyiapkan tempat bagi para calon Tabib yang sudah datang. Ruangan yang akan digunakan untuk tes juga sudah disiapkan dengan rapi, akan ada 4 tahap dalam tes menjadi tabib nanti, yakni BASIC, INTERMEDIATE, PRE-ADVANCED, dan ADVANCED. yang bisa melewati itu semua akan langsung menjadi Tabib tingkat 1, atau awal menjadi Tabib, tapi jika mereka menunjukkan hal yang luar biasa, bisa lebih dari tingkat satu.
Hae Seok dan lainnya juga ikut mempersiapkan perlengkapan tes ini, namun Bo Ra tidak bisa karena dia salah satu peserta tes calon Tabib. Dia mengurung dirinya didalam perpustakaan untuk membaca buku-buku tentang Tabib, dan membaca datanya yang ada ponselnya. Tiba-tiba dewa Kematian muncul didepannya.
"haii dewaa, akhirnya kau menemuiku lagi, aku begitu nerveous kali ini, apakah aku bisa melewati tes ini." ucap Bo Ra yang terlihat begitu kawatir
"kau kan dari masa depan, kau pasti bisa melewati tes ini dengan mudah." ucap Dewa Kematian yang masih murung wajahnya, sekarang dia menemui Bo Ra karena diminta oleh Dewa Langit.
"apa ini?" tanya Bo Ra lalu membuka bukunya dia begitu kaget, jika buku itu adalah tentang medis dari masa lampau hingga masa modern.
"bagaimana bisa?" tanya Bo Ra masih terkejut dengan hal ini
"ini adalah buku yang ditulis oleh adiknya Dewa Langit, Dewa Langit memberikannya padamu untuk kau pelajari." ucap Dewa Kematian
"kenapa aku? kenapa aku yang diberikan? apakah adik Dewa Langit tidak keberatan, jika bukunya diberikan padaku?" tanya Bo Ra beruntutan karena masih tidak percaya dengn hal ini
"tentu saja dia tidak keberatan. pelajarilah itu, dan kau harus lolos menjadi tabib tingkat 10,atau malah melebihi itu, jangan mempermalukan ku." ucap Dewa Kematian lalu menghilang begitu saja
"terimakasihh dewa." ucap Bo Ra sangat senang tapi Dewa Kematian udah enggak ada
Bo Ra langsung membaca buku itu dengan teliti dan seksama, dia tidak ingin melewatkan ilmu yang dia dapatkan dari dewa. Saat dia membaca buku ini, dia merasa ada hal yang aneh dalam pikirannya, sepertinya dia sudah melakukan semua hal yang ditulis dibuku ini, terbayang di pikirannya sekilas-sekilas namun tidak begitu jelas, dan tulisan ini mirip sekali seperti tulisannya.
__ADS_1
"bayangan apa itu?" pikir Bo Ra, tapi dia segera menepisnya dan mempelajari lagi buku itu
Tidak terasa dia sudah berada diperpustakaan seharian, Hae Seok, Da Eun dan Lee juga sudah kembali dari mempersiapkan hal yang akan dilakukan 2 hari kedepan. Hae Seok memasuki ruang perpustakaan untuk melihat Bo Ra, Bo Ra masih terlihat sangat serius membaca.
"apa kau belum istirahat dari tadi?" tanya Hae Seok yang membuat fokusnya hilang
"heyy oppa, kau sudah kembali?" tanya Bo Ra lalu berdiri memeluk Hae Seok dan dibalas pelukan itu
"ayok kita makan malam dulu." ajak Hae Seok yang membuat Bo Ra terkejut
"makan malam? apa ini sudah malam?" tanyanya
"berati kau belum ada istirahat sama sekali, jangan terlalu dipaksakan, nanti kamu bisa sakit malah tidak bisa mengikuti tes." ucap Hae Seok lalu menarik Bo Ra untuk keluar dari perpustakaan dan makan
Diruang makan, semuanya sudah siap tinggal menunggu kedatangan Hae Seok dan Bo Ra. Mereka langsung menyantap masakan Da Eun yang sudah diajarkan oleh Bo Ra. Namun Bo Ra makan dengan membaca bukunya, yang membuat Hae Seok kesal, karena Bo Ra terlalu fokus dalam belajar.
"makanlah terlebih dahulu." ucap Hae Seok dengan menarik Buku yang dibaca Bo Ra, saat ia menarik buku itu dia melihat hal-hal yang begitu aneh, ada dirinya dan Bo Ra namun berada ditempat aneh, dia tidak tahu apa itu. Lalu Hae Seok langsung melepaskan buku itu dan terlihat begitu bingung
"oppa kau kenapa?" tanya Bo Ra
"tidak apa-apa lanjutkan makan." ucap Hae seok dan mereka melanjutkan makan, setelah makan malam seperti biasa mereka berkumpul terlebih dahulu untuk membahas segala hal, Lee kini angkat suara
"Nona, Pangeran.. putri Mahkota Sae Yeon juga akan menghadiri acara ini, dia dan pasukannya sudah berangkat tadi pagi, kemungkinan besok mereka akan sampai." ucap Lee
"apa? bagaimana ini oppa?" tanya Bo Ra
"tidak perlu kawatir, dia tidak akan tahu jika aku berada disini, kita akan bersembunyi disini. dan saat tes kau akan ditemani Da eun dan White dari jauh, supaya dia tidak curiga. sedangkan aku dan Lee akan menunggumu disini." ucap Hae Seok, semuanya mengangguk paham dan menurut
-BERSAMBUNG-
__ADS_1