Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
PENYERANGAN 1


__ADS_3

White dan Hae Seok telah kembali ke gubug buatan mereka di hutan mati. Dibawanya lima ekor ayam sekaligus kali ini dan membawa bahan-bahan yang akan dibutuhkan Bo Ra saat memasak, karena White sudah lama tinggal dengan Bo Ra jadi dia tahu apa yang dibutuhkan Bo Ra. Sedangkan Hae Seok membawa bibit tanaman yang begitu banyak berwarna warni.


"Wook-ssi dimana Bo Ra?" tanya Hae Seok


"ohh dia sedang mandi katanya di sungai." jawab Dong Wook yang sedang duduk disamping White


Tanpa banyak bicara Hae Seok berjalan menuju arah sungai.


"heyy,, kau mau kemana? Bo Ra berpesan tidak boleh ada orang yang kesana selama dia mandi, nanti kita bisa dijambak." teriak Dong Wook namun tidak digubris Hae Seok


"jambak? apa itu?" tanya White disampingnya


"aku juga tidak tahu." mengangkat kedua tangannya


Berjalan menelusuri sungai, tapi Hae Seok tidak melihat Bo Ra disana, dia berkeliling lagi hingga ujung masih belum menemukannya. Hae Seok mulai kawatir karena Bo Ra tidak terlihat, lalu terdengar suara teriakan.


"oppaa? sedang apa kau disana?" teriak Bo Ra lalu Hae Seok berjalan mendekatinya


"darimana saja kau? katanya mandi, aku sudah berkeliling tiga kali tapi tidak menemukanmu." ucap Hae Seok yang kawatir, akhir-akhir ini dirinya makin tambah kawatir dengan Bo Ra


"aa...aakuuu... berendam diujung sana." jawab Bo Ra


"berendam? tapi wajah dan badanmu seperti tidak basah." tanya Hae Seok


"aghh sudah lupakan oppa, ayo kembali ke gubug, White sudah sampai kan? ayoo kita masak." ucap Bo Ra dengan menarik tangan Hae Seok


Setelah itu Bo Ra mempersiapkan semuanya dan dibantu para lelaki. Bo Ra tersenyum sudah dibawakan bumbu-bumbu ini, White sudah mengetahui kebiasaanya pikirnya. Hidangan pun siap tanpa menunggu lama dan mereka langsung menyantapnya. Lalu Bo Ra menanam bunga yang sudah dibawakan Hae Seok, dan diberinya mantra agar bunga nya hidup segar dan tidak layu.


Tengah malam dihutan terasa begitu sunyi dan menyeramkan, hanya terdengar suara-suara hewan malam dan dedaunan yang bergerak karena terhembus angin. Saat itu juga, Lee dan Dae Eun sudah sampai digubug itu. Bo Ra langsung memeluk Da Eun dengan penuh kekawatiran.

__ADS_1


"bagaimana keadaan istana?" tanya Hae Seok


"istana kembali tidak stabil pangeran." jawab Lee


"dan aku sudah bertemu dengan Raja memberi tahumu bahwa kau baik-baik saja. Raja menyuruh mu untuk tinggal disini sementara waktu, setelah keadaan stabil kita diminta untuk kembali." imbuhh Lee


"baiklahh." jawab Hae Seok


"kalau begitu, selama disini kita harus lebih ekstra untuk melatih beladiri kita semua. aku dan Wook-ssi akan menggunakan waktu ini untuk memporak-porandakan Pasukan mata merah. Jika kalian berkenan, bantulah kami." ucap Bo Ra


Mereka semua mengangguk setuju untuk melakukan ide Bo Ra.


Selama tinggal didalam hutan, mereka memanfaatkan hutan dengan sebaik-baiknya, Bo Ra juga senang mencari bulu domba untuk dijadikan nya pakaian rajut ala jaman modern, karena mereka tidak membawa pakaian sehelai pun, jadi Bo Ra berinisiatif untuk membuatkan mereka pakaian. Bo Ra juga pernah kepasar dengan mengendap-endap untuk mencari beberapa kain untuk para teman-temannya, dia membuat pakaian ala modern untuk semuanya. Mereka semua terlihat menyukainya dan heran bagaimana bisa Bo Ra memikirkan pakaian seperti ini, kecuali Hae Seok mereka semua tidak tahu jika Bo Ra berasal dari masa depan.


Menurut info yang dicari Lee, kerajaan matahari mencari Hae Seok dan Lee, karena merekalah yang sudah pasti dituduh akan pembunuhan putri Sae Yeon, sedangkan pasukan mata merah yang dimarkas sudah musnah semuanya jadi tidak ada yang tahu jika Wook-ah berkhianat pada pasukannya. Kerajaan matahari begitu murka, dan akan langsung membunuh Hae Seok jika menemukannya, itu sebabnya mereka belum bisa keluar desa dengan bebas. Kerajaan Matahari juga tidak bisa menyerang kerajaan Jangga dengan masalah ini, jika mereka menyerangnya seluruh negeri akan tahu bahwa kerajaan matahari lah yang menyabotase pernikahan putra mahkota kerajaan Jangga. Raja Matahari tidak bisa melakukan apapun kecuali marah dan memberi perintah pada prajuritnya untuk segera mencari Hae Seok, sedangkan pasukan mata merah juga masih mebantunya dalam melakukan misi ini.


--------------


Mereka berenam berjalan bersama menelusuri hutan hingga berhari-hari, berhenti hanya untuk beristirahat, minum dan makan. Saat itu terlihat suara riuh ditengah hutan, seperti sedang mengadakan perayaan.


"sepertinya itu markas Pasukan mata merah, aku akan melihatnya sebentar." ucap Dong Wook lalu pergi melihat keadaan disana, lalu kembali lagi


"mereka sedang minum-minum, dan kebanyakan dari mereka telah mabuk berat, ini adalah kesempatan kita untuk membasmi mereka semua." ucap Dong Wook


"Da Eun, apa kau sudah siap ikut bergabung?" tanya Bo Ra kawatir


"aku sudah siap Bo Ra, lagipula aku sudah sering berlatih bersamamu dan sempat bertarung dikerajaan." jawab Da Eun


"baiklah, Lee kau awasi Da Eun, kalian menyerah dari arah utara. Dong Wook dan White dari barat, aku dan oppa dari arah selatan. Kita harus berpencar dan hati-hati, jangan sampai ada yang terluka." ucap Bo Ra

__ADS_1


Lalu mereka segera pergi ketempat masing-masing dan benar saja mereka sudah terkulai lemas tepar, ini akan sangat memudahkan untuk menyerang mereka. Bo Ra dan Hae Seok memulai menyerang dan memberi aba-aba pada mereka semua. Pertarungan ini sebenarnya tiada tandingannya, sangat begitu mudah.


"set... set... set... set... (suara pedang yang diarahkan kearah pasukan mata merah) darah mengucur dimana-mana, hanya beberapa menit saja pasukan mata merah sudah tidak bernyawa semua."


"tidak kusangka akan semudah ini." ucap Dong Wook


Lalu mereka meninggalkan markas itu begitu saja dan segera mencari markas yang lain. Tidak terasa sudah sebulan mereka berkelana dan sudah mneghancurkan 11 markas pasukan mata merah termasuk markas dihutan dekat kerajaan matahari. Kini tinggal satu markas lagi yang akan mereka hancurkan, dimana ada petinggi dari pasukan mata merah disana.


"lebih baik kita beristirahat selama seminggu, memulihkan kekuatan kita, pasti markas terakhir ini sudah siap dengan kedatangan kita." ucap Bo Ra


"benar, ini adalah markas yang kutempati, disana banyak petarung dengan tingkat master." ucap Dong wook


"ada berapa kira-kira?" tanya Hae Seok


"sekitar 5 petarung master, dan yang lainnya setara denganku tingkat menengah." jawab Dong Wook


"aku, Bo Ra dan Lee berada di tingkat master, kau dan Da Eun berada ditingkat menengah, sedangkan White tertinggi disini." ucap Hae Seok, sebenarnya Bo Ra berada di tingkat dewa, namun ia belum mengeluarkan ilmunya jadi tidak ada yang tahu kekuatannya yang sebenarnya, karena selama ini tandingannya masih dibawah rata-rata.


"kita mengandalkanmu white." ucap Dong Wook, lalu white menatap Bo Ra, sebenarnya kekuatan yang paling tertinggi adalah Bo Ra, White mengetahui itu, karena jiwa mereka sudah menyatu, namun White hanya diam saja.


Mereka lalu mencari tempat peristirahatan yang enak untuk mereka tinggali selama seminggu. Berlatih terus dan terus berlatih selama satu minggu berturut-turut.


Dihari terakhir mereka istirahat, tidak disangka ternyata tempat peristirahatan mereka ditemukan oleh pasukan mata merah yang diminta oleh petinggi mencarinya. Ada dua orang lelaki tinggi besar mendekati tempat mereka, sepertinya kekuatan mereka masih tingkat menengah, Lee dan White yang melihat itu langsung bersiaga.


Dua orang itu langsung menyerang tanpa memberi aba-aba, pertarungan dilangsungkan secara sengit. Mendengar suara itu Bo Ra dan Hae Seok berlari menuju kearah suara itu, yang mana mereka sedang mencari makanan untuk perbekalan dijalan.


Saat Hae Seok dan Bo Ra sampai ditempat dua orang itu sudah terkapar penuh darah, sudah tak bernyawa lagi.


"ada apa ini?" tanya Bo Ra, lalu Dong Wook telah sampai sambil berlari terengah-engah

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2