Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
WABAH PENYAKIT


__ADS_3

Nenek itu mulai merasakan khasiatnya, dia menggerakan kakinya pelan, kemudian Bo Ra menusukkannya lebih dalam lagi, dan nenek itu menggerakkan kakinya lagi serta menahan rasa sakit tusukan alat akupunktur. Beberapa detik kemudian, Bo Ra langsung mencabut jarumnya, dan benar saja nenek itu langsung bisa menggerakkan kakinya dan mulai bisa berjalan walaupun belum bisa berjalan normal seperti biasanya.


Nenek itu begitu senang karena dia bisa berjalan kembali, dan masyarakat yang menonton bertepuk tangan untuk kehebatan Bo Ra.


"wahh diaa sangat hebat." ucap mereka sambil tepuk tangan


Bo Ra tersenyum bahagia, karena usahanya berhasil. Dia sangat senang membantu seseorang dan membuat mereka bahagia. Hae Seok juga terlihat tersenyum bangga pada Bo Ra.


Beberapa saat kemudian, ada anak kecil berlari kearah Bo Ra, meminta pertolongan nya.


"Nn. Nn. tolong selamatkan adikku, badan adikku begitu panas, badannya begitu lemas dan muntah muntah, dia juga merasa susah untuk bernafas, lalu adik keduaku juga tadi pagi seperti tertular penyakit adikku, tolong aku Nn. tolong." ucap anak itu memohon


"baiklah dimana adikmu?" tanya Bo Ra


"dia ada dirumah, tolong ikut denganku Nn." ajak anak itu yang kemudian menunjukkan arah


"Da Eun, oppa emm Hae Seok aku mau menolong adiknya, kalian mau ikut atau tidak?" tanya Bo Ra yang langsung mengikuti anak tadi


"Nn. kau tidak harus begini." jawab Da Eun kawatir dan langsung mengikutinya


"hemmm wanita ini sangat antusias sekali." gumam Hae Seok terheran-heran tapi masih tetap mengikutinya.


Anak itu menuntun Bo Ra hingga ke kediamannya yang sudah terlihat sangat tidak layak, banyak tumpukan sampah dan barang-barang yang tidak berguna, didalam ada dua orang anak kecil tergeletak lemas sambil meringkih kecil. Disentuhnya dahi kedua anak tersebut, suhunya sangat panas sekali, dua anak ini mengalami demam yang tinggi, Bo Ra juga melihat bintik merah disalah satu anak ini. Dikeluarkan temometer miliknya yang berada diransel, terlihat 39 derajat celsius, Bo Ra sangat kaget, sedangkan adik satunya 30 derajat celsius.


"apa ini demam berdarah? gejala yang disebut kakaknya tadi menjuru kesitu, dan rumah ini juga terlihat kotor seperti sarangnya nyamuk. aku harus bagaimana? belum ada obat yang pasti bisa menyembuhkan penyakit ini." pikir Bo Ra yang langsung menoleh ke kakak kedua anak ini terlihat sangat kawatir pada adiknya.


"siapa namamu nak dan dimana kedua orangtuamu?" tanya Bo Ra pada kakak kedua anak ini


"namaku Woo Jin Nn. ayahku meninggal saat mengikuti perang, dan ibuku sakit seperti ini waktu itu." jawab Woo Jin menunduk menahan tangisnya, Hae Seok menjadi iba melihat keadaan mereka, anak sekecil ini sudah mengurus kedua adiknya sendiri.

__ADS_1


Bo Ra mengeluarkan alat medisnya didalam ransel, dia tidak membawa banyak alat medisnya, hanya beberapa didalam ransel, yang lainnya berada di mobil saat itu, entah mobilnya ikut terbawa atau tidak, ia tidak tau.


"bagaimana? apa kamu bisa menyembuhkannya?." tanya Hae Seok juga kawatir


"entahlah, belum ada obat yang pasti untuk penyakit ini." ucap Bo Ra


"emang penyakit apa ini?" tanya Hae Seok


"DBD." jawab Bo Ra


"DBD?" tanya Hae Seok


"DBD atau demam berdarah dengue, penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah penyakit yang mudah menular, sehingga adiknya juga ikut tertular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Aku rasa ibunya kemarin juga terkena DBD." jawab Bo Ra


"apa disini tidak tahu penyakit ini?" tanya Bo Ra


"tidak Nn. dulu memang ada wabah penyakit seperti ini disaat musim hujan seperti sekarang, hingga banyak masyarakat yang meninggal karena penyakit ini, dan seluruh tabib kerajaan ini dan kerajaan luar tidak bisa menyembuhkan mereka, tapi saat musim berganti, tibatiba penyakit ini hilang begitu saja dan mereka sembuh, jadi belum ada penanganan lebih lanjut, itu sebabnya pangeran sangat kawatir jika ini terjadi lagi." ucap Da Eun


"woo jin, karena kedua adikmu mengalami DBD kamu harus memberinya air minum yang banyak, supaya mereka tidak merasa dehidrasi, atau kekurangan air, walaupun mereka tidak mau tapi tolong dipaksa, mereka bisa semakin lemas jika tidak minum banyak air, sekarang tolong ambilkan air minum."


"kalian merebus air untuk diminum kan?" tanya Bo Ra


"kami tidak pernah merebusnya." jawab Woo Jin


"bagaimana bisa?" tanya Bo Ra kaget


"dikerajaanpun juga tidak direbus Nn, kecuali untuk membuat teh." jawab Da Eun


"pantas sajaa penyakit ini muncul kembali, apa kalian tidak tahu didalam air mentah itu banyak bakteri jahat yang merusak daya tahan tubuh."

__ADS_1


"oppa, untuk saat ini tolong umumkan kepada semua orang kerajaan maupun masyarakat harus merebus airnya terlebih dahulu." yang dibalas anggukan oleh Hae Seok dan woo Jin keluar untuk merebus air


"Da Eun, tolong belikan buah jambu biji dan tanaman serai." ucap Bo Ra


"tanaman serai?"


"(menghela nafas) omaigatt, apa kalian tidak memilikinya?." tanya Bo Ra, dia merasa sangat sesak dadanya


"baiklahh nanti akan kujelaskan bagaimana mengurangi terjangkitnya virus ini, untuk saat ini Da Eun tolong carikan buah jambu biji dulu, aku akan memberikan mereka obat penurun panas terlebih dahulu." Da Eun langsung pergi meninggalkan Bo Ra dan Hae Seok


Diambilnya obat penurun panas didalam ranselnya, dan diberikan ke kedua anak ini, Bo Ra berharap obat ini bisa membantunya sementara untuk menurunkan demamnya. Hae Seok masih memperhatikan cara kerja Bo Ra, dia tidak habis fikir wanita yang diselamatkan nya ternyata sangat pintar, tidak bodoh yang seperti ia kira. Woo Jin sudah kembali membawa air yang direbusnya masih panas.


"kalau air ini sudah hangat, berikan pada adikmu ya. oiya tolong beri aku mangkuk dan dua helai kain untuk mengkompresnya."


"oppa boleh ambilkan aku air dingin, satu mangkuk saja." minta Bo Ra yang langsung dituruti mereka


Mereka sudah kembali dengan semua yang diminta Bo Ra. Dicampurnya air panas tadi dengan air dingin supaya lebih hangat, diambilnya kain dan ditempelkan ke kedua anak tadi. Bo Ra meminta Woo Jin untuk melakukan hal yang sama, dan menunggu mereka.


"apakah tidak ada tempat lain untuk meletakkan barang-barang ini?" dijawab dengan gelengan oleh Woo Jin


"ruangan ini begitu sumpek dan lembab, makanya banyak nyamuk yang bersarang disini, aku harap ini bisa dikeluarkan, agar kedua adikmu bisa segera sembuh." ucap Bo Ra


"tidak harus sekarang, nanti kakak akan membantumu, panggil aku kakak saja." tambah Bo Ra


"jaga adikmu sebentar ya, kakak ingin berbicara dengan kak Hae Seok diluar." yang dibalas anggukan oleh Woo Jin


Bo Ra mengajak Hae Seok untuk keluar ruangan.


"apa kau tidak ingin pulang? bukankah kau ada pertemuan malam ini?" tanya Bo Ra

__ADS_1


"apa kau sudah gila, dengan keadaan seperti ini kau masih mengusirku." jawab Hae Seok marah


-BERSAMBUNG-


__ADS_2