
#KEESOKAN HARINYA
Pengawal lee dan Da Eun sudah sampai di padepokan. Bo Ra sangat senang dengan kedatangan mereka, yang mana langsung memeluk Da Eun dan memeluk Yungsik anjingnya Hae Seok.
"apa kau baik-baik saja Bo Ra?" tanya Da Eun yang terlihat kawatir namun senang bisa bersama Bo Ra kembali
"aku baik-baik saja. Kamu baik-baik saja kan?" yang dibalas anggukan oleh Da Eun
"bagaimana perjalanan kalian, lancar kan?" tanya Bo Ra lagi
"iyaa Bo Ra, aku sangat senang bisa kesini dengan diajak terbang oleh pengawal Lee." ucap Da Eun malu-malu,
Bo Ra yang melihat itu menjadi tersenyum bahagia, sepertinya temannya sedang jatuh cinta.
"diaa siapa Bo Ra?" mata Da Eun yang mengarah pada White
"ohiyaa, dia White, teman baru kita." ucap Bo Ra yang membuat White senang dirinya dianggap teman bukan sebagai hewan peliharaan
"wahh namanya lucu sekali."
"haii white, perkenalkan namaku Da Eun." tambah Da Eun
"haii Da Eun. senang bertemu denganmu. " jawab White
"paang... emm tuan, saya ingin berbicara dengan mu. " ucap Lee berjalan keluar dan diikuti oleh Hae seok dengan menggendong Yungsik
"ada apa Lee?" tanya Hae Seok
__ADS_1
"keadaan diistana sedang riuh karena ketidak adaan putra mahkota, Pangeran Jangwo dan Ibundanya ingin segera menggantikan posisimu pangeran." ucap Lee
"kau sudah memberikan suratku pada Raja?" tanya Hae Seok yang dibalas anggukan
"kalau begitu tak perlu kawatir, Raja mampu mengatasinya." ucap Hae Seok lalu mereka kembali kedalam untuk bergabung
_________________
Tidak terasa sudah sebulan mereka berada di padepokan, mereka juga ikut melatih diri mereka dengan guru yang sudah dipilihkan oleh tetua. Mereka menjadi murid resmi Gunung Seribu sekarang, yang mana ini taktik Hae Seok untuk mengasah lebih kemampuannya, agar bisa mengatasi musuh-musuh yang menyerangnya. Bo Ra juga akan mengikuti tes Tabib tiga hari lagi, ini di sarankan oleh para tabib padepokan, karena sayang sekali jika kemampuannya tidak memiliki pengakuan dari negeri ini. Bo Ra juga sudah menanyakan pada Hae Seok hal ini, dan disambut dengan senang, itu artinya malah lebih bagus jika Bo Ra mengikutinya. Yang kebetulan tes menjadi Tabib akan dilaksanakan di padepokan gunung seribu, calon tabib dari segala penjuru akan datang di padepokan, kemungkinan sehari sebelum mereka sudah sampai, apalagi gunung seribu tempatnya begitu jauh. dan belum ada Tabib wanita yang memiliki kemampuan lebih seperti Bo Ra, mereka rata-rata masih tabib tingkat 5.
Hari ini hari yang cukup cerah, Hae Seok mengajak Bo Ra untuk berkeliling, dipadepokan juga ada taman bunga, yang mana ini bukan bunga sembarangan, bunga ini dapat menyembuhkan penyakit, bentuknya juga begitu indah dan wangi. Udaranya masih begitu sejuk, dan rumput yang tumbuh dilapangan luas menyedapkan pandangan mata, pohon-pohon begitu rindang dan menjulang tinggi.
"apakah kau sudah siap untuk tes tabib?" tanya Hae Seok
"aku rasa sudah, aku merasa gugup, bagaimana kalau aku gagal, aku yakin banyak yang lebih hebat dariku diluar sana." ucap Bo Ra
"kau jangan merendahkan kemampuanmu, kamu pasti bisa." ucap Hae Seok dengan menatap Bo Ra pekat dan tersenyum begitu manis
Mereka masih bercanda gurau dan membicarakan hal yang menyenangkan yang pernah dialami Bo Ra. Tiba-tiba ada banyak kelopak bunga berjatuhan dari atas pohon, Bo Ra sangat menikmati suasana ini, tapi dia juga heran ini kan bukan pohon bunga, bagaimana ada bunga jatuh dari atas pohon ini. Saat Bo Ra mengalihkan pandangan ke Hae Seok, betapa terkejutnya Bo Ra melihat Hae Seok sedang membawa alat musik, dia duduk dan siap untuk memainkan musiknya. Lantunan musik ini begitu indah dan merdu, Bo Ra sangat menikmati ini dan sangat senang akhirnya bisa mendengarkan kemampuan Hae Seok dalam bermusik.
Dipejamkan matanya untuk mengikuti alunan musik yang dimainkan, saat Bo Ra membuka mata, Bo Ra begitu terkejut ada Da Eun yang membawa rangkaian besar bunga dan White membawa cincin diatas nampan yang dibuat dari akar dan dikelilingi bunga. Bunga dari atas pohon juga masih berjatuhan, ternyata ada Pengawa Lee diatas pohon. Bo Ra begitu terharu melihat hal ini.
"apa yang kalian lakukan?" tanya Bo Ra yang terlihat senang dengan menutup mulutnya dan matanya ikut berkaca-kaca
Lalu Hae Seok berhenti memainkan musiknya dan berjalan mendekati Bo Ra, lalu ia pegang tangannya lembut dengan penuh kasih dan sayang.
"aku tidak tahu harus berkata apa, kau bilang diduniamu banyak lelaki yang melamar wanitanya dengan hal ini. Maka aku buatkan ini untukmu." ucap Hae Seok yang membuat Bo Ra makin terharu
__ADS_1
"aku sangat mencintaimu, aku ingin kau selalu disisiku dan mendampingiku hingga akhir ajalku." ucap Hae Seok dengan menatap pekat Bo Ra
Bo Ra menitikkan air matanya karena bahagia, tidak disangka ia akan dilamar oleh Pangeran Hae Seok seperti ini. Namun ia teringat, dia adalah wanita dari masadepan, bagaimana jika nanti dewa mengembalikannya kemasa depan kembali, wajahnya menunduk mulai risau dengan hal ini.
"kau kenapa? apa kau tidak menyukainya?"tanya Hae Seok
"bukan begitu oppa, kau taukan posisiku disini bagaimana, kalau aku tiba-tiba kembali bagaimana oppa?" ucap Bo Ra menunduk
"aku tidak mempermasalahkan itu, aku tidak perduli kau berasal dari mana, aku tidak perduli bagaimana nantinya, yang kuinginkan hanya kau berada disisiku selama kau disini, kita akan menghabiskan waktu bersama berdua, aku akan melindungimu dan selalu menyayangimu bagaimanapun caranya." ucap Hae Seok lalu mengambil cincin yang terbuat dari anyaman bunga dan dimasukkan ke jari manis Bo Ra.
Bo Ra langsung memeluknya erat, seperti tidak ingin melepaskannya, dia tidak ingin kehilangan Hae Seok untuk kedua kalinya, dia sangat mencintai Hae Seok. Hae Seok membalas pelukan itu dengan erat pula. Da Eun, White dan Lee tersenyum bahagia melihat kebahagiaan ini.
Lalu Hae Seok mengambil bunga dari Da Eun dan diberikan pada Bo Ra.
"ini sangat cantik sekali, terimakasih oppa." Bo Ra kembali memeluk Hae Seok
Disatu sisi, dewa kematian melihat kejadian ini, hatinya terasa teriris perih melihat kemesraan Bo Ra dan Hae Seok. Tapi dia juga akan bahagia jika melihat Bo Ra bahagia. Lalu Dewa kematian menghilang untuk kembali ke negeri diatas awan.
#NEGERI DI ATAS AWAN
Dewa Kematian kembali ke negeri atas awan untuk memberi informasi bahwa Bo Ra menerima lamaran Pangeran Hae Seok. Dia datang dengan raut wajah yang sedih, lalu membungkukkan badannya memberi hormat pada dewa Langit.
"iyaa... aku sudah melihatnya tadi." ucap Dewa Langit yang sedang duduk disinggah sananya
"aku sebenarnya ingin sekali bertemu adikku Bo Ra." tambah Dewa Langit
"jika kau ingin, akan kupertemukan Dewa." jawab Dewa Kematian
__ADS_1
"aku hanya takut, dia mengingat semua hal tentang menjadi dewi Obat jika menemuiku." ucap Dewa Langit lagi
-BERSAMBUNG-