Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
TRIK GWIBIN


__ADS_3

#KERAJAAN MATAHARI


Sedangkan dikerajaan Matahari, Raja Matahari juga makin murka setelah mendapat kabar bahwa Pangeran Hae Seok akan menikah. Yang mana putrinya dulu telah ditolak secara mentah-mentah.


"segera hubungi pasukan Mata Merah, habisi mereka." ucap Raja matahari pada Putri Sae Yeon


"iyaa yang Mulia, aku juga sudah sangat benci pada mereka, ini adalah balasan mereka berani macam-macam terhadap kita." Jawab putri Sae Yeon percaya diri


Lalu dia menyuruh pengawal setianya untuk segera memberi kabar pada pasukan Mata merah, Pekan depan mereka akan bersiap untuk menghancurkan pernikahan itu. Terlihat penuh amarah didalam mata Putri Sae Yeon


____________


Mendengar kabar ini Bo Ra sangat bahagia, ia akan segera menikah dengan lelaki yang sangat ia sayangi, ini juga akan memudahkannya untuk menjaga Hae Seok hingga umur 35 tahun. Waktunya kini tinggal 9 tahun lagi dimana Hae Seok tepat berumur 35 tahun, namun Dewa Langit juga tidak mengetahui kapan kematiannya terjadi, Dewa hanya menyuruhnya untuk berhati-hati karena banyak yang mengincar nyawa Hae Seok, bisa jadi itu lebih cepat dari dugaannya. Bagaimanapun Bo Ra harus selali siaga disamping Hae Seok.


"apa kau begitu sangat senang. akan menikahi lelaki tersayagmu?" dewa kematian yang tiba-tiba muncul dihadapannya,


"tentu sajaa, ini akan memudahkanku untuk menjaganya." jawab Bo Ra dengan bahagia


"kau jangan terlalu percaya diri, ingat diluar sana banyak manusia yang mengincar nyawa Dewa Kebenaran." ucap Dewa Kematian


"terimakasih telah mengingatkanku, aku akan selalu hati-hati, dan kuharap kau akan terus membantu kami." ucap Bo Ra penuh harap


"tentu saja, kalian adalah sahabatku." jawab Dewa Kematian dengan tersenyum


Terdengar suara ketukan dipintu kamar Bo Ra, lalu Dewa Kematian segera menghilang.


"Da Eun, ada apa?" yang ternyata Da Eun memasuki kamarnya


"diluar ada selir raja Seok Jin ingin menemuimu, bagaimana ini?" tanya Da Eun khawatir yang mana dia sangat tahu sikap Selir itu bagaimana


"bagaimana apanya? suruh saja masuk, aku merasa senang jika banyak yang mengunjungiku seperti ini."


"tapiii dia..." ucapan Da Eun terpotong


"tidak apa-apa. aku bisa mengatasi itu. setelah dia masuk tolong buatkan kami teh ya." jawab Bo Ra, lalu Da Eun berjalan keluar memanggil Selir Raja

__ADS_1


"(berbisik) apa kau masih disini dewa kematian?" tanya Bo Ra


"iyaa aku masih disini. ada apa?" jawabnya


"apa yang harus kulakukan pada selir raja?"


"(menghela nafas panjang) bukankah kau sudah mendapatkan kekuatanmu kembali, coba gunakan itu saat kau melihatnya nanti, fokus saja, nanti kau akan tahu." jawab Dewa Kematian


"aghh iyaa aku lupa kalau aku seorang Dewi." ucap bo Ra dalam hati, dan masuklah perempuan paruh baya berjalan begitu anggun mendekatinya, lalu Bo Ra langsung memfokuskan dirinya untuk melihat apa tujuan Selir Raja menyambanginya.


Terlihat didalam pikirannya saat memfokuskan diri, dimata Selir Raja ada niat picik untuk Bo Ra, saat melihat itu Bo Ra menarik sudut bibirnya, dia tahu harus berbuat apa pada wanita ini. Wanita seperti ini enaknya di pancing terlebih dahulu, agar permainan menjadi menarik.


Bo Ra langsung berdiri membungkukkan badannya memberi hormat, dan mempersilahkan Selir Raja untuk duduk.


"sungguh sangat senang aku dikunjungi gwibin seperti ini." ucap Bo Ra dengan menunjukkan senyuman manisnya


Gwibin (panggilan Selir)


"tentu saja, aku harus menemui calon permaisuri putraku Hae Seok, bagaimanapun dia juga anakku." ucap Selir yang membuat Bo Ra merasa jijik mendengarnya


"aku membawakan teh herbal untukmu, ini untuk menambah stamina, karena sebentar lagi kau akan melakukan upacara pernikahan, maka kau harus menjaga kesehatanmu." ucap Selir, lalu Pelayan itu menuangkan teh didalam gelas kecil


"(berbicara dalam hati) untuk kesehatanku atau kau ingin membunuhku." gumam Bo Ra dengan senyuman malasnya


"minumlahh." sambil memberikan segelas teh itu pada Bo Ra


Diambilnya gelas itu, seperti ingin meminumnya. Terlihat wajah Selir sangat sumringah sekali, saat Bo Ra mengangkat gelas itu dan didekatkan di bibirnya. Lalu Bo Ra menurunkan gelasnya kembali.


"aku rasa tidak baik, jika hanya aku yang meminumnya." ucap Bo Ra dengan nada yang sopan namun ada maksud dalam pembicaraannya


"tidak apa-apa, aku sudah meminumnya setiap hari." jawab Selir dengan nada tenang


"tapi belum pernah minum bersama denganku." ucap Bo Ra


"pelayan, tolong ambilkan gelas untuk Selir juga." imbuh Bo Ra, akan tetapi pelayan itu hanya terdiam seperti takut, dia menoleh kearah selir lalu dianggukinya walaupun Selir Raja terlihat gemetar dengan ucapan Bo Ra

__ADS_1


Pelayan itu menuangkan kembali, kedalam gelas yang sudah diambilnya.


"mari Gwibin, kita minum bersama." Bo Ra mengangkat gelas itu dengan tenang, Sedangkan Selir Raja, tangannya mulai terlihat gemetaran memegang gelas teh itu, dan berfikir panjang saat ingin meminumnya.


Karena Selir Raja sudah mmeberikan ramuan obat tidur, agar bisa menculik Bo Ra dan dibunuh dihutan. Bo Ra semakin geli ingin ketawa melihat ini semua.


"kenapa kau belum meminumnya Gwibin? dan tanganmu kenapa gemetaran?" tanya Bo Ra yang membuat Selir Raja memasang senyum pasi


"jika Gwibin belum meminumnya aku tidak akan meminum juga." imbuh Bo Ra


"apa maksudmu?" tiba-tiba Selir Raja membanting gelasnya dan marah akan ucapan Bo Ra


"apa kau pikir aku akan meracunimu?"


"aku tidak bilang seperti itu Gwibin. kenapa kau bertanya seperti itu? apa teh herbal ini memang ada racunnya?" ucap Bo Ra pura-pura bodoh dengan memasang wajah mengejek namun membuat Selir Raja makin marah


"tidak kusangka, calon permaisuri Kerajaan Jangga sungguh tidak sopan." teriak Selir Raja yang langsung berdiri meninggalkan kamar Bo Ra


Melihat kepergian Selir Raja, Bo Ra tersenyum geli melihat kelakuannya. Ada-ada saja caranya untuk menghabisi orang lain.


"(menghela nafas panjang) aku tidak menyangka didunia ini sangat dipenuhi orang-orang jahat." gumam Bo Ra


___________________


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, istana sudah terlihat megah dengan berbagai dekorasi ala pernikahan, Bo Ra juga membantu mendesign dengan konsepnya yang diketahui dimasa modern, campuran tradisional dan modern design. Namun, dia tidak bisa mengganti pakaiannya karena pakaian itu sudah disiapkan dari kerajaan untuk calon permaisuri. Gaun berwarna merah, rasanya ada setengah kg beratnya+accessories yang digunakan juga sangat berat. Hingga untuk berjalanpun begitu susah, butuh banyak pelayan juga yang membantu untuk mengenakan pakaiannya.


"apakah belum selesai? banyak sekali lapisannya." rengek Bo Ra pada Da Eun dan pelayan lainnya


"sebentar lagi, bersabarlah." jawab Da Eun


"sanggulku begitu berat, ditambah pakaian ini, badanku terasa tidak kuat menopangnya." rengek Bo Ra lagi


-BERSAMBUNG-


__ADS_1


PENGAWAL LEE


__ADS_2