Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
HARIMAU PUTIH


__ADS_3

"iyaa oppa, tapi anehnya aku tidak merasa takut akan hal ini hanya merasa tidak nyaman saja, seperti aku sudah sering melihat kejadian seperti ini. dan aku juga tidak ada rasa ragu membunuh penjahat tadi." ucap Bo Ra yang bingung dengan dirinya sendiri


"lalu? dimana kamu mempelajari teknik seribu bayangan?" pertanyaan Hae Seok membuat Bo Ra kebingungan menjawabnya, tidak mungkin kan dia bilang ini bantuan dari Dewa Kematian, kebingungan itu diselamatkan oleh ucapan pengawal Lee.


"Maaf Pangeran, apa tidak sebaiknya kita menuju perguruan Gunung Seribu, untuk mencari perlindungan sementara ini." ajak Pengawal Lee


"baiklahh." jawab Hae Seok


"hiaa." menarik kudanya agar berjalan lebih cepat lagi menuju Gunung Seribu


Butuh waktu 2 hari untuk menuju perguruan Gunung Seribu, karena tempatnya berada diujung hutan. Bo Ra memeluk erat Hae Seok, agar tidak terjatuh, selama perjalanan Bo Ra meletakkan kepalanya dibahu belakang Hae Seok hingga tertidur. Melihat hal itu, Hae Seok menghentikan kudanya dan meminta Pengawal Lee untuk mencari akar agar bisa mengikat Bo Ra dipunggungnya. Dengan begitu, Hae Seok tidak perlu kawatir jika Bo Ra terjatuh. Sesekali Hae Seok menoleh melihat Bo Ra apakah dia baik-baik saja. Jantungnya mulai berdegub kencang lagi, melihat Bo Ra sedang memeluknya seperti ini.


Mereka sudah melewati setengah perjalanan, dan hanya berhenti untuk minum disungai dan mengambil buah-buahan atau menangkap hewan yang bisa dimakan. Hutan sudah mulai gelap dan Bo Ra sudah bangun dari tidurnya, dia terkejut karena situasi sudah gelap gulita dan badannya Susah digerakkan seperti diikat, tapi dia masih merasa diatas kuda.


"oppa.. oppaa". teriak Bo Ra kawatir yang membuat Hae Seok menghentikan kudanya


"kenapa? ada apa?" tanya Hae Seok kawatir


"apakah ini kau oppa?" ditepuk tepuknya punggung yang menempel dengan dirinya


"iya ini aku."


"(menarik nafas lega) lega sekali, aku pikir aku dibawa orang jahat, dan kenapa badanku diikat denganmu seperti ini? dan juga ini gelap sekali, aku sangat takut." ucap Bo Ra


"maafkan aku mengikatmu seperti ini, ini supaya kau tidak jatuh."


"baiklah, lebih baik kita istirahat terlebih dahulu, lagian hari sudah gelap." tambah Hae Seok yang kemudian pengawal Lee turun dari kudanya membantu melepaskan ikatan mereka berdua


Entah bagaimana, Bo Ra pun bingung, bagaimana bisa Hae Seok dan pengawal Lee melihat jalan hutan ini dengan jelas tanpa penerangan, padahal ini sangat gelap sekali pikirnya. Diapun tidak bisa melihat sama sekali, sangking gelapnya.


"ini karena mereka menggunkan teknik mata cahaya." tiba-tiba suara dewa kematian muncul


"aghh.. kau mengejutkanku." teriak Bo Ra yang sampai menggerakkan kepalanya tersentak


"maaf Nn. kalau saya mengejutkanmu." ucap Pengawal Lee yang sedang membuka ikatannya


"hhahahahahh." tawa Dewa Kematian

__ADS_1


Setelah ikatan terlepas, tanpa disuruh pengawal Lee membuat api unggun, untuk menghangatkan mereka malam ini. Terdengar suara disemak -semak dekat peristirahatan mereka, membuat mereka bertiga semakin waspada.


"berhati-hatilah, dibalik semak itu, ada harimau putih, tapi jika kamu bisa menaklukannya, akan sangat bagus." suara dewa kematian muncul lagi dan masih membuat Bo Ra terkejut


"bisaa tidak sih, tidak mengagetkanku." teriak Bo Ra kesal


"aku tidak mengagetkanmu, itu suara yang berada disemak-semak." jawab Hae Seok yang membuat Bo Ra begitu malu


"kau bodoh sekali Bo Ra, bukankah kemarin sudah kuajarkan ilmu batin, kau bisa menggunakannya untuk berbicara denganku, jadi tidak perlu mejawabku dengan lantang." ucap dewa Kematian


"haissh kenapa tidak bilang dari tadi." ucap Bo Ra dalam batinnya


"ehmm by the way, gimana cara mengendalikannya? " tanya Bo Ra


"jangan sok pake bahasa inggris." ucap Dewa Kematian


"hemm baiklah, bagaimana caranya?" ucap Bo Ra


"gunakan ilmu batinmu, harimau putih itu bukan harimau biasa, dia harimau langka dan memiliki kekuatan berkali-kali lipat dari harimau biasa, coba ajaklah berbicara dengan ilmu batinmu, fokuslah, dan ajak lah dia berbicara." jelas Dewa Kematian sedangkan pengawal Lee mulai bergerak untuk mendekati semak-semak itu.


"hentikan pengawalmu itu." ucap Dewa Kematian


"Ada apa?" tanya Hae Seok


"disemak-semak itu ada harimau putih." ucap Bo Ra


"bagaimana kau mengetahuinya? " tanya Hae Seok yang semakin bingung dengan Bo Ra


"aku akan mencoba berbicara dengannya." ucap Bo Ra


"heyy, dewa kematiann,, kau dimanaa? aku harus bicara apa? dan bagaimana membujuknya aku tidak tahu." ucap Bo Ra dalam batinnya tapi tidak direspon oleh dewa Kematian, jadi dia mencoba berfikir apa yang akan dia bicarakan dan mencoba untuk fokus.


Sedangkan harimau putih itu mendengarkan pembicaraan Bo Ra dengan Hae Seok dan pengawal Lee.


"bagaimana wanita itu bisa tahu, kalau akulah yang disini." ucap harimau putih itu dibalik semak semak


"berarti memang benar instingku untuk kemari, bahwa mereka ini bukanlah orang biasa." gumam harimau putih itu lagi

__ADS_1


Akhirnya Bo Ra mampu masuk kedalam fokusnya dan dapat mendengar gumaman dari harimau putih, hal ini membuatnya tersenyum yang membuat ide terlintas dipikirannya. Hae Seok dan pengawal Lee masih menatap Bo Ra yang sedang fokus dengan memejamkan matanya.


"tentu saja, aku tahu kaulah yang dibalik semak-semak itu." saut Bo Ra dalam batinnya untuk berbicara dengan harimau putih


"bagaimana mungkin kau bisa mendengarkan suaraku?" ucap Harimau Putih


"tentu saja, ini sesuai instingmu yang sangat tepat." ucap Bo Ra sedikit menyombongkan diri


"apa maumu mendekati kami?" tanya Bo Ra


"tidak ada niat lain hanya sekedar mengecek saja, siapa yang berani bermalam dihutan ini selarut ini." jawabnya


"apakah ini hutanmu? apa kami tidak boleh bermalam disini? baiklah kami akan pergi kalau tidak boleh." ucap Bo Ra yang mulai memancing harimau putih


"tunggu, bukan begitu. aku kemari mendekati kalian karena aku sedang mencari tuan yang akan kuikuti, aku lelah di cari orang-orang yang tidak memiliki ilmu tinggi dan hanya memanfaatkanku saja, ujung-ujungnya mereka mati melawanku." ucap harimau putih


"lalu? apa hubungannya dengan kami?" tanya Bo Ra pura-pura tidak paham


"aku tahu, kau begitu hebat, hingga mengetahui keberadaanku, jika diperkenankan aku ingin ikut denganmu." jawabnya


"apa untungnya untukku?" tanya Bo Ra yang sok menolak


"kau akan kulindungi hingga akhir hayatku, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu." ucap harimau putih


"jika kau berkenan, ambillah cincin yang ada diekorku dan simpanlah itu, itu sebagai bentuk perjanjian kita." tambahnya


"baiklah sekarang tunjukan dirimu." lalu harimau putih keluar dari semak-semak, dia terlihat sangat bersih putih suci, namun badannya begitu besar melebihi kuda mereka, hal ini sontan membuat Bo Ra terkejut sedangkan pengawal Lee langsung waspada memasang kuda-kuda.


"tidak perlu takut." ucap Bo Ra yang kemudian berjalan kearah ekor harimau mengambil cincin itu


"apa yang kau lakukan?" tanya Hae Seok


"sekarang harimau ini adalah peliharaanku." ucap Bo Ra dan kemudian Harimau itu menurunkan badannya membungkuk memberi hormat pada tuan barunya yaitu Bo Ra.


"terimakasih telah menerimaku." ucap Harimau putih lalu Bo Ra mengelus pelan kepala harimau itu


"baiklahh, sekarang kau akan kupanggil White." ucap Bo Ra pada harimau putih

__ADS_1


Sedangkan Hae Seok masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia makin tertarik dengan Bo Ra, kehebatannya semakin Lama semakin menarik dan menakjubkan, Hae Seok tidak menyangka menemukan wanita bertalenta seperti ini. Pengawal Lee juga sama terkejutnya, dia adalah murid perguruan tertinggi diabad ini, dia sangat tahu bagaimana sulitnya mencari hewan seperti ini, apalagi dapat menaklukkannya hanya dengan hitungan menit. Dia menjadi sangat kagum memiliki Nona yang begitu hebat.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2