
Setelah itu mereka segera bermalam dan dijaga oleh White (Harimau Putih). Matahari mulai terlihat menyapa, hembusan angin dipagi hari yang begitu menenangkan, hutan ini masih sepi dan jarang dilalui oleh penduduk, wajar saja masih banyak hewan buas ataupun hewan sakral seperti White. White masih tetap berjaga, tak lama dari itu Pengawal Lee bangun terlebih dahulu, dan langsung pergi mencari sarapan untuk pagi ini. Bo Ra dan Hae Seok masih terlihat pulas.
Tak mereka berdua sadari, mereka tidur bersampingan dan miring berhadapan, malah kini tangan Bo Ra berada dipinggang Hae Seok, mereka terlihat begitu serasi dan romantis, layaknya suami istri.
"(menghela nafas) aghh mataku ternodai pagi pagi begini." gumam White
Tak berselang lama, Bo Ra membuka matanya, dia langsung tersenyum, pertama kali yang ia lihat pagi ini adalah wajah Hae Seok. Dia malah makin menggerakan badannya lebih dekat dan memeluk Hae Seok erat. Hal ini membuat Hae Seok terbangun dan begitu kaget jika dirinya begitu dekat tidurnya dengan Bo Ra, lalu Bo Ra berpura-pura menutup matanya kembali.
Dilihatnya tangan Bo Ra berada dipinggannya, dan wajah mereka berdampingan hanya berjarak 5cm. Sontak membuat hati Hae Seok berdegub kencang, membuat wajah dan telinganya memerah. Dia bingung harus berbuat apa, dilihatnya sekeliling hanya ada White, sedangkan pengawal Lee tidak ada.
"apaa Lee melihatku tidur seperti ini tadi?" pikir Hae Seok malu, walaupun dalam hatinya senang
"sudahlah jangan berpura-pura tidur, lihatlah lelaki ini begitu gelisah." ucap White pada Bo Ra lewat batin mereka
"sshhtt diam saja, aku lagi menikmati pelukan hangatnya. kapan lagi coba bisa begini. hihihi." jawab Bo Ra
"dasarr wanita." ucap White
Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah mereka, membuat Hae Seok panik dan segera bangun dari tidurnya.
"aghh kauu Lee, dari mana saja kau?" tanya Hae Seok gelagapan
"saya habis berburu pangeran untuk sarapan kita pagi ini." jawab Lee
"haishh Lee mengacaukan suasana." gumam Bo Ra begitu kesal dan terpaksa bangun dari tidurr
"hoaamm (menguap) good morning everybody." ucap Bo Ra pada mereka semua, sontak mereka bingung dengan kata yang baru saja Bo Ra katakan
"aaaa maksudku selamat pagii. heehhe" tangkas Bo Ra cengengesan melihat mereka bingung
"wahh kau mendapatkan ayam Lee." ucap Bo Ra mengalihkan
"Iya Nn. ini buat sarapan kita pagi ini." jawab Lee
"apakah dihutan ini tidak ada tumbuhan bawang, cabe ataupun merica?" tanya Bo Ra
"aku tadi melihatnya Nn. akan kuambilkan." jawab Lee
__ADS_1
"thankyou Lee, ditunggu ya, aku akan memasak makanan yang lezat untuk kita." pengawal Lee membungkukkan badannya kemudian pergi dan Bo Ra meletakkan ayamnya diatas bara api
"oppa? kenapa kau diam saja?" dilihatnya Hae Seok masih terdiam kaku dengan wajah memerah mengingat kejadian tadi
"itu gara gara kelakuanmu tadi." saut White
"ishh diam lah." jawab Bo Ra
"oppa... oppaa ...oppaa." panggil Bo Ra dengan mengayunkan tangannya didepan wajah Hae Seok
"aghh iya.. Iyaa." jawab Hae Seok gelagapan
"bisakah kau bersihkan ayam ini?" tanya Bo Ra
"membersihkan ayam?"
"aghh aku lupaa kalau kau seorang pangeran oppa, baiklah aku akan membersihkannya sendiri." ucap Bo Ra kemudian ayam itu diambil oleh Hae Seok
"aku bisa melakukannya." jawab Hae Seok, karena dia tidak ingin terlihat lemah
"bisakah kau membantu white? ambil kayu kek, atau apa gituu." ucap Bo Ra
"(menghela nafas) aku juga kena." White kemudian pergi
Dilihatnya Hae Seok masih fokus membersihkan ayamnya, sepertinya dia terlihat jijik dan bingung, karena bau amis dari ayam, bagaimanapun Hae Seok selalu dilayani oleh pelayan, dia tidak pernah melakukan hal sendirian.
"oppa, apa kau belum selesai?" teriak Bo Ra
"sebentarr lagi." membuat Bo Ra mendekatinya
Bo Ra begitu kaget, karena ayamnya masih penuh dengan bulu, hanya beberapa bulu yang dicabutnya.
"Oh My God." ucap Bo Ra
"ha? " membuat Hae Seok menoleh kaget dan malu, karena Bo Ra berdiri dibelakangnya
Digelengkan kepalanya masih tidak percaya, dia benar-benar menyaksikan "the real of Pangeran" pikirnya, yang tidak pernah merasakan hidup dengan sendok baja, selalu ada dalam suapan sendok emas.
__ADS_1
"pangeran, apa yang kau lakukan?" Pengawal Lee datang dan kaget melihat Hae Seok memegang ayam
"biarkan aku saja yang membersihkan Pangeran." tambah Lee
"iyaa bersihkan ayam itu untukku Lee, berikan bahan itu padaku." mengambil bahan yang sudah dibawa Lee dan menghela nafasnya berulang kali tidak percaya
Hae Seok merasa sangat malu kali ini, dia tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya, jadi dia hanya berdiri didekat Lee membersihkan ayam itu yang tidak perlu waktu lama. White juga sudah kembali membawa banyak kayu bakar diatas punggungnya.
"wahhh kau cepat sekali membersihkannya Lee." ejek Bo Ra yang membuat Hae Seok tertunduk malu
Bo Ra menyiapkan Bumbu yang sudah ada, ditumbuk diatas batu didekat nya, lalu dioleskannya pada ayam yang sudah ditusuk dengan kayu. Lalu Pengawal Lee membakarnya, hingga terlihat kecoklatan. Setelah matang, mereka langsung menyantap ayam bakar buatan Bo Ra.
"wahh enak sekali ini Nn." ucap Lee yang baru pertama kali ini merasakan masakan Bo Ra
"sayang sekali kau tidak bisa mencicipi masakanku White." ucap Bo Ra
"aku bisaa." jawabnya yang kemudian ada sinar begitu terang di tubuh White, dia berubah menjadi sesosok lelaki yang begitu tampan
Mereka bertiga tercengang tidak percaya, jika White bisa merubah dirinya menjadi manusia.
"wahhh... kau tampan sekali white, aku tidak menyangka kau begitu tampan. kenapa tidak dari semalam kau merubah dirimu." ucap Bo Ra yang membuat Hae Seok cemburu karena memuji ketampanan White dan kemudian teringat soal tadi pagi yang mana White memandangi mereka berdua tidur berpelukan
Diberikannya sepotong ayam pada White, matanya terbelalak tidak percaya, dia baru kali ini merasakan masakan seperti ini, ini begitu enak pikirnya. Bo Ra tersenyum puas melihat semuanya menikmati hidangan ini. Selesai sarapan, mereka bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, diperkirakan sebelum gelap mereka sudah sampai di padepokan Gunung Seribu.
"Lee, aku ingin kau nanti memberi tahu orang padepokan untuk menganggapku orang biasa, layaknya murid gunung seribu, aku tidak ingin ada orang tahu, aku bersembunyi di padepokan Gunung seribu." ucap Hae Seok yang dibalas anggukan oleh Lee
"ohiya Lee, setelah kita sampai nanti, bisakah kau menjemput Da Eun, aku begitu kawatir padanya, dia sudah kuanggap seperti adikku." mohon Bo Ra pada Lee
"penuhi permintaannya." tambah Hae Seok
"baik Nn. pangeran." jawab Lee
"mulai sekarang, jangan panggil aku pangeran terlebih dahulu, panggil aku tuan saja." tambah Hae Seok
Mereka langsung menaiki kudanya, kini Lee tidak sendiri menunggangi kuda, tetapi bersama White. White mengeluh haruskah dia bersama Lee, sekuda bersama lelaki, membuatnya begitu risih pikirnya. tapi dia tidak punya pilihan lain, dia juga tidak bisa mengubah dirinya menjadi harimau jika ingin ikut kepadepokan.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1