Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga

Suamiku Ada Di Kerajaan Jangga
NEGERI DI ATAS AWAN


__ADS_3

Matahari sudah tepat diatas, ini saatnya untuk makan siang dan minum obat pikir Bo Ra. Dia memanggil pengawal Lee untuk kedapur melihat apakah makanan untuk pangeran sudah siap, dan pengawal Lee langsung menghilang secepat kilat didapur. kemudian kembali membawa semangkuk bubur untuk pangeran Hae Seok. Bo Ra membangunkannya pelan untuk memintanya segera makan siang dan minum obat.


"oppaa.. makan dulu ya, habis itu minum obat." pinta Bo Ra dan dibalas anggukan oleh Hae Seok. Hae Seok merasa senang diperhatikan seperti ini, perasaan sepi didalam dirinya kini mulai memudar semenjak Bo Ra disisinya. Entah kenapa Hae Seok belum pernah tertarik dengan wanita, kecuali dengan Bo Ra, rasanya dia sengaja menunggu Bo Ra datang padanya.


Suap demi suapan diberikan Bo Ra untuk Hae Seok. Hingga suapan terakhir tanpa sisa didalam mangkuk ini. Mata Hae Seok hanya tertuju pada Bo Ra tidak fokus pada bubur yang diberikan, hingga tidak terasa sudah habis dimakannya. Diberikannya air putih terlebih dahulu, lalu diberikan obat yang sudah diraciknya.


Bo Ra memanggil kedua pengawal untuk mengangkat kasur buatannya keatas dipan pangeran Hae Seok, dia tidak mau lelakinya kesakitan terus menerus.


"inikah kasur yang kau sebutkan?" tanya Hae Seok


"iyaa oppa, bagaimana? Apa kau menyukainya?"


"sangat menyukainya, ini begitu nyaman."


"lihatlah yungsik juga menyukainya." jawab Hae Seok dengan penuh suka dan Bo Ra tersenyum bahagia


"oppa, aku ingin kembali kekediamanku dulu, nanti aku kembali lagi, kau istirahatlah." dibalas anggukan oleh Hae Seok


"pengawal Lee Luu, tolong jaga pangeran dengan baik selama aku tidak disini." tambah Bo Ra


"lebih baik Lee ikut denganmu." ucap Hae Seok


"jangan kawatir oppa, aku tidak apa-apa, cuma sebentar saja." langsung meninggalkan kediaman Hae Seok, tetapi Hae Seok tetap menyuruh Lee untuk mengawasinya walau dari jarak jauh, dia tidak ingin Bo Ra terluka.


Setelah sampai dikediamannya, dia duduk diatas dipannya, berfikir bagaimana bisa masuk kedalam ruang putih kemarin, dewa kematian pun tidak memberitahu caranya. Di putar-putarnya bola itu, dan memancarkan cahaya yang begitu menyilaukan mata, hingga akhirnya dia berada di Ruang putih itu. Disana dewa kematian sudah berdiri menunggunya. Namun ruangannya kini berubah, interiornya makin klasik dan begitu bagus, seperti rumah di zaman Modern namun terlihat klasik dan kuno, megah sekali.


"ada apa kau kemari?" tanya dewa kematian

__ADS_1


"ehmm aku ingin menanyakan sesuatu padamu."


"kau bilang, kau adalah dewa kematian, tapi kenapa kau memintaku untuk menghentikan kematian Hae Seok oppa, bukankah kau bisa menghentikannya sendiri?" tanya Bo Ra penasaran


"ahhahahha kau pintar dan lucu sekali."


"benar aku dewa kematian, akan tetapi untuk masalah kematian Hae Seok, aku tidak bisa menyangkalnya, jika waktunya aku harus mencabut nyawanya." ucap dewa kematian


"maksudnya bagaimana?" tanya Bo Ra yang makin tidak paham


"ini sudah digariskan dari dewa langit, tugasku adalah mencabut nyawa manusia yang sudah dituliskan, aku tidak bisa mencegah itu, kecuali ada seseorang yang mengalihkan takdir itu sendiri."


"aku hanya bisa memberitahumu ini, dan kau berusahalah untuk membuat Hae Seok hidup. Buatlah orang yang membunuh Hae Seok mati terlebih dahulu, dan kau tidak perlu berhadapan denganku saat ajal Hae Seok tiba, jika kau bertemu denganku akan makin sulit bagimu untuk membantunya, kekuatanku lebih besar dari kekuatanmu." jelas dewa kematian


"baiklah aku paham." jawab Bo Ra


"aku harus mengumpulkan kekuatan untuk melawan putri Sae Yeon." ucap Bo Ra


"yang penting kau harus fokus saat berlatih, aku akan membimbingmu." ucap dewa kematian


"aku ingin berlatih dasarnya sekarang. Tolong arahkan aku." pinta Bo Ra


Berlatih selama berjam-jam disitu dengan bimbingan dewa kematian, karena kecerdasan Bo Ra dia mampu menguasai beberapa jurus dasar bela diri. Dan kembali ke kediamannya segera.


"terimakasih kau telah membantuku." ucap Bo Ra membungkukkan badannya dan ia sudah berada diruangannya


#Negeri di Atas Awan

__ADS_1


Negeri diatas awan dihuni oleh para dewa. Bangunannya lebih megah dari pada bangunan di zaman Modern, taman yang begitu luas dan rindang, banyak jenis buah-buahan yang bisa dinikmati oleh para dewa, bisa disebut ini adalah surga. Dewa sedang sibuk melakukan tugasnya masing-masing.


"hormat dewa langit." ucap dewa kematian dengan membungkuk


"apa kau sudah melakukan hukumanmu? " tanya dewa langit


"sudah dewa."


"jika kau tidak ikut campur masalah ini, aku tidak akan menghukummu seperti ini. Sampai kapan kau akan mencintai dewi obat, dia tak lain hanyalah manusia sekarang dan dia tidak pernah menyukaimu." ucap dewa langit


"maafkan hamba yang telah berani ikut campur dengan yang sudah kau gariskan." jawab dewa kematian


"sudahlah, sudah terlanjur. Hanya dengan cara itu, bisa mengembalikan semua seperti semula. Semoga saja dia bisa melakukan tugasnya dengan benar, dan kau akan terbebas dari hukuman ini." ucap dewa langit


"apakah mereka berdua tidak bisa kembali menjadi dewa kebenaran dan dewi obat?" tanya dewa kematian penuh harap


"ini tergantung dari mereka berdua." ucap dewa langit


#FLASBACK DI NEGERI ATAS AWAN


Beratus-ratus tahun dulu, Hae Seok adalah seorang Dewa Kebenaran dan Bo Ra adalah Dewi Obat. Mereka saat itu adalah sepasang kekasih di Negeri Atas Awan, semua dewa mengetahui betapa saling mencintainya mereka. Namun Dewa Kebenaran melakukan kesalahan yang begitu fatal saat itu, hingga membuat dewa Langit marah karena perbuatannya. Sehingga Dewa Kebenaran/Hae Seok dihukum menjadi seorang manusia dan ditakdirkan untuk mati 2x didunia, jika itu semua sudah dilakukannya, dalam jangka 100 tahun kemudian Hae Seok akan diangkat kembali menjadi Dewa Kebenaran. Ketika Hae Seok dihukum, masa lalunya sebagai dewa Kebenaran telah dihapus, jadi dia tidak mengingat apapun kecuali dirinya hanya lah seorang pangeran mahkota dan Hae Seok yang memiliki riwayat penyakit lemah jantung.


Saat Dewa Kebenaran dihukum dibumi, Dewi Obat yang tak lain Bo Ra selalu mengurung dirinya, dia tidak tega melihat kekasihnya dihukum seperti itu hingga merasakan mati 2x. Saat kematian pertama Dewa Kebenaran, dewi Obat menangis tersedu-sedu karena kekasihnya mengalami hal yang begitu berat atas hukumannya. Lalu Dewi Obat memohon pada kakaknya yang tak lain adalah Dewa Langit.


Dewi Obat/Bo Ra memohon untuk dilahirkan kembali sebagai manusia agar bisa hidup bersama kekasihnya di kehidupan kedua Hae Seok, hanya itu yang bisa ia lakukan. Dewa Langit tidak tega melihat kesedihan adiknya Dewi Obat hingga menurutinya dan dilahirkanlah kembali sebagai Kim Bo Ra, wanita terjenius dalam ilmu kedokteran. Seperti Dewa Kebenaran, Dewi obat/Bo Ra dihapus ingatannya saat menjadi manusia, hanya kasih sayang dan cintanya lah yang bisa mempertemukan mereka berdua didunia.


Hingga akhirnya mereka menikah di zaman Modern, namun tak berselang lama Hae Seok meninggal untuk kedua kalinya. Sebenarnya tinggal menunggu 100 tahun lagi agar Hae Seok kembali menjadi Dewa Kebenaran lagi dan Bo Ra akan langsung diangkat kembali menjadi Dewi Obat jika masa hidupnya didunia telah usai, bagaimanpun Dewi Obat tidak melakukan kesalahan, hanya menuruti kata hatinya dan cintanya.

__ADS_1


Tapi Dewa Kematian melakukan kesalahan, niat hati ingin mencabut nyawa Bo Ra agar segera kembali ke NegeriAwan karena tidak tega melihat Bo Ra begitu menderita dan tidak ingat apapun tentang masa lalunya sebagai Dewi Obat, malah salah membuat Bo Ra kembali ke masa lalu dan bertemu Hae Seok/Dewa Kebenaran sebagai Pangeran Mahkota. Karena hal ini, Hae Seok dan Bo Ra akan lebih lama untuk tinggal dibumi dan Dewa Kematian dihukum untuk membantu mereka agar segera kembali ke Langit. Jika Hae Seok merasakan kematian untuk ketiga kalinya, dia akan susah untuk kembali menjadi Dewa, maka dari itu Dewa Kematian meminta Bo Ra untuk merubah takdir ini.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2