
"maaf Raja, apa tidak sebaiknya diselidiki terlebih dahulu." jawab Bo Ra
"jika lelaki ini di bebaskan dan dia melakukan hal yang sama, lalu putraku meninggal, apa kau akan bertanggungjawab nantinya?" bentak Raja yang membuat Bo Ra meneteskan Air matanya, dia menajadi teringat suaminya meninggal saat itu, dan tidak ingin melihat pangeran Hae Seok didepan nya meninggalkannya
"hukum lelaki ini, diruang bawah tanah, jangan ada yang memberinya makan." perintah Raja yang langsung dilaksanakan oleh pengawal Lee dan Luu
Pangeran Hae Seok mulai membuka matanya dan memanggil nama Bo Ra. Bo Ra langsung beranjak mendekati pangeran Hae Seok dengan menangis.
"oppaa... kau sudahh sadarr, syukurlahh, aku sangat kawatir padamu, aku takut kau meninggalkanku lagi." ucap Bo Ra dengan menangis tersedu-sedu
"lihatlah aku tidak apa-apa, jangan kawatir." jawab Hae Seok tersenyum, Raja dan Ratu melihat pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, sepertinya putranya mencintai wanita ini.
Air matanya masih terus menetes melihat Hae Seok terluka seperti ini, dia makin bertekad untuk melindungi Hae Seok dari segala macam marabahaya. Melihat Bo Ra menangis tersedu-sedu akhirnya Hae Seok memberanikan dirinya untuk memeluk dan menepuk punggung Bo Ra pelan agar tidak menangis lagi. Semua orang yang didalam ruangan itu menatap kaget melihat apa yang dilakukan Pangerannya, biasanya ia sangat kaku, tapi kali ini Pangerannya begitu manis.
"ehmmm... ehmmmm...." kode Raja Seok Jin
"ternyata anak bunda sudah dewasa ya." ucap Ratu Hye Jin yang membuat Hae Seok sadar malu dan melepaskan pelukannya. Bo Ra juga sudah menjadi tenang.
"bagaimana keadaanmu?" tanya Raja
"aku sudah baikan ayahanda, tidak perlu kawatir." jawab Hae Seok
"syukurlah, jaga dirimu baik-baik." ucap Ratu
"Pengawal Lee dan Luu, jangan sampai kejadian ini terulang kembali." ucap Raja dibalas bungkukkan siap dari Lee dan Luu, lalu Raja meninggalkan ruangan dengan Ratu
"Da Eun tolong buatkan bubur untuk pangeran, dia belum sarapan." ucap Bo Ra yang dibalas anggukan oleh Da Eun
Kini tinggal mereka berdua didalam ruangan, yang lainnya menyiapkan makanan, sedangkan Lee dan Luu menjaga dari luar.
"kau harus istirahat terlebih dahulu, aku akan meracikkan obat lagi untuk kau minum nanti siang, supaya racun cobra itu cepat hilang." ucap Bo Ra
"racun cobra?" tanya Hae Seok sambil mengelus-elus Yungsik yang berada disampingnya.
"benar, aku tidak menyangka Putri Sae Yeon senekat ini padamu, dialah dari semua ini." ucap Bo Ra
__ADS_1
"bagaimana kau tahu ini ulah Putri Sae Yeon?" tanya Hae Seok lagi
"aku tidak bisa bilang kalo ini Info dari dewa kematian." pikirnya
"ehmm ini hanya argumen ku saja." ucap Bo Ra bohong
"oppa, bukankah dipan ini begitu keras untukmu?" tanya Bo Ra mengalihkan
"tidakkk, aku sudah terbiasa dengan ini."
"hemmm, tapi aku tidak begitu nyaman oppa, aku akan membuatkanmu kasur yang empuk, aku yakin kamu akan menyukainya." ucap Bo Ra
"kasur?"
"yapss kasur, terbuat dari tumbuhan kapas dihutan, yang digunakan untuk membuat kain juga." ucap Bo Ra menjelaskan
Lalu Da Eun memasuki ruangan dengan membawa semangkuk bubur dan nasi goreng kimchi untuk Bo Ra. bagaimanapun dia belum sarapan tadi pagi.
"kenapa ada nasigoreng? " tanya Bo Ra
"baiklahh.. aku ingin meminta tolong padamu untuk mencarikanku kapas sebanyak mungkin. Jangan tanya buat apa, kumpulkan saja." Da Eun menurutinya dan bergegas keluar kembali
Diambilnya semangkuk bubur yang sudah disiapkan. Bo Ra menyuapkan sesendok bubur pada Hae Seok tapi ditolaknya karena Bo Ra juga harus makan.
"oppa, aku sehat sekarang, yang sakit adalah kau, aku akan menyuapimu dulu, setelah itu aku berjanji akan segera makan." Hae Seok menurut apa yang diucapkan Bo Ra, dan menerima suapannya. Yungsik juga diberikan makanan Bo Ra dan bermain asyik sendiri.
"sekarang oppa istirahatlah." ucap Bo Ra
"kau segera makan."
"iya.. iyaa.. ini aku makan." mengambil sepiring nasi goreng kimchi untuk dimakannya, Hae Seok memperhatikan Bo Ra yang sedang makan, jantungnya berdegub begitu kencang saat bersama BoRa, benarkah ini perasaan cinta pikirnya.
"alat apa itu?" tanya Hae Seok menunjuk sikat gigi diatas meja
"ohiyaa aku hampir lupa (lalu berdiri mengambilnya) , ini namanya sikat gigi, aku merasa kurang cukup hanya menyikat gigiku dengan kayu dan berkumur dengan daun mint, jadi aku minta tolong sama pelayan untuk mencari bahan yang halus dan cocok untuk dibuat sikat gigi. Nah ini untukmu oppa." memberikannya pada Hae Seok dan diterimanya
__ADS_1
"bagaimana cara memakainya?" Bo Ra langsung memberikan contoh, dia mengambil dua gelas Air dan ember kayu
"ikuti caraku oppa, ini namanya pasta gigi, 1 hari yang lalu aku membuatnya." mencontohkannya dan diikuti oleh Hae Seok
"bagaimana rasanya setelah sikat gigi?" tanya Bo Ra
"mulutku terasa lebih segar." jawabnya dan Bo Ra menjadi tersenyum
"itu buatmu oppa dan ini pasta giginya, kalau habis tinggal bilang padaku. dipakai saat mandi, setelah makan dan sebelum tidur. tapi kalau setelah makan itu bisa tidak bisa iya, terserah oppa saja, yang terpenting saat bangun tidur/mandi dan sebelum tidur." direspon dengan anggukan
"bisakah kita buat lebih banyak? kita berikan pada Raja dan Ratu." ucap Hae Seok
"tentu saja oppa, setelah kau sembuh dan sehat, aku akan mengajakmu membuat sikat gigi dan pastanya."
"emm tapi oppa, aku berencana ingin.... ehh tidak jadi, oppa istirahatlah dulu, besok kita bahas lagi kalau oppa udah sembuh." ucap Bo Ra
"kau senang sekali yaa membuatku penasaran." sambil mencubit pipi Bo Ra sangking gemasnya
"hehhe istirahatlah, aku tidak ingin kau sakit, aku akan menunggumu disini." yang langsung dituruti Hae Seok, lalu merebahkan dirinya
Tak lama kemudian Da Eun mengetuk pintu telah membawa kapas begitu banyak, dilihatnya Hae Seok sudah terlelap, tapi Bo Ra tidak ingin meninggalkannya jadi dia membuat kasur didekat Hae Seok sekalian mengawasinya.
Da Eun juga ikut membantunya, pertama dia mengambil selimutnya yang begitu tebal dan dijahitnya, lalu dimasukkannya kedalam selimut tadi sampai padat, dan dijahit membentuk gembulan, setelah terlihat padat, Bo Ra menjahit ujungnya untuk ditutup kembali.
"Da Eun, kau sudah paham cara membuat kasurnya kan? " dibalas anggukan oleh Da Eun
"karena aku sedang menjaga Hae Seok oppa, aku minta tolong buatkan kasur untukku ya, kasur ini akan kuberikan pada Hae Seok oppa."
"siap Bo Ra, aku akan membuatnya untukmu." jawab Da Eun dengan senyuman
Hae Seok masih terlihat sangat lelap, dia tidak ingin membangunkannya. Jadi dia tiduran diatas kasur buatannya dengan memainkan HP nya dan membaca tentang sejarah abad ke 10 lagi, bagaimanapun dia harus membantu Hae Seok hidup lebih lama. Tiba-tiba Bo Ra teringat satu hal.
"bukankah yang kutemui semalam dewa kematian? berarti dia yang mencabut nyawa seseorang dong? lalu kenapa aku harus bersusah payah?" pikir Bo Ra, dia harus segera menemuinya pikirnya
-BERSAMBUNG-
__ADS_1