
"heyy kau berhenti." teriak murid songong itu pada Hae Seok, namun Hae Seok tidak menggubrisnya dan tetap berjalan
"wahhh... dia mau cari gara-gara sama kita." ucap mereka, langsung berjalan menghadang lagi membuat Hae Seok berhenti dan mentap tajam pada mereka
"kau murid baru disini berani menatapku seperti itu, orang baru yang masuk kepadepokan ini harus menghadapi kita terlebih dahulu." ucap murid itu lagi
Hae Seok masih diam saja tidak mau meladeni bocah tengik seperti ini pikirnya
"wahhh... dia benar-benar cari mati." ucap mereka sambil menunjuk-nunjuk, hal ini yang sangat tidak disukai Hae Seok, yaitu ditunjuk, berasa dirinya sangat dijatuhkan dan diremehkan tapi dia masih menahannya, karena tidak mau mencari masalah dan melangkah pergi
"ternyata murid baru ini tidak punya nyali, alias pengecut. hahhaahah." ucap mereka dengan tertawa mengejek, kini amarah Hae Seok sudah tidak bisa dibendung lagi
"apa maksudmu? aku malas sekali berurusan dengan kalian, yang hanya suka menindas." ucap Hae Seok ketus
"wahhh benar dia memang pengecut. hahahahah. " ejek mereka lagi
"apa untungnya aku meladeni bocah tengik seperti kalian."
"jika kau menang kami akan menuruti semua kemauanmu, tapi jika kau kalah, kau akan jadi pesuruh kita selamanya." ucap mereka dengan sombong
"baiklahhh, berarti aku tidak harus membunuh mu kan?" ucap Hae Seok yang sudah semakin kesal
Tiga murid itu sudah sangat kesal dengan jawaban Hae Seok dan langsung menyerangnya bertubi-tubi namun bisa dihindari oleh Hae seok.
"sudah main keroyokan dan hanya ini kemampuan kalian. ciiihhhhh." ucap Hae Seok meremehkan
Sebagian para murid yang diluar melihat pertarungan ini lagi, mereka berharap jika trio onar bakal kalah dan tidak akan merundung mereka lagi ataupun murid baru yang datang. Sedangkan Tetua Cha yang melihat pertarungan ini hanya terdiam saja, karena Tetua cha yakin trio songong itu bakal kalah, walaupun trio songong itu sudah dilevel tertinggi namun cara bertarung mereka masih sangat lemah, dan belum memiliki prestasi apapun. Bo Ra yang mendengar keriuhan ini juga segera keluar melihat apa yang terjadi. dan sudah ada White juga diluar yang sedang menyaksikan.
"white, ada apa dengan oppaku?" tanya Bo Ra kawatir
__ADS_1
"dia diremehkan oleh murid-murid itu." jawab White
"wahhh kurang ajar mereka, aku harus membantu oppa." ucap Bo Ra yang dicegah oleh White, karena ini soal harga diri, biarlah Hae Seok yang menyelesaikannya sendiri.
Hae Seok dan Trio onar masih bertarung yang selalu dihindari oleh Hae Seok, dia belum menyerang sama sekali, melihat kemampuan bertiga sampai mana dan bagaimana cara mereka menyerang. Hae Seok mengangkat ujung satu bibir nya, tanda meremehkan kekuatan mereka bertiga, yang tidak ada tandingannya sama sekali, gegabah dalam menyerang dan hanya tersulut emosi. Kini saatnya Hae Seok akan memberi pelajaran mereka bertiga supaya tidak semena-mena terhadap orang lain.
Trio onar sudah mengeluarkan jurus yang mereka kuasai namun Hae Seok masih tetap mengelak dan tidak bergeming, seolaholah itu hanya ilmu yang rendah.
"boss, sepertinya yang kita lawan sangat ahli beladiri." ucap salah satu trio itu
"aghhh terserah, kita harus tetap mengalahkannya." jawab bossnya
"hey... kenapa kau menghindar terus, tidak bisakah tunjukan kekuatanmu, jangan menjadi seorang pengecut." ucap boss trio
"baiklah jika itu mau kalian." jawab Hae Seok dengan santai
Digunakannya lah ilmu pengendali tanah, yang membuat tanah itu berat, seperti menyedot mereka bertiga kedalam, hingga kaki mereka seperti tertancap diatas tanah, tidak bisa menggerakkan kakinya. Digunakannya seluruh kekuatan mereka, namun tetap saja mereka tidak bisa keluar. Lalu Hae Seok mendekati mereka.
"aaiyaa aku hampir lupa, kau perlu menepati janjimu, tapi tidak menjadi pesuruhku, melainkan pesuruh padepokan ini dan murid yang ada disini, biar kau tau sikap saling menghormati." tambah Hae Seok kemudian pergi
Hal ini membuat mereka kesal dan menyerang Hae Seok dari belakang saat meninggalkan mereka. Tapi diluar dugaan, Hae Seok mengetahui serangan itu, membalikkan badan lalu menangkis serangan mereka dan dibalikkannya kepada mereka, yang membuat mereka terpental hingga memuntahkan darah.
"ini pelajaran buat kalian yang beraninya menyerangku dari belakang." ucap Hae Seok yang kemudian melangkah pergi mendekati Bo Ra yang melihatnya didepan kediamannya
Trio Onar itu masih tergeletak lemas dan malu karena sudah kalah melawan Hae Seok. Mereka juga begitu kesal dan marah pada Hae Seok, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun, jika melawan lagi mereka bisa mati, untuk saat ini mereka harus memendamnya pikirnya. Hal ini belum membuat mereka kapok untuk merundung orang lain, malah memiliki dendam lagi terhadap Hae Seok.
"apa kau baik-baik saja oppa?" Bo Ra berlari mendekatinya
"aku baik-baik saja. ayo kita masuk kedalam." ucap Hae Seok
__ADS_1
Mereka duduk di teras/pelataran kediamannya, yang sudah disiapkan kursi dan meja disana, sedangkan White memilih untuk berkeliling padepokan, melihat kegiatan yang dilakukan, karena tenaganya kini sudah pulih.
"benar yang kau kawatirkan, sepertinya anak yang kau operasi tadi mencuri ramuan pelumpuh itu dipadepokan, karena yang memiliki ramuan itu hanya guru-guru dipadepokan, belum disebarluaskan pada murid Gunung Seribu." ucap Hae Seok
"ada sajaa kelakuan murid disini, lalu bagaimana oppa? aku takut masih ada murid lain yang memilikinya, aku takut kalau White akan terluka lagi." ucap Bo Ra dengan menunduk
"(dipegangnya kedua pundak Bo Ra) kau tenang saja, bagaimanapun White adalah peliharaanmu dan sudah menyatu dengan dirimu, kita akan membantunya dan dia akan baik-baik saja, lagipula dimanapun dia berada akan menghadapi banyak pendekar yang berilmu tinggi, kau tahu kan White adalah hewan sakral, dia sangat kuat, dia tidak akan terluka lagi begitu saja." ucap Hae Seok meyakinkan
"aku hampir lupa, mereka sebenarnya tidak bisa menganggu White jika sudah dimiliki oranglain, pendekar tertinggi pasti tau itu, hanya saja yang dihadapinya tadi masih murid yang terlalu berambisi, dia tidak tahu mana hewan sakral yang harus dimiliki dan mana yang tidak. itu sebabnya ramuan pelumpuh tidak bisa dipegang sembarang orang dan tidak bisa asal digunakan." tambahnya
"jadi kalau hewan sakral sudah memiliki tuan, dia tidak bisa diganggu?" tanya Bo Ra
"kurang lebih begitu, kecuali mereka sedang saling menyerang/bertarung." jelas Hae Seok
"yaa aku paham sekarang." jawab Bo Ra
#KEESOKAN HARINYA
Pengawal lee dan Da Eun sudah sampai di padepokan. Bo Ra sangat senang dengan kedatangan mereka, yang mana langsung memeluk Da Eun dan memeluk Yungsik anjingnya Hae Seok.
"apa kau baik-baik saja Bo Ra?" tanya Da Eun yang terlihat kawatir namun senang bisa bersama Bo Ra kembali
"aku baik-baik saja. Kamu baik-baik saja kan?" yang dibalas anggukan oleh Da Eun
"bagaimana perjalanan kalian, lancar kan?" tanya Bo Ra lagi
"iyaa Bo Ra, aku sangat senang bisa kesini dengan diajak terbang oleh pengawal Lee." ucap Da Eun malu-malu,
Bo Ra yang melihat itu menjadi tersenyum bahagia, sepertinya temannya sedang jatuh cinta.
__ADS_1
"diaa siapa Bo Ra?" mata Da Eun yang mengarah pada White
-BERSAMBUNG-