
Pintu kediaman Bo Ra terbuka, Da Eun memasuki kamarnya seperti biasanya kalau pagi ia yang akan menyiapkan semua keperluan Bo Ra.
"kau sudah bangun?" dijawab anggukan oleh Bo Ra
"ini sikat gigi yang kau minta." diberikannya pada Bo Ra
"wahh ini bagus sekali, syukurlah kalian bisa mencari bahannya, terimakasihh Da Eun ku." melihat kedua sikat gigi itu, yang satunya akan ia berikan pada Hae Seok
"aku akan menyiapkan air hangat untukmu."
"aku ingin mandi air dingin saja." Da Eun langsung menuruti permintaan Bo Ra
"Lee apa kau akan tetap disitu, aku mau mandi. " yang membuat pengawal Lee kelabakan dari tempatnya untuk menjaga Bo Ra dan segera turun menghadapnya
"maafkan saya Nn. saya tidak bermaksud.... " ucap Pengawal terpotong
"siapa dia Bo Ra?" tanya Da Eun yang bingung, kenapa bisa ada laki-laki disini
"oh iya aku lupa memperkenalkan padamu, dia pengawal Lee yang di minta Hae Seok oppa untuk menjagaku." Da Eun mengangguk paham
Lalu Da Eun segera mempersiapkan air dan pengawal Lee menjaga dari luar. Setelah siap Bo Ra beranjak untuk mandi serta mengambil pasta gigi yang sudah ia buat, dia begitu senang akhirnya bisa menggosok giginya. Tidak perlu lama-lama untuk mandi pikir Bo Ra, dia kembali untuk berdandan dan dibantu oleh Da Eun.
"setelah ini aku mau kedapur, mau melihat mereka masak apa untuk pagi ini, dan setelah itu ke kediaman Hae Seok oppa, aku ingin sarapan bersamanya, lalu memberikan sikat gigi ini serta aku mau bilang sesuatu padanya."
"tidak perlu Bo Ra, juru masak sedang memasak nasi goreng kimchi dan ayam goreng untukmu dan pangeran, lalu pagi ini kasim kedapur meminta juru masak untuk membuatkan Suundae (sup sosis darah) buat Raja dan Ratu." ucap Da Eun
"benarkah? aku ikut senang Raja dan Ratu menyukainya, ya sudah aku mau kekediaman Hae Seok oppa, tolong bawakan sarapan untukku juga, setelah itu datanglah kepenjahit kerajaan tanyakan soal kelambu, kalau sudah siap kita bawa kepasar untuk diperjual belikan dengan harga terjangkau." jelas Daeun dan mereka langsung pergi kearah masing-masing
Setelah didepan kediaman Hae Seok, Bo Ra mengetuk pintunya apakah diperbolehkan untuk memasuki ruangannya, terdengar suara Hae Seok begitu serak memperbolehkannya. Membuka pintu dan langsung berlari kearah Hae Seok yang tergeletak dilantai begitu lemas dan Yungsik anjingnya berada disamping Hae Seok, menjilat-jilat supaya segera bangun. Bo Ra memegang dahi Hae Seok tidak panas, namun bibirnya membiru, disitu juga tergeletak gelas yang sepertinya dia baru saja memakainya, dicium gelas itu tercium aroma racun yang mematikan.
"oppa sadarlah, oppa.. oppaa.." teriak Bo Ra lalu membantunya ke atas dipan kayu milik Hae Seok yang membuat pengawal Lee dan Luu masuk kekediaman Hae Seok, serta Yungsik tetap mengikuti dan mendekati Hae Seok.
"kau dari mana saja, kenapa oppa bisa begini? " bentak Bo Ra pada pengawal Lee yang membungkuk meminta maaf, dia juga terlihat kawatir melihat pangerannya sekarat
Tiba-tiba terdengar suara ditelinga Bo Ra.
__ADS_1
"lelakimu itu terkena racun cobra, ini adalah ulah Putri Sae Yeon." suara Dewa kematian yang kemudian hilang
"keparat." teriak Bo Ra
"maafkan hamba Nn. telah lalai menjaga pangeran." ucap pengawal Luu yang merasa dirinya dibentak oleh Bo Ra
"cepat ambilkan aku minyak kelapa, kunyit, madu dan segelas Air panas. cepatttt." pinta Bo Ra yang sudah terlihat sangat emosi
Didepan pintu sudah ada Da Eun dan pelayan lainnya yang membawa sarapan terlihat bingung melihat pengawal Pangeran pergi terburu-terburu.
"Bo Ra, ada apa dengan pangeran?" tanya Da Eun
"cari orang yang telah membawakan teh racun ini pada pangeran." teriak Bo Ra
"baiklahh." ucap Da Eun yang langsung menurutinya dan meminta bantuan prajurit kerajaan untuk mencarinya
Kabar Pangeran teracuni terdengar oleh Raja dan Ratu, mereka sangat kawatir dan langsung pergi melihat Putranya. Sedangkan selir Raja dan putranya terlihat begitu bahagia.
"ternyata musuh pangeran pertama, bukan hanya kita ibunda." ucap Pangeran kedua Jang Woo
_________
Pengawal Luu sudah kembali ke kediaman Pangeran dan ditemani pangeran Lee membawa bahan obat yang diminta Bo Ra. Bo Ra langsung meminumkan minyak kelapa itu pada Hae Seok dan menyuruh pengawal Luu untuk menumbuk kunyit itu, sedangkan pengawal Lee diminta Bo Ra untuk mencari orang yang membawa teh ini. Setelah ditumbuk Bo Ra mencampurnya dengan Air hangat dan madu, kemudian diminumkan pada Hae Seok. Mulut Pangeran sudah berangsur tidak membiru, sedangkan Bo Ra terus meracik obat lainnya. Raja dan Ratu sudah sampai dikediaman Pangeran Hae Seok.
"Ada apa dengan putraku? panggil tabib segera." teriak Raja Seok Jin yang terlihat kawatir sedangkan Ratu langsung berlari kearah pangeran
"putrakuu, bangunlahh nakk. kenapa kau seperti ini?" ucap Ratu Hye Jin
"Maaf Ratu, pangeran terkena racun cobra yang dicampur kedalam minumannya." ucap Pengawal Luu
"siapa yang berani melakukann ini" ucap Ratu sambil menoleh noleh dan melihat Bo Ra
"bukankah kau kepala koki diistana ini? apa kau yang telah meracuni putraku." teriak Ratu yang membuat Bo Ra terhenti menumbuk obat-obatannya, dia tidak ingin tersulut emosi membantah Ratu Hye Jin, bagaimanapun dia harus menghormatinya.
Tabib memasuki kediaman dan langsung memeriksa keadaan pangeran, denyut nadinya sudah membaik dan tidak dalam masa kritis. Tabib melihat mangkuk yang berisi minuman kunyit, ini berarti racunnya sudah di netralisirkan.
__ADS_1
"bagaimana keadaan putraku tabib? " tanya Ratu dan Raja
"Pangeran sudah baik saja-saja, untung saja langsung diberi minuman kunyit ini." ucap Tabib
"setahu saya belum banyak yang tahu penangkal racun cobra, kecuali Tabib yang sudah memiliki bintang 10 (gelar tertinggi untuk seorang tabib)." tambah Tabib
"mohon ijin menjawab Raja Ratu, Nn. Bo Ra lah yang menyuruhku untuk mengambil semua bahan ini dan dia yang mengobati pangeran." ucap pengawal Luu dengan membungkuk
"apakah kau seorang Tabib bintang 10?" tanya Tabib penasaran
"aku hanyalah kepala koki kerajaan, tabib." jawab Bo Ra
Ratu Hye Jin merasa bersalah pada Bo Ra dan mengucapkan terimakasih, begitupun Raja Seok Jin yang berjanji akan memberikannya hadiah, tapi Bo Ra menolaknya.
"ini memang sudah tugas ku menjaga Pangeran Hae Seok." ucap Bo Ra yang membuat Raja dan Ratu kaget, Jika Bo Ra mengetahui nama dari putranya. Raja semakin penasaran dan tertarik dengannya, seberapa dekat Bo Ra dengan putranya Hae Seok.
Pengawal Lee memasuki kediaman Pangeran dengan membawa seorang yang menyamar menjadi pelayan yang tidak dikenal dan mencurigakan saat proses pencarian, dan memang dia yang sudah memberikan racun pada minuman Pangeran Hae Seok.
"Hormat yang mulia Raja dan Ratu, dia adalah orang yang telah meracuni Pangeran." ucap pengawal Lee
"maafkan hamba Raja, hamba hanya seorang petani miskin yang diberikan imbalan oleh seseorang." ucap petani itu memohon ketakutan
"berani-beraninya kauu... siapa yang menyuruhmu? " bentak Raja
"ampun Raja, hamba tidak tahu, orang itu memakai tudung dan wajahnya ditutup oleh kain hitam." ucap petani itu takut
"hukum mati orang biadab ini." perintah Raja
"ampunn Raja, mohon ampuni hambaa, hamba hanya ingin menghidupi keluarga hamba." petani itu masih bersujud memohon
"maaf yang mulia Raja, tidak bisakah kau ganti hukumannya, petani ini hanya mencoba untuk mencari uang untuk keluarganya." ucap Bo Ra yang kasihan melihat petani itu
"apa kau percaya dengan ucapannya? banyak orang yang memohon seperti ini supaya dibebaskan." ucap Raja marah
-BERSAMBUNG-
__ADS_1