
Bo Ra dan Dong Wook menunggangi White bersama, langkahnya yang begitu cepat, hingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai dikerajaan Matahari. 1km dari lokasi, mereka turun dari punggung White dan langsung merubah dirinya menjadi manusia.
"bukankah kau yang menemani Bo Ra saat tes? " tanya Dong Wook saat melihat White merubah dirinya
"aaa iyaa aku ingat, kau orang aneh dan dingin mendekati nonaku, terus pergi begitu saja." jawab White ketus
"wahhhh aku tidak menyangka bertemu orang hebat." ucap Dong wook bertakjub kagum, dia berfikir akankah kekuatan Bo Ra sama dengan ketua pasukan merah pikirnya, hingga sifat dinginnya menjadi hilang saat dia merasa sudah dekat dengan orang itu.
"sudahlahh.. ayoo segera kesana." ucap Bo Ra, lalu mereka berjalan pelan mengendap-endap agar bisa lebih dekat dengan markas mereka.
#DIDALAM MARKAS
Hae Seok dan Lee diikat sangat kuat didalam markas, putri sae yeon juga sudah berada didalam markas itu sendiri. Tertawa dengan nada begitu puas melihat Hae Seok lemah didepannya.
"hhhhhhhhhhh..... akhirnya kau ada dipelukanku pangeran." ucap Sae Yeon
"cihhhhh.... meskipun seperti ini, aku tidak akan pernah berada dipelukanmu." jawab Hae Seok ketus
"baiklahhh jika kau masih menolakku, aku akan membunuh wanita kesayanganmu." ancam Sae Yeon
"bawa masuk wanita itu." teriak Sae Yeon lalu Dong Wook membawa masuk Bo Ra dengan pisau dilehernya, melihat itu Hae Seok begitu marah menggerakkan badannya ingin melepaskan dari ikatannya.
"lepaskaaannn diaaa!!!!" teriakk Hae Seok dengan penuh emosi
Saat Hae Seok masih marah, dan semua tertuju pada Hae Seok, Bo Ra memberi tanda pada Lee bahwa dia tidak apa-apa, Bo Ra meminta untuk menenangkan Hae Seok dan melakukan penyerangan seperti yang diisyaratkan Bo Ra.
Yapp ini adalah rencana Bo Ra, dia sengaja pura-pura menjadi tawanan Mata Merah yang sudah ditangkap oleh Dong Wook, dengan ini Bo Ra dan Dong Wook bisa masuk kedalam markas, sedangkan White sudah bersiaga dari luar untuk melakukan penyerangan juga.
__ADS_1
Lee memberi arahan pada Hae Seok dengan membisikkan isyarat yang diberikan Bo Ra. Rencana Bo Ra adalah untuk menyingkirkan Putri Sae Yeon segera, dengan begitu nyawa Hae Seok tidak terancam lagi. Bo Ra juga meminta Dong wook untuk lebih dekat dengan Putri Sae Yeon agar dia mudah menyergapnya.
Diberikannya isyarat lagi, akan memulai misinya, Dong Wook langsung melepaskan Bo Ra lalu berlari seperti angin kearah Hae Seok dan Lee untuk melepaskan ikatan. Sedangkan Bo Ra, dengan kekuatan kilatnya dia sudah mencengkram Putri Sae Yeon dengan pisau dilehernya.
"apa yang kau lakukan?" teriak Sae Yeon marah
"serangg mereka." teriak Sae Yeon pada pasukan mata merah
"melangkah sedikit saja, akan langsung kugoreskan pisau ini." ucap Bo Ra dengan nada tinggi
Kini Lee dan Hae Seok juga sudah bersikap siaga untuk menyerang pasukan mata merah, sedangkan White sudah mulai menyerang pasukan diluar markas.
"kurang ajar, ternyata kau mata-mata kami." teriak salah satu pasukan mata merah terhadap Dong Wook
Bo Ra menganggukkan kepalanya tanda untuk segera menyerang, tanpa pikir panjang lagi Bo Ra menggoreskan pisaunya pada leher Sae Yeon begitu dalam, yang membuat darah mengucur deras, Sae Yeon langsung tergeletak lemas.
"keparatt kauu, lihat sajaa akan ada pembalasan dari orangku karna kau telah membunuhku." ucap Sae Yeon terbata-bata lalu dia sudah tidak sadarkan diri lagi
#NEGERI ATAS AWAN
Dewa Langit dan Dewa Kematian menyaksikan pertempuran dan taktik yang digunakan oleh Bo Ra. Saat Bo Ra mampu membunuh Putri sae Yeon, Dewa Kematian terlihat senang Bo Ra mampu melakukan misinya, namun Dewa Langit masih terlihat kawatir.
"kenapa kau terlihat kawatir dewa?" tanya Dewa Kematian
"apa kau tidak melihat mata Putri Sae Yeon penuh kebencian dan kedendaman, kau tahu bukan? ini sebenarnya bukan takdirnya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika dewa menjadi ikut campur tentang takdir." ucap Dewa Langit risau
"apa maksudmu? bukankah ini memang kesalahan, bukankah dunia ini hanya kesalahanku? karenaku Dewa Kebenaran menjalani kehidupan manusia ketiga kalinya." ucap Dewa Kematian
__ADS_1
"tapi kau harus ingat, walaupun ini kesalahan, perubahan ini dapat mempengaruhi masa depan. Dewa Kebenaran belum berumur 35 tahun, namun Dewi Obat sudah mampu membunuh Putri Sae Yeon. Kau juga tahu jika Dewa Kebenaran bisa kembali kelangit saat umur 35 tahun, jika ini lebih cepat dari yang diduga, aku tidak tahu bagaimana kedepannya." jelas Dewa Langit yang begitu rumit
"aku tidak paham apa yang kau ucapkan." jawab Dewa Kematian
_____________
Penyerangan masih dilakukan, hingga seluruh pasukan mata merah di markas ini lenyap tanpa sisa. Melihat kemampuan Bo Ra yang sekarang, Hae Seok dan lainnya makin tercengang, seperti bukan Bo Ra yang ditemuinya pertama kali. Tingkat Beladiri Bo Ra sepertinya sudah melebihi mereka semua, yang mana Bo Ra mampu membunuh 10 orang sekaligus yang berada didepannya. Hampir 15 menit mereka berperang, dan akhirnya seluruh pasukan mata merah gugur semua. Setelah itu Bo Ra berlari kearah Hae Seok menangis, takut jika ada luka pada Hae seok. Meskipun dia sangat ahli beladiri sekarang, sikap manja, cengengnya masih ada.
"oppa, gwenchana? apa kau baik-baik saja?" tanya Bo Ra dengan berlari dan langsung memeluknya eratt
"hemmm... na gwenchana. aku baik-baik saja." membalas pelukan erat Bo Ra dan menepuk pundaknya
"terimakasih kau telah membebaskanku." imbuh Hae Seok lalu mereka melepaskan pelukan itu yang mana saling tatap
"lain kali jangan pertaruhkan nyawamu seperti ini yaa." ucap hae Seok sambil menghapus air mata yang jatuh membasahi pipi Bo Ra lalu Hae Seok terkejut
"ada apa? ada apa oppa?" tanya Bo Ra kawatir dengan menoleh kebelakang kesamping
"(merenges) wajahmu jadi belepotan darah karena tanganku menyentuhmu." jawab Hae Seok
"aa oppaa." ucap Bo Ra dengan manja lalu mengusapkan wajahnya di dada Hae Seok
"gimana udah bersih?" tanya Bo Ra dan dibalas anggukan
"kemampuan mu sangat luar biasa dalam beladiri." cletuk Dong Wook yang dari tadi hanya menjadi patung melihat keromantisan Bo Ra dan Hae Seok
"aku?" tanya Bo Ra
__ADS_1
"iyaa kauu, siapa lagi. Kekuatan yang paling besar disini hanya kau dan harimau mu itu." puji Dong Wook
-BERSAMBUNG-