
"Kalau kamu ingin main diluar silahkan saja." kata Wilda pada Angela.
" Enggak. Aku mau disini saja.!" kata Angela karena dia tidak memiliki uang sama sekali dan hidupnya bergantung pada Wilda.
" Kenapa.? Nggak punya duit.?" tanya Wilda bingung membuat Angela malu.
" Iya lah. Kan aku udah bilang kemarin malam kalau kartu ATM ku disita papaku." jujur Angela.
" Oh... baguslah. Akhirnya papa kamu sadar...." kata Wilda.
" Kamu ini ngomong apaan sih... Kamu seneng ngelihat aku menderita.?" tanya Angela yang hampir menangis.
" Eh..? Kenapa marah-marah.? kan cuma diambil kartu ATM saja... ya... paling enggak sih kamu masih ada aku untuk menampung kamu...." kata Wilda malah teringat dulu saat dia tidak punya siapa-siapa tersesat didalam hutan saat kecil.
" Kamu ngejek aku.?" tanya Angela tambah kesal.
" Siapa yang ngejek. Kamu mau nggak aku ceritain pengalaman aku... Dulu saat masih kecil aku pernah tersesat di hutan. Aku sendirian di hutan yang sepi dan banyak binatang buasnya.
Aku bertahan hidup dengan memakan buah-buahan liar dan menangkap Ikan dirawa yang ada buayanya... kamu bayangin jika itu kamu... Setelah dua hari berjalan mencari jalan untuk keluar dari hutan itu akhirnya aku bisa tenang karena menemukan sebuah gubuk. Aku kira itu adalah sebuah penyelamat hidupku, tapi siapa sangka saat sampai di gubuk itu aku bertemu Kakek tua dan istrinya yang sudah tua juga... Pertama kali mereka baik padaku. memberikan makan nasi dari padi yang mereka tanam dan memberikan daging rusa hasil dari peternakannya sendiri. Saat hari pertama di gubuk itu aku sangat kagum... Dengan kedua pasangan lansia itu.... mimpi buruk bermula saat pagi hari kedua.
Saat sedang mimpi indah bertemu keluargaku tiba-tiba aku disiram dengan air oleh nenek itu. Dia menyuruhku bangun dan mencari kayu bakar di sekitar gubuk.
__ADS_1
Selesai mencari ranting kayu Kakek tua juga menyuruhku mencangkul, mencari tanaman untuk makan rusa dan berlari turun naik gunung sambil menggendong sebuah batu yang diikat menggunakan bambu.
Saat itu aku cuma bisa menurut dengan paksa, karena kalau tidak menurut mereka bakal masakku untuk dijadikan makanan untuk mereka." kata Wilda menceritakan pengalamannya.
" Kamu nggak mimpi kan.?" tanya Angela tidak percaya.
" Ini kisah nyata aku. Aku lanjut lagi ya... Setelah seminggu disiksa akhirnya aku paham kalau aku sedang dilatih untuk bertahan hidup di alam liar. Setelah sebulan Kakek tua itu menyuruhku belajar jurus dari sebuah buku yang sangat tua bahkan tulisannya saja aku tidak paham. Aku mulai memahami tulisan yang ada dibuku itu dengan bantuan kakek tua itu. Setelah setengah tahun aku selesai belajar ilmu yang ada dibuku itu. Setelah capek berlatih seharian aku tidur, dan ketika paginya aku bangun dan sudah tidak melihat gubuk Kakek,nenek, dan hewan ternak. Mereka hilang seperti hantu. Tapi yang membuat aku yakin tentang pengalamanku itu adalah Saat aku terbangun buku yang akublatih itu masih ada dan diatas buku itu ada sepucuk surat yang bertuliskan.' Selamat anak muda kamu telah berhasil melatih ilmu dibuku itu. Kakek dan nenek berharap kamu bisa menggunakan ilmu yang ada dibuku itu untuk kebaikan. Karena kamu sudah bisa menjaga diri kamu sendiri Kakek dan nenek pergi dulu untuk melanjutkan perjalan disisa hidup kake dan nenek. Dan Kakek berpesan wariskan ilmu dibuku itu pada orang yang paling kamu percayai dan Ingat kalau sampai ilmu yang ada dibuku itu sampai digunakan untuk berbuat jahat maka Kakek akan turun dari surga dan menghukum kamu dengan seberat-beratnya. penuh cinta kakek-nenek.' Setelah membaca surat itu aku bertekad untuk kembali pulang. setelah sebulan berjalan akhirnya aku sampai dirumah dan membuat takut semua orang di desa karena dikira aku sudah meninggal di bawa roh jahat di hutan Haha." kata Wilda menceritakan pengalamannya.
" Kalau cerita kamu itu sungguhan mana buku dan surat yang kamu maksud.?" tanya Angela penasaran.
" Aku nggak bisa nunjukkin ke sembarangan orang. Apa kamu nggak ingat pesan Kakek tua itu.. kalau aku sampai nyebarin isi buku itu maka dia bakal turun dari surga..." kata Wilda.
" Cih.... Bilang saja kamu cuma berkhayal." ejek Angela.
" Maulah... asal jangan terlalu kejam saja... aku kan lagi hamil..." kata Angela yang tidak mau kalah dengan Wilda.
" Bagus. Gitu dong... Saat kamu sudah berubah dan melahirkan nanti bakal aku tunjukkin buku yang aku maksud padamu dan pada anak kita agar amanah dari Kakek tua itu terkabulkan." kata Wilda senang karena akhirnya Angela memiliki semangat untuk belajar mandiri.
" Eh.? Kenapa wajah kamu merah.? Kamu sakit ya..?" tanya Arja khawatir melihat wajah Angela memerah.
" Siapa yang sakit.? Yang sakit itu kamu...." bentak Angela malu dan menampar wajah Wilda, karena Wilda menyebutkan Anak kita.
__ADS_1
" Hah.? Kok tiba-tiba nampar aku...? memangnya aku salah apa... dan bukannya kamu anak manja ya... kok tamparanmu keras sekali...?" tanya Wilda heran pada Angela.
" Siapa suruh kamu ngomong sembarangan..." kata Angela marah.
" Perempuan memang susah dimengerti... Seperti nenek saat itu yang tiba-tiba memukul Kakek saat berbicara yang tidak aku mengerti saat kecil." pikir Wilda mengingat kembali saat dia bersama kakek dan nenek di hutan itu.
" Eh kamu kenapa menangis.? Katanya kuat.? kok ditampar sekali saja sudah menangis..." tanya Angela dengan nada mengejek.
" Siapa yang menangis karena tamparanmu. Aku menangis karena rindu pada Kakek dan nenek di hutan dan keluargaku dikampung." kata Wilda mengusap air matanya.
" Yang bener...?" tanya Angela tidak percaya.
" Ya sudah... kamu kalau mau keluar, keluar saja. nih aku kasih uang..." kata Wilda menyerahkan Sepuluh lembar Seratus ribu.
" Kamu yakin ngasih aku duit segini...? Kamu nggak takut aku bakal langsung habisin.?" tanya Angela kaget saat Wilda menyerahkan seluruh uangnya ynag ada di dompet.
" Makanya jangan boros-boros. Kalau mau boros kamu bekerja dan hasilkan duit sendiri..." ujar Wilda.
" Huh baiklah. Aku mau keluar dulu..." kata Angela kesal mendengar jawaban Wilda.
" Hei.. Ingat nanti sore balik lagi kesini...." kata Wilda mengingatkan.
__ADS_1
" Iya.iya. dasar cerewet." balas Angela melanjutkan jalannya.
_____________________@$______________________