
Pagi hari.
Wilda membuka mata terlebih dahulu, dan memandangi wajah Angela dengan teliti serta mengusap kotoran di wajah Angela.
" Umm.... Apakah sudah pagi.?" tanya Angela bangun tidur karena terganggu.
" Umm... Kalau kamu mau lanjut tidur, tidur saja dulu....!" ucap Wilda.
" Nggak. Aku udah nggak ngantuk. Dan mau buat sarapan..." ujar Angela.
" Baiklah. Baiklah. Aku juga mau lari pagi bentar...." kata Wilda.
Setelah cuci muka dan mengganti pakaian, Angela pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
" Tumben bangun pagi La" tanya Mamanya.
" Aku selalu bangun pagi.... Emang Mama saja yang tidak tahu...!" jawab Angela.
" Mau ngapain.?" tanya lagi Mamanya yang melihat Angela membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan.
" Buat sarapan lah.!" jawab Angela.
" Hah. Kamu mau masak.? Emangnya bisa.?" tanya Mamanya lagi tidak percaya.
" Kok Mama ngremehin Angela gitu.?" tanya Angela sedikit kesal.
" Eh.eh. Pagi-pagi udah pada ribut. Bingung mau bikin sarapan apa ya....? Sahut Ibunya Wilda keluar dari kamar.
" Ini Ibu Lily... Putri saya katanya mau bikin sarapan.... Saya nggak percaya.... dia malah marah..." balas Mamanya Angela pada Ibunya Wilda yang bernama Lily.
__ADS_1
" Ibu Anggi nggak tau, kalau nak Angela bisa masak.?" tanya Ibunya Wilda bingung.
" Iya. Mama malah meragukan Angela. Tanya saja sama Ibunya Wilda kalau nggak percaya..." ujar Angela membela dirinya.
" Jadi benar kamu bisa masak.?" tanya Mamanya memastikan.
" Bebar Bu... Nak Angela selalu bantuin saya masak sejak pulang kesini...." kata Ibunya Wilda.
" Kok nggak pernah bilang ke Mama.? Terus, kamu belajar dari siapa.?" bingung Mamanya yang taunya kalau Angela selalu bangun,kalau dibangunkan dan tidak pernah melihat ke dalam dapur.
" Um... Wilda yang ngajarin saat pindah ke Apartemennya..." jawab Angela sedikit malu.
" Eh... Jadi nak Angela sebelumnya nggak bisa masak.?" tanya Ibunya Wilda kaget.
" Iya Bu. Saya saja kaget. Putri saya kan nggak pernah masuk kedalam dapur. Saya kan nggak percaya kalau dia bisa masak..." ujar Mamanya Angela.
" Teryata di ajarin Wilda..." imbuh Mamanya Angela akhirnya mengerti.
Angela mulai menggoreng Ayam dan Mamanya membuat sambal sambalnya. Sedangkan Ibunya Wilda membuat bakwan dan sambel pecel mengingat sarapan favorit Wilda.
" Humm.... Goreng bakwan Bu.?" kata Wilda menghampiri dapur setelah lari pagi.
" Iya. Eh... Cuci tangan dulu...!" kata Ibunya memukul tangan Wilda menggunakan spatula yang dipegangnya.
" Ah.. Baiklah...." jawab Wilda sedikit kaget karena tiba-tiba dipukul.
" Kamu ngajarin Angela masak Wil.?" tanya Mamanya Angela.
" Um. Iya..." angguk Wilda.
__ADS_1
" Terima kasih sudah mau ngajarin Angela.... Mama sampai kaget saat tau Angela bisa masak.!" ujar Mamanya Angela.
" Nggak papa kok Ma. Kan juga buat Wilda sendiri hehehe..." canda Wilda.
" Waduh-waduh.... pagi-pagi dapur udah ramai saja....!" seru Bapaknya Angela.
" Lagi nyicipin Bakwanya Ibu pak..!" balas Wilda.
" Mau dong...!" ujar Bapaknya mulai ngambil bakwan yang sudah matang.
" Cuci tangan dulu....!!" kata Ibunya memukul tangan suaminya sama seperti Wilda.
" Bapak sama anak sama saja....!" kesal Ibunya Wilda.
Wilda cekikikan saat melihat bapaknya dipukul oleh Ibunya.
" Pak Wijaya belum bangun.?" tanya Bapaknya Wilda pada Mamanya Angela.
" Sudah pak Roy. Dia lagi minum kopinya di Balkon...!" jawab Mamanya Angela.
" Oh... Bapak juga buatin kopi Bu...." kata Bapaknya Wilda pada istrinya.
" Buatin Wil.!" perintah Ibunya karena dia sibuk.
" Baiklah Bu...." jawab Wilda.
____________________________@$.
follow IG: arjun_s._30
__ADS_1
Facebook : Arjun Su