SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
50


__ADS_3

" Ah... Kok digigit.? Sakit tau... Sampai berdarah lagi..." bentak Angela menarik kembali jari yang digigit Wilda.


" Sini....!!" kata Wilda memegang tangan Angela dan mengoleskan darah Angela ke kalung giok yang dipakai Angela.


" Eh... Kok Bersinar.??" kata Angela memejamkan matanya karena terlalu silau.


" Hah..hah... Apaan tadi itu Wilm?" tanya Angela.


" Lihat deh ke leher kamu...!" perintah Wilda.


" Ah... Dimana Kalungnya.? Kamu Ambil ya...?" tanya Angela.


" Jangan sembarangan nuduh... Kalung itu sudah menyatu dengan tubuh kamu...!" Kata Wilda.


" Menyatu.? Maksudnya.?" bingung Angela.


" Huh... Nih... Aku coba lempar vas bunga ke kamu... Kamu perhatiin ya.!!" perintah Angela dengan tangnya sudah memegang Vas Bunga.


" Eh... Kamu serius mau melempar itu ke Aku Wil.?" tanya Angela takut.


Wilda tersenyum dan melempar Vas Bunga itu.


" Aaa..." teriak Angela memejamkan mata.


" Eh.? Kok nggak papa.?" bingung Angela karena tidak merasakan sakit.


" Eh.! nggak jadi kamu lempar.?" tanya Angela saat melihat Wilda masih memegangi tangan Angela.


" Kamu nggak buka mata sih...!" ujar Wilda kesal karena usahanya sia-sia.


" Perempuan mana yang bisa buka mata saat di lempar dengan vas bunga oleh suaminya sendiri.?" balas Angela.


" Huhh... Gini saja... Kamu lompat keluar jendela saja deh.!!" kata Wilda.


" Kamu mau aku mati ya..?? Ini kan lantai tiga... Dan aku sedang mengandung looo.." bentak Angela.

__ADS_1


" Sudah... jangan cerewet..!!" kata Wilda mengangkat tubuh Angela mendekati jendela.


" Wil... Lepasin nggak.!! Kamu ini brengsek.. ********... Kamu mau bunuh istri sendiri ya... Pembunuh.. Ahhh..." teriak Angela yang dilempar keluar jendala oleh Wilda.


Angela tidak jatuh kebawah tanah dengan keras. melainkan mengapung sebentar dan berdiri menapak ke tanah dengan halus dan pelan.


" Eh... Kok nggak kenapa-napa.?" kata Angela memeriksa seluruh badannya.


" Kamu gila ya Wil.?! melempar istri kamu dari jendela.!!" teriak Ibunya yang melihat.


" Kan nggak papa Bu..." jawab Wilda dari atas.


Wilda segera turun untuk menghampiri Angela dan membawakan sandal untuk Angela.


" Gimana.?" tanya Wilda pada Angela.


" Gimana.? Gimana.? Kamu ini Suami kurang ajar ya.... Kamu mau bunuh istri kamu...!!" bentak Ibunya.


" Nggak kok Bu..." jawab Wilda berlutut dan memakaikan sandal untuk Angela yang masih berdiri terpaku karena masih kaget.


" Eh... Ibu kok disini.? Dan kenapa marah-marah.?" tanya Angela yang tersadar karena suara keras dari mertuanya.


" Kamu nggak papakan sayang...?" tanya Ibunya Wilda.


" Nggak papa kok Bu.!" ujar Angela.


" Hah.?! Kamu habis dilempar dari lantai tiga sama suami kamu... Kamu bilang nggak papa.?" kaget Ibunya Wilda.


" Eh... Benar juga... Woii... Kamu gila Ya..!! Beraninya melemparku dari lantai tiga cuma untuk nunjukin kemampuan kalung itu..!!" bentak Angela ke Wilda.


" Ahhh... Maaf. Lagian kamu nggak percaya... padahal kan sudah aku tunjukkin dengan hal sederhana tadi...!" kata Wilda membela dirinya.


" Sederhana.?! Melempar Vas Bunga ke muka istri kamu sendiri... Kamu bilang sederhana.??!!" marah Angela mulai menampar Wilda sekuat tenaga.


" Ahh..." teriak Wilda saat tubuhnya menabrak tembok.

__ADS_1


"Uhuk..Uhuk... Kamu... Kamu mau bunuh suami kamu sendiri ya...uhuk..uhuk." ucap Wilda batuk mengeluarkan darah.


" Ah... Kamu kok malah membandingkan diri sendiri ke tembok.?" tanya Angela.


" Uh..uhuk. Kan sudah kubilang... kalau aku bukan lawannya seseorang yang mengenakan kalung giok.." ujar Wilda.


" Ah... Maaf.. Aku nggak tau...?" kata Angela memapah Wilda.


" Kalian lagi akting apa sih..?" bingung Ibunya Wilda.


" Akting apa.? Muka bengkak begini masih dibilang akting.!!" kesal Wilda.


" Maaf..." ujar Angela.


" Kamu kenapa Bos.? Kok babak belur begini.?" tanya Ziko yang baru datang karena mendengar suara keras.


" Nih.... Kakak Ipar kamu... Kamu cepet ambilin Tas aku yang ada dikamar.!" perintah Wilda pada Ziko.


" Baik Bos..!" kata Ziko.


" Bawa aku duduk ke kursi kantin... dan pesankan makanan..!!" perintah Wilda ke Angela.


" Umm.. Baiklah.!" jawab Angela menuruti Wilda karena merasa bersalah.


Bersambung.!!


@$.


_______________________


follow IG: arjun_s._30 |


Facebook : Arjun Su |


______________________|

__ADS_1


__ADS_2