SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
25


__ADS_3

" Ya sudah pak. Saya pamit untuk melanjutkan pulang." pamit Wilda menyerahkan uang untuk membayar kelapanya.


" Eh.. ini gak usah.. Anggap saja sebagai rasa terima kasih saya karena kamu sudah membantu Aslan." kata Dadi menolak uang Wilda.


" Pak... Tolong terima ya... Soalnya kalau bapak nggak mau Nerima uangnya, Istri saya bakal marah..." kata Wilda memaksa Dadi untuk menerima uangnya karena takut Angela marah.


" Eh.. Baiklah kalau begitu.." jawab Dadi karena melihat Angela dengan tatapan tidak enak kepada Wilda.


" saya pamit dulu pak..." ujar Wilda pergi meninggalkan Dadi.


" Iya.. hati-hati.." balas Dadi.


" Bagus ya... lagi-lagi mau dapat yang gratisan lagi..." sewot Angela saat didalam mobil.


" Yah... mau bagaimana lagi... suamimu sih... suka nolong orang... jadi mereka pada berterima kasih deh..." balas Wilda dengan sombongnya.


" Cih.. Sombong..." kesal Angela.


" Sudah-sudah. Buat apa kesal begitu...? memangnya kenapa sih kalau gratisan.?" tanya Wilda.


" Ya.. Aku nggak mau aja..." jawab Angela mulai menangis.


" Eh. Kenapa menangis.? Kok nangis sih..?" tanya Wilda ketakutan melihat Angela yang tiba-tiba menangis dan meminggirkan mobilnya.


" Kenapa menangis.?" tanya Wilda mengusap air matanya Angela.


" Nggak papa.. Lanjut jalan saja..huhuhu.!" balas Angela.


" Jawab dulu.. kenapa nangis.?" tolak Wilda.


" Uhuuhuhu... Aku.. Iri... Aku iri sama kamu yang setiap kali banyak orang yang melihat kamu pasti berterima kasih... yang kasih mobillah... yang gratisin makan... bahkan gratis belanja di Mall." kata Angela.


" Hah.? Hahaha... Jadi karena ini... mereka begitu itu kare sudah banyak aku tolong... dan untuk mobilnya itu... aku beli dari Ziko..." kata Wilda tertawa dengan alasan Angela.


" Tapi... Aku juga udah banyak batu orang... tapi yang aku terima apa.? penghianatan. huhuhu" ujar Angela mengingat kembali dengan perbuatan sahabatnya.


" Kalau itu sih... mungkin dia iri dengan kamu... Dia iri dengan kamu yang terlahir di keluarga kaya. Dan dia tidak... Aku juga dikhianati... tapi aku biasa-biasa saja dan menerimanya... Seharusnya kamu ambil positifnya saja... Kalau kamu nggak di jebak sama sahabatmu..kamu nggak bakal kenal sama aku.... Kamu nggak bakal dapat suami yang sempurna seperti aku ini..." kata Wilda menasihati Angela.


" Sempurna dari mana..?" gumam Angela kesal dan mulai mengingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Wilda.


Dan mulai bersyukur karena dapat bertemu dengan Wilda yang sabar mendidiknya dan menuruti semua keinginannya yang nggak masuk akal.

__ADS_1


" Terima kasih... Terima kasih sudah mau menerima aku dan menuruti semua keinginanku... yang sebelumnya nggak berani aku minta ke orang tuaku.." Kata Angela.


" Hehehe... gitu dong... jangan nangis lagi... kamu seharusnya berterima kasih sama sahabat kamu... berkat dia kamu dapat bertemu denganku.. dan aku juga berterima kasih padamu... berkat kamu aku juga bisa melupakan cinta pertamaku..." jawab Wilda.


" Ya sudah. Cepetan jalan...!" perintah Angela yang ingin cepat-cepat istirahat.


" Iya.." jawab Wilda.


Wilda mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.


Saat sampai dirumah dia sudah di tunggu oleh Orang tuanya dan adiknya Isti yang tengah duduk di teras rumah.


" Halo Bu..pak.. Isti.. " seru Wilda berlari menuju ke keluarganya.


" Langsung masuk rumah...!" Perintah ibunya yang marah pada Wilda.


" Eh..? Ada apa Bu..?" tanya Wilda penasaran dan masuk ke dalam rumah menuruti ibunya menggendong Isti diikuti Angela dari belakang.


" Duduk.! Kamu tau nggak kalau kamu salah.?" bentak ibunya.


" Tau Bu...." jawab Wilda menunduk.


" Isti kamu antar Kak Angela ke kamar dulu ya..!" bisik Wilda pada adiknya.


Setelah melihat Angela masuk ke kamar, Ibunya Wilda kembali memarahi Wilda.


" Kamu kenapa...? Kamu kenapa menghamili anak orang hah...? Ibu nggak pernah ngajarin kamu untuk berbuat seperti itu." kata ibunya.


" Betul kata ibu kamu Wil..." imbuh bapaknya yang senang melihat Wilda menderita.


" kan Wilda sudah cerita... Wilda saat itu mabuk. Dan Angela di jebak sama sahabatnya..." jawab Wilda.


" Siapa yang menyuruh kamu untuk mabuk-mabukan.? Bapak kamu memangnya pernah mabuk.?" tanya ibunya dengan nada tinggi.


" Um... Memang bapak nggak pernah mabuk.?" tanya Wilda yang ingin menyeret bapaknya.


" Pernah dong... Saat bapak masih muda dulu, bapak sering mabuk-mabukan..." jawab bapaknya bangga.


" Oh.. jadi kamu... Kamu yang ngajarin anak kita mabuk.? Kamu masuk ke kamar.... Nanti aku urus kamu...!" marah ibunya Wilda pada Suaminya itu.


" Eh... Maaf bu... Itu kan bapak saat masih muda... lagian bapak juga nggak pernah mengajari Wilda." kata Bapaknya Wilda berlutut di memohon ke pangkuan Istrinya.

__ADS_1


" Masuk Kamar...!!" balas ibunya Wilda menekan ucapannya.


" Kamu mau mekahinya kapan.?" tanya ibunya pada Wilda.


" Rencana bulan depan Bu... besok atau lusa orang tuanya Angela bakal kesini..." jawab Wilda.


" Oh.. Baiklah. Sudah. Kamu bawa barang-barang kamu yang dibawa dari kota ke dalam rumah.!" perintah ibunya.


" terima kasih Bu..." jawab Wilda memeluk ibunya.


" Sudah... Ibu mau ketemu sama istri kamu dulu..." kata ibunya melepaskan pelukannya.


" Ibu mau apa?" tanya Wilda.


" Ya mau lihatlah... Dia kan menantu ibu yang sedang hamil..." ucap ibunya yang tiba-tiba bahagia.


" ibu... jangan marahi Angela ya... Soalnya dia lagi hamil..." kata Wilda memohon pada ibunya.


" Siapa yang mau memarahinya.? Kamu kira ibu itu mertua jahat seperti yang ada di televisi.?" balas ibunya.


" Hehehe... Wilda cuma takut Bu.... Soalnya nanti kalau Angela sedih.. bakal ngidam yang aneh-aneh.!" kata Wilda membuat Angela kesal, karena Angela mengintip dari tadi sama Isti.


" Oh.... nak Angela... sini...!" panggil ibunya Wilda yang tahu kalau Angela tengah mengintip dari dalam kamar.


" Waduh... Selesai sudah...." gumam Wilda yang nggak sadar kalau Angela sedang mengintipnya.


" Baiklah. Bu." jawab Angela menghampiri Ibunya Wilda bersama Isti.


" Emang bener kalau kamu sedih, bakal minta aneh-aneh ke Wilda.?" tanya ibunya memastikan sekaligus ingin mengompori Angela untuk marah ke Wilda.


" Ibu kejam..." pikir Wilda.


" Betul Bu... dan... dan setelah itu... setelah itu Wilda memperkosa Angela lagi bu... Katanya untuk berterima kasih padanya..." jawab Angela akting menangis walaupun dia sebenarnya juga jujur.


" APA.!! beneran Wil.? Kamu memaksa Angela berkali-kali.? Kalian kan belum menikah.! Kamu tega bebar Wil. Istri kamu lagi hamil loo.. kalau kenapa-napa sama anak kamu gimana.? Kamu itu mikirnya pakai apa sih.?" semprot ibunya malah marah sama Wilda.


" Itu..itu... Maaf Bu... Wilda salah... So..soalnya..." Kata Wilda terpotong.


" Sudah lah... Kamu ini memang anak kurang ajar... Gini saja... Selama jamu disini... Kamu bersihin seluruh rumah, belanja bahan-bahan makanan di pasar, dan layani istrimu dengan baik... Selama kamu disini.. Kamu harus menuruti apa kemauannya." kata Ibunya yang sudah capek marah-marah sama Wilda.


" Syukurin.." gumam Angela menatap Wilda dengan wajah mengejek.

__ADS_1


" Baiklah bu... Kalau begitu Wilda pindahin koper dulu..." ucap Wilda lemes.


___________________________________________@$


__ADS_2