
" Angela... Kamu.. Makan di atas saja.. ya...!" perintah Wilda.
" Kenapa nggak disini saja.?" Tanya Angela.
" Um..." ragu Wilda.
" Atau kamu jangan-jangan takut rahasiamu terbongkar.?" curiga Angela.
" Rahasia apa. Itu... Lo... ah..Teman-temanku mau ajak Aku minum. Kan nggak baik kalau kamu disini." kata Wilda menyakinkan Angela.
" Oh... um. Baiklah aku makan di atas saja." setuju Angela yang takut kalau salah satu temanya Wilda menyerangnya saat mabuk.
" Jangan kebawah sebelum aku jemput..." ujar Wilda.
" Iya. Bawel.Brengsek." kesal Angela entah Kenapa.
" Kamu nanti kunci ruangan yang dipakai nona itu ya... dan jagain.!" perintah Wilda.
" Baik tuan." paham Pelayan perempuan itu.
Setelah Angela naik ke atas dan memastikan kalau ruangan yang ditempati Angela terkunci. Wilda mulai menceritakan apa yang dilaluinya selama hampir lima tahun ini termasuk hari dimana dia dijadikan obat oleh Angela. Saat mendengar cerita Wilda ada yang menangis seperti Wewei dan yang lainya karena kesempatan untuk meniduri Wilda malah jatuh ke Angela. Dan ada yang tertawa seperti Ziko, jendral Arca dan Aido yang menertawakan Wilda karena dimanfaatkan wanita untuk dijadikan penawar, dan setelah itu malah dipukuli habis-habisan sama calon mertuanya sendiri.
Karena Wilda tidak bisa meninggalkan kantor lama-lama akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kantor dan menyuruh semua orang untuk pura-pura mabuk sebelum Wilda menjemput Angela diatas.
" Ayo balik La.." ujar Wilda setelah membuka pintu ruangannya.
" Pulang sendiri sana.! Brengsek. Pakai menguunciku segala... Kamu pasti ada yang dirahasiain kan.?" selidik Angela.
" Ah...Nggak kok Aku cuman takut kalau temenku ada yang naik terus manfaatin kamu.... huhuhu." Kata Wilda berlagak seperti orang mabuk.
" Sudah. Ayo cepetan balik kantor. Nanti aku...dimarahin... papa mertua lagi..." ajak Wilda jatuh kepulakannya Angela untuk menambah kesan mabuknya.
" Brengsek. Kepalamu kamu taruh dimana.!! Cabul.!..." dorong Angela mukul keras kepala Wilda.
" aduh... Sakit tau..." kata Wilda sambil mengelus kepalanya masih sempoyongan.
" Uhhkhhh.. Dasar. Ngerepotin orang saja..." kesal Angela dan memapah Wilda turun dari lantai atas.
Saat sampai di lantai bawah Angela melihat teman-temannya Wilda sudah pada tepar.
Angela hanya bisa menggelengkan kepalanya dan melanjutkan memapah Wilda ke dalam mobil.
__ADS_1
" Ahhh... Akhirnya sampai juga. Mana kunci mobilnya.?" tanya Angela mulai menggerayangi saku Wilda.
Saat menggerayangi saku celana Angela tidak sengaja menyenggol tongkat sucinya Wilda dan membuatnya menjadi tegang.
" Ah... Brengsek... bisa-bisanya sudah mabuk tapi masih bisa keras itunya.." heran Angela.
Wilda hanya bisa menahan agar tidak menyerang Angela.
" Kita...balik ke kantor...." kata Wilda.
" Kamu mabuk kayak begini. Masih mau balik ke kantor. Mau jadi contoh yang buruk....." kesal Angela mulai menyalakan mobilnya.
" Uh... Ya sudah... Ambilin laptopku dikantor dulu... biar nanti aku bisa bekerja dikos saja...." perintah Wilda.
" Siapa kamu.? beraninya nyuruh-nyuruh aku...!" kesal Angela.
" Hehehe.... Kamu kan istri manis aku. Yang aku dapatkan secara tidak sengaja hehehe." goda Wilda berbisik di telinga Angela membuat wajah Angela memerah.
" Brengsek.cabul.Genit.********.Duduk yang benar...." umpat Angela menarik sabuk pengaman dan memakaikannya ke Wilda sebelum menjalankan mobilnya.
" Uh... dasar brengsek. Awas saja. Nanti kalau dah sadar bakal aku suruh kamu membawaku ke Mall sebagai ganti rugi." ujar Angela mulai menjalankan mobilnya.
" Lagian aku heran bisa-bisanya sahabatmu begitu royal meminjamkan mobil yang sangat mahal ini padamu.? Bikin orang iri saja...!" kata Angela tambah kesal karena mengingat dia telah dikhianati sahabatnya sendiri.
Wilda yang mendengarnya senyum-senyum karena berusaha menahan tawa.
" Ah... Memang enak kalau menyetir mobil mahal. Sayang sekali. Mobil ini bukan punyaku... Papa juga nggak bakal mau buat beli mobil yang terlalu mahal kayak begini..." Oceh Angela membuat Wilda nambah tertawa sedikit.
" Hahaha... Kalau kamu mau mobil ini... Cium aku aku sampai aku puas...Baru aku kasih..." Ucap Wilda sambil memejamkan matanya.
" Yang bener.? memangnya perlu mencium berapa lama biar kamu puas...?" tanya Angela semangat karena pengen banget dengan mobil itu.
" Um.... mungkin semalaman penuh atau kamu mau...ituan denganku juga boleh.. Hahaha...." kata Wilda genit.
" Baiklah. Aku bakal cium kamu semalaman nanti malam.... Yes... dapat mobil baru, Mahal lagi... Hahaha papa pasti iri...." Senang Angela.
" Maaf ya zik.. mobil Lo terpaksa gua rampas... anggap saja hadiah pertemuan kita." pikir Wilda.
" nah.. sudah nyampek kantor. Kamu diam disini dulu... Aku bakal Ambilin laptop buat kamu..." kata Angela.
" Lalalala mobil baru.Mahal dan gratis." senang Angela.
__ADS_1
" huh... Dasar.Cewek matre'." kesal Wilda.
" Halo zik. Mobil Lo yang gua bawa buat gua saja ya... Nanti uangnya gua ganti." kata Wilda.
" Udah nggak usah Lo ganti. Mobil kayak gitu gua nggak butuh, buat Lo saja... Lagian Lo kan udah nggak bekerja sebagai tentara bayaran lagi. Mau dapat duit dari mana Lo..?" kata Ziko.
" Uang gua masih utuh yang dari hasil tentara bayaran dulu... Gua ganti saja... ya... Gua gak enak sama Lo... udah pinjam uang eh malah ambil mobil Lo juga.." kata Wilda.
" Oh.. duit Lo hasil dari tentara bayaran dulu masih utuh.? Kok minjam duit gua..?" tanya Ziko bingung.
" Yah... soalnya.... Kartu ATM gua ketinggalan dikampung. Nanti rencana mau balik kampung bulan depan gua. Buat menghadiri acara nikahan sahabat kos gua." ujar Wilda.
" Oh... yang Lo ceritain tadi. Yang berebut gebetan Lo itu...?" tanya Ziko memastikan.
" Nggak ngerebut. Cuman dia sama cewek idaman gua dijodohin sama orang tua mereka. Lagian sekarang gua udah ada Angela. Buat apa mikirin cewek idaman gua yang dulu. Dan Angela juga sudah hamil, Gua harus bertanggung jawab dan buat dia bahagia lah..." balas Wilda.
" oh... Lo sabar bener Wil.? ditikung ama sahabat Lo sendiri aja Lo bisa sabar begini..." heran Ziko.
" Hahaha mau bagaimana lagi. Jodoh gua Angela..." balas Wilda.
" udah ya. Angela kesini nih..." kata Wilda.
" iya sudah." balas Ziko.
Wilda menutup telponya dan segera pura-pura ketiduran.
" Huh... Nih laptop kamu..." kata Angelaenyerahkan tas Wilda yang berisikan laptop dan dokumen-dokumen yang biasa Wilda bawa ditasnya.
" Baiklah. Kita balik ke kos sekarang." senag Angela.
Angela secepat mungkin mengendarai mobilnya agar segera tiba dikos.
Setelah lima menit akhirnya mereka sampai karena tidak macet.
" Ah... Akhirnya sampai juga. Bangun Woi... kita udah nyampe kos nih..." Kata Angela menggoncang tubuh Wilda.
" Hah.... Bentar lagi... Aku masih belum puas... Hahaha wanita manis..." genit Wilda.
" Si brengsek ini....!!" geram Angela.
" Huh sudahlah aku bawa kedalam saja. Itung-itung balas budi karena dia sudah mau nampung aku..." kata Angela.
__ADS_1
" Humph... gua kerjain Lo...." pikir Wilda.
______________________@$_____________________