SUAMIKU SEORANG PENGUASA

SUAMIKU SEORANG PENGUASA
34


__ADS_3

" WILDA.!!" kata Pelayan wanita itu kaget.


" Eh.! Ummm Caca.?" tanya Wilda untuk memastikan.


" Iya. ini gua Caca.!" balas Caca.


" Apa kabar Ca.?" tanya Wilda pada teman sekelasnya yang dulu suka meminjamkan catatan pada Wilda saat SMP.


" Gua Baik... Lo kayaknya juga tambah sukses ya dikota.?" tanya Caca yang melihat gaya berpakaian Wilda yang dibelikan Angela.


" Pengangguran gua sekarang...!" jawab Wilda yang sudah tidak bekerja lagi di kantor Papanya Angela.


" Kok bisa.?" tanya Caca.


" Kak. Isti udah lapar.!" potong Isti.


" Eh. Maaf. jadi kelupaan." kata Caca.


" Nggak papa. Isti mau pesan yang mana.?" tanya Wilda pada Isti setelah mendapatkan buku menu dari Caca.


" Semuanya kayaknya enak kak.?" Kata Isti bimbang memilih menu makanannya.


" Isti mau semuanya.?" tanya Wilda.


" Emang boleh.?" tanya balik Isti.


" Boleh. Nanti kalau nggak habis kita bawa pulang.!" ujar Wilda.


" Terima kasih Kak.!" ujar Isti.


" Caca.... Aku pesen semua yang ada di menu.


Dan kamu ikut gabung kita saja...!" kata Wilda pada Caca.

__ADS_1


" Wah...!! Tuh kan kamu sudah sekarang.!! Aku bilang ke bosku dulu ya...." balas Caca.


" Hum." angguk Wilda.


Caca ikut makan siang bersama Wilda dan Isti, setelah mendapatkan izin dari Bosnya.


" Emangnya nggak papa Wil.? Aku ikut gabung sama kalian.?" tanya Caca sedikit ragu.


" Nggak papa lah. Anggap saja aku mentraktir kamu karena sudah banyak membantuku dulu saat masih di SMP.!" ujar Wilda.


" Oh." manggut-manggut Caca mengubyah makanannya.


" Oh ya Wil. Kamu bilang sekarang kamu pengangguran. Renacana ingin bekerja dimana.?" tanya Caca.


" Umm... rencana sih mau buka rumah makan Dan hotel di ibu kota." balas Wilda.


" Apa.?!" kaget Caca.


" Kamu yakin Wil.? Bukanya itu butuh modal besar.?" tanya Caca tidak percaya.


" Memangnya kamu bekerja apa Wil sebelumnya.?" tanya Caca masih tidak percaya.


" Um.. buruh dipabrik motor dan sebulan lalu jadi direktur di kantor cabang mertuaku." jujur Wilda.


" Hah.!! Serius. Kapan Lo menikah.? Kok nggak ngundang gua.? Gua kirain Lo nggak ngelupain gua.!" oceh Caca.


" belum nikah sih. Bulan depan nikahnya. Kamu kalau mau datang, datang saja di ibukota. Undangannya nanti bakal datang kerumah kamu setelah undangannya jadi.! gua gak ngabarin karena gua dadakan." kata Wilda menjelaskan.


" Oh... Calon istri Lo mana.?" tanya Caca lagi.


" Ada di rumah. Aku ajak dia tidak mau.. panas katanya..." Jawab Wilda.


" Hum... Nona Muda..." paham Caca.

__ADS_1


" Gua nanti ikut kerumah Lo ya... gua penasaran sama istri Lo." kata Caca.


" Umm... Baiklah. Tapi memangnya nggak papa kamu meninggalkan pekerjaanmu.?" tanya balik Wilda.


" Aku kerja disini cuma sampai jam satu siang saja.." balas Caca.


" Oke deh kalau begitu..." balas Wilda.


Setelah kenyang makan, Wilda membayar tagihannya dan berjalan keluar menggendong Isti yang kekenyangan.


" Eh Wil... ini mobil siapa.?!" tanya Caca yang kaget saat Wilda membuka mobil RR milik Angela.


" Milik Istriku... Ya kali mobilku.!" kata Wilda.


" Wah.... Istri kaya banget Wil.!" ujar Caca kagum.


" Memang." singkat Wilda.


Caca hanya diam saja mendengar jawaban Wilda dan segera masuk mobil.


Mereka sampai di rumahnya Wilda setelah setengah jam.


" Kok lama.?" seru Angela dari teras.


" Di ajak makan siang Isti di luar.!" jawab Wilda.


" Itu siapa.?" selidik Angela.


" Oh. Nih Istri aku Ca. Angela.!" kata Wilda pada Caca.


" Wah... Cantik banget Wil." puji Caca yang kagum saat melihat Angela.


" Caca, teman SMPnya Wilda." ujar Cca memperkenalkan diri ke Angela.

__ADS_1


__________________________________________@$


__ADS_2